Skip to main content

Kopdar Ke-2 FAM Cabang Depok

DEPOK – Dalam pertemuan darat yang ke-2 pegiat literasi FAM Cabang Kota Depok mengadakan Kopdar di sebuah rumah salah satu tokoh masyarakat di daerah Kukusan, Kecamatan Beji Depok, Ahad (5/6/2016).Tokoh masyarakat tersebut bernama ust. Eman dan juga pegiat literasi dan pernah berkecimpung di majalah Islam UMMI.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua FAM Cabang Kota Depok, Suharto. Acara diisi dengan pembentukan kepengurusan FAM Cabang Kota Depok. Untuk nama-nama pengurus FAM CABANG KOTA DEPOK sebagai berikut: 1. Penasehat (ust. Eman / tokoh masyarakat sekaligus pernah menjadi redaktur majalah UMMI), 2. Koordinator (Suharto), 3. Wakil koordinator (Dion Ogi/ seorang dosen di sekolah ikatan Dinas), 4. Sekretaris (Budi Siswanto/ bekerja di pusdiklat sekolah kedinasan), 5. Bendahara (Cholis Hanifurrohman/ bekerja di pusdiklat sekolah kedinasan), 6. Humas (Galih Saputra/ karyawan swasta sebuah perkantoran di Jakarta), 7. Divisi Dakwah/ penyiaran berita (Yuga Siswanto/ karyawan swasta perbankan Syariah).

Selain itu, pertemuan darat diisi dengan diskusi membahas langkah selanjutnya yaitu agenda FREAK (Festival Ramadhan Kreatif Bersama Komunitas Depok 2016. Di taman Kota Lembah Gurami Kota Depok. Dengan tema “Depok Cinta Baca Buku”.

Hasil pertemuan tersebut mendapatkan dua kesepakatan: pertama, pembentukan kepengurusan Organisasi FAM Cabang Kota Depok. Kedua, mengenalkan FAM Cabang Kota Depok pada masyarakat Depok.

Dengan terbentuknya FAM Cabang Kota Depok, semoga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat kota Depok. Masyarakat Depok bisa cinta buku dan literasi .


Laporan Koordinator FAM Cabang Kota Depok, Suharto (ID FAM 1680 U)

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…