Skip to main content

Segenggam Kenangan di Bangku SMA Jilid 2

Judul: Segenggam Kenangan di Bangku SMA Jilid 2
Penulis: 43 Penulis Indonesia
Kategori: Buku Kumpulan Cerpen
ISBN: 978-602-335-030-8 (jil. 2)
Terbit: Mei 2015
Tebal: 319 hlm ; 14 x 20 cm
Harga: Rp50.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Ani Surya, Angie Isdiansyah, Agus Pramono, Afniyati, Achmad Zulakbar, Ana Zuhriatun Nisa, Ali Munir, April Hamaro, Bintang Hafizar Ar-Ruwiy, Choirunnisa, Cahya
Ramdhani Sila, Desty D. Rahayu, Dahliana, Erfin Nur Listiyani, Fachrizal Adicahyo, Fitri Haryanti Harsono, Fitri Prasistyani, Hamda Zulfa, Healza Kurnia Hendiastutjik, Heni Miranda, Iif Kholifah, Intan Masruroh Setiawan, Iqlimanis, Kristina Andita Pradani,
Kartini Hilmatunnida, Maulidia Rahmah Hidayah, Melia Shena, Mochammad Iqbal
Hamzah Fansuri, Neneng Riya, Novi Yanti, Novella Putri Iriani, Nur Atika, Puput Elfora, Riska Siti Solehah, Rahmi Intan, Ratna Dewi, Ratih Sophia L, Siwi Indah Sari, Sinta
Wahyu, Suzhi Soemardiah, Tito Nurdiyanto, Tri Utami, Vera Hastuti



Segenggam Kenangan di Bangku SMA” adalah buku kumpulan cerpen yang ditulis 43 penulis muda Indonesia. Cerpen-cerpen di dalamnya membawa kita kembali ke zaman putih abu-abu, saat cinta monyet, persahabatan, mimpi, harapan, dan segala persoalan hidup remaja menghiasi hari-hari.


Buku ini ditujukan untuk mengenang kembali masa-masa SMA yang tak terlupakan, juga sebagai bentuk apresiasi Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia akan minat menulis generasi muda saat ini.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…