Skip to main content

Lomba Menulis Resensi Buku Berhadiah Setumpuk Buku

Penerimaan naskah: 22 April 2016
Ditutup (Deadline): 30 Juli 2016
Pengumuman Pemenang: 17 Agustus 2016


Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia kembali menggelar lomba rutin tahunan yaitu Lomba Menulis Resensi Buku Berhadiah Setumpuk Buku. Buku-buku yang diresensi dikhususkan buku terbitan FAM Publishing—Divisi Penerbitan FAM Indonesia, yang sampai saat ini telah melebihi 400-an judul.  

Selain Setumpuk buku, seluruh pemenang dan peserta akan mendapatkan piagam penghargaan.

Adapun ketentuan lomba resensi tersebut, sbb: 

1.Peserta terbuka untuk umum, baik anggota FAM Indonesia maupun nonanggota, termasuk yang berdomisili di luar negeri, tidak dibatasi umur (pelajar, mahasiswa, guru, dosen, umum, dll).

2. Lomba ini GRATIS alias tidak dipungut bayaran apa pun.

3. Buku yang diresensi adalah buku terbitan FAM Publishing; baik buku tunggal maupun antologi (tidak dibatasi tahun terbit). 

4. Naskah resensi harus asli (original) karya sendiri, bukan jiplakan atau terjemahan dan sedang tidak diikutsertakan pada lomba lain yang bersamaan.

5. Naskah resensi diketik di komputer dengan ukuran A4/kuarto, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

6. Panjang naskah maksimal 2 (dua) halaman 1 spasi (tidak boleh lebih).

7. Isi resensi harus berimbang, komunikatif, mengulas sisi kelebihan dan kekurangan isi buku, serta saran-saran yang bersifat membangun.

8. Setiap naskah resensi yang dikirim ke panitia dilampirkan foto/gambar kover buku yang diresensi.

9. Peserta menuliskan Biodata (ditulis dalam bentuk narasi) dan dibubuhkan di lembar terakhir naskah serta menyertakan foto diri.

10. Peserta diharuskan menulis surat pengantar di badan email yang menyebutkan karya adalah asli (original) dan belum pernah dipublikasikan serta mencantumkan alamat lengkap serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

11. Naskah dikirim ke email: aishiterumenulis@gmail.com. Subjek email: LOMBA RESENSI BUKU_NAMA PENULIS. 

12. Update Peserta dan Pengumuman Pemenang akan diposting di “Grup FAM Indonesia” dan Fanspage “Forum Aktif Menulis”. Yang belum bergabung di grup klik: https://www.facebook.com/groups/forumaishiterumenulis/ dan fp:https://www.facebook.com/HalamanFamIndonesia/ 

13. Seluruh peserta yang berpartisipasi akan mendapatkan piagam penghargaan (setelah pengumuman pemenang). 

14. Bagi Anda yang ingin mengikuti lomba ini namun tidak memiliki buku-buku tersebut bisa memesan  melalui: aktifmenulis@gmail.com atau call center: 081 259 821 511. Silakan kunjungi toko online: www.fampublishing.net

HADIAH-HADIAH:

Juara 1:
- Setumpuk buku  (12 buku)

- Piagam Penghargaan

Juara 2:

- Setumpuk buku (10 buku)
- Piagam Penghargaan

Juara 3:
- Setumpuk buku (8 buku)

- Piagam Penghargaan


Demikian pengumuman ini disampaikan, dan diharapkan kepada seluruh FAMili dapat menyebarkan info lomba ini seluas-luasnya.


Pare, Kediri, 21 April 2016

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…