Skip to main content

Update Final Peserta Antologi “Profil Perempuan Inspiratif" Jilid 1


Selasa, 3 Mei 2016
Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z

1. Aida Azizah (Padang)
2. Alifah Ardiani (Lian Amani) (Madiun)
3. Ayudya Fitri (Jakarta Selatan)
4. Azizah Nur Laily Rahmawati (Zahra Zee) (Lamongan)
5. Devi Yulianti Wafiah (Bandung)
6. Dewi Puspasari (Jakarta Timur)
7. Diantika Irma Ekawati (Diantika I.E) (Bandung)
8. Eka Prasetyaningsih (Purworejo)
9. Elsa Febriani (Sumatera Barat)
10. Erfin Nur Listiyani (Fifin) (Banyuwangi)
11. Hidayati Nur (Tuban)
12. Hotnida Sari Harahap (Sumatera Utara)
13. Ikhyari Fatati Noryana (Kudus)
14. Indah Permata Sari (Padang)
15. Irfiani Triastari (Sulawesi Selatan)
16. Kurnia Martlina MP
17. Lia Harnita (NTB)
18. Mega Novianingsih (Mega Legracia) (Bogor)
19. Meike Sumeler (Jakarta)
20. Murni Dwi Prastiwi (Pasuruan)
21. Nazah Khoiriyah (Bekasi)
22. Nelvia (Padang)
23. Nisa Desiani Aohana (NTB)
24. Nova (Sumatera Barat)
25. Nur Fathma Wati (Medan Denai)
26. Nurjannah (Padang)
27. Nurrahmah (Rahmah_Cahaya Langit Biru) (Makassar)
28. Qurratu A’yunin (Sumatera Barat)
29. Renia Septiani (Deli Serdang)
30. Riniwati (Syifa An-Nabila) (Kalimantan Selatan)
31. Rita Sri Wahyuni (Riau)
32. Rizki Hayana (Aceh)
33. Rizqiyanti Utami (Banten)
34. Sahari Ramadhani (Sumatera Barat)
35. Santi Fatdila (Kediri)
36. Umi Rotus Sholihah (Malang)
37. Wiwit Hermawati (Banjarnegara)
38. Yani Fitriyani (Bandung)
39. Yanuar Ayukusumaningtyas (Lumajang)
40. Zulfa Amalia (Banyuwangi)

Nama penulis yang tercantum di atas adalah yang naskahnya dinyatakan lolos dan akan dibukukan. Terima kasih sudah berpartisipasi dalam penerbitan antologi ini.
TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA SEMUA. HIDUP PEREMPUAN KREATIF INDONESIA!
DIVISI PEREMPUAN
FORUM AKTIF MENULIS (FAM) INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…