Skip to main content

Gebyar Launching Massal 60 Buku & Talkshow Kepenulisan Bersama FAM Indonesia

Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia melakukan terobosan baru dalam rangka mengapresiasi karya-karya penulis yang akan diterbitkan FAM Publishing dalam “Program Literasi Akhir Tahun”.
Buku-buku tersebut akan diluncurkan serentak di satu kota, dan akan dipublikasikan sejumlah media massa mitra FAM Indonesia. Nah, pastikan calon bukumu mengikuti program dahsyat ini.
Apa saja syaratnya? Ini dia:
1. Naskah bebas, baik fiksi maupun nonfiksi.
2. Panjang naskah minimal 70 halaman, maksimal 200 halaman.
3. Penerimaan naskah dimulai pada tanggal 10 Juni 2016 sampai 15 Juli 2016.
4. Naskah yang lolos seleksi akan diterbitkan dengan sistem penerbitan indie/self publishing (penulis mendapat diskon khusus Ramadhan).
5. Khusus bagi anggota FAM Indonesia (yang sudah memiliki nomor ID), bisa mendapatkan bonus tambahan berupa voucher penerbitan.
6. Semua buku yang terbit akan diluncurkan serentak pada bulan Desember 2016 (waktu dan lokasi peluncuran menyusul), bersamaan dengan acara Talkshow Kepenulisan dan Lomba Menulis Tingkat Mahasiswa/Pelajar se-Kabupaten Kediri.
7. Fasilitas lain yang didapat penulis dalam event ini:
- Profil para penulis akan dipromosikan via website resmi FAM Indonesia.
- Promosi buku di media massa mitra FAM Indonesia.
- Buku masuk dalam bazaar buku-buku FAM Indonesia.
- Undangan gratis bagi penulis yang ingin hadir di saat peluncuran.
- Penulis mendapatkan piagam penghargaan dari FAM Indonesia.
- Buku menjadi hadiah doorprize di saat peluncuran dan dipromosikan khusus.
- Dan keuntungan lainnya yang dapat melejitkan nama penulis di mesin pencari google sebab publikasi media FAM Indonesia.
Bagi kamu yang berminat mengikuti program ini, dapat berkonsultasi ke FAM Indonesia melalui email: aktifmenulis@gmail.com.
AYO, KIRIM NASKAH TERBAIKMU!
Salam literasi!
FAM Indonesia
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…