• Info Terkini

    Friday, June 3, 2016

    Telaga Air Mata

    Judul: Telaga Air Mata
    Penulis: Suheri
    Kategori: Buku Cerpen
    ISBN: 978-602-335-010-0
    Terbit: Maret 2015
    Tebal: 111 hlm ; 14 x 20 cm
    Harga: Rp. 33.000,-
    (Harga belum termasuk Ongkir)

    Telaga Air Mata bertutur tentang ‘wong cilik’ dan problematika yang melingkupinya. Problema wong cilik yang harus tercerabut dari desa dan akar budayanya karena menjadi korban semburan lumpur lapindo (Telaga Air Mata), wong cilik yang niat kuat ingin haji (Haji Becak), wong cilik yang harus menyewakan rahimnya disebabkan himpitan ekonomi (Penyewa Rahim), perselingkuhan (Konspirasi dan Anak), permasalahan klasik wanita yang ditipu pacar (Sesaat Sebelum Terjun dari Menara Sutet di Pinggir Sungai di Kotaku). Selain itu, antologi cerpen ini juga menyoal tentang kearifan lokal (Lamafa Terakhir), masalah aborsi (Pengaduan Janin) dan kisah yang boleh jadi dapat menimpa meski di tempat wisata (Gigi Emas Kakek), perjuangan koloni semut dalam menyelamatkan generasinya (Monomorium Phacaonis), serta perjuangan seorang ibu dalam menghidupi anak-anaknya (Balada Ibu yang Dibunuh).

    Dengan gaya bahasa yang segar, dan enak dibaca, Telaga Air Mata memprovokasi agar pembaca hirau pada humanisme, peduli pada orang-orang di sekitarnya. Sekaligus menyuguhkan pesan-pesan kemanusiaan dan menepuk bahu pembaca sebagai tanda pengingat, bila problematika wong cilik adalah realitas dan keniscayaan.


    Potret negeri ini ada di wajah ‘wong cilik’ dan air matanya. Potret itu buram. Mungkin pengaruh efek buruknya keadaan dan ketidakberpihakan orang-orang yang di pundaknya terpikul beban tanggung jawab tapi tidak amanah. Suheri lewat Kumpulan Cerpen “Telaga Air Mata” memungut potret itu dan menyuguhkannya kepada pembaca.
    ~Muhammmad Subhanpenulis & pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia

    Seperti judulnya “Telaga Air Mata”, sejumlah cerpen di buku ini beraroma kesedihan, tetapi sarat pesan moral, bahwa masih banyak orang di sekitar kita yang hidupnya di bawah kita. Dari cerita-cerita itu kita semakin belajar bersyukur. Buku cerpen yang sangat direkomendasikan dibaca.
    ~Aliya Nurlelapegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia & penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Telaga Air Mata Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top