Skip to main content

Sakura Saitama

Judul : Sakura Saitama 
Penulis : Yovi Guantara Tanjung
Kategori : Buku Puisi
ISBN : 978-602-335-122-0
Terbit : Februari 2016
Tebal : xii + 88 hlm ; 14 x 21 cm
Harga : Rp32.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Kumpulan Puisi “Sakura Saitama” ini bercerita tentang banyak hal, mencakup aspek keseluruhan dalam kehidupan nyata tentang romantika asmara remaja, religi, kesedihan dan kegembiraan, perjalanan-pengembaraan, kepramukaan, dll.
Ada beberapa puisi dalam buku kumpulan puisi ini yang telah pernah dimuat oleh media cetak Koran dan jurnal kegiatan kepramukaan Jakarta. Untuk itu tiada lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan Redaksi: Jurnal Raimuna Nasional 1997, Harian Republika Minggu dan Harian Kompas Minggu.

Kumpulan puisi ini memuat 85 judul puisi dan seluruh puisi-puisi ini ditulis dalam rentang waktu antara 1997 s.d 2015. Berbagai citarasa dan tema puisi yang terkandung di dalamnya telah diangkat sebagai pesan untuk pribadi penulis sendiri maupun masyarakat penikmat puisi yang membacanya.
Semoga kehadiran kumpulan puisi ini dapat menggugah dan menghibur para penikmat puisi. Dengan tidak bermaksud menyombongkan dan memamerkan diri, penulis hadirkan kumpulan puisi ini.

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi Cal Centre: 0812 5982 1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com. 

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…