• Info Terkini

    Minggu, 24 Juli 2016

    Puisi-Puisi D.A. Akhyar

    D.A. AKHYAR (AL). Merupakan lelaki kelahiran Tanah Lado-Gayabaru, merangkum jejak dalam sehimpun Puisi Nasional bersama penulis Nusantara bertajuk “Luka-Luka Bangsa” (2015) dan menghimpun puisi satire-nya ke dalam buku tunggal bertajuk “LikaLiku LakiLuka.” (2016), juga dipublikasikan PosMetro Prabu (2016). Buku tunggal keduanya telah terbit dengan judul, “Sembunyikan Air Matamu, Bersabarlah” (2016) merupakan sebuah tulisan Nonfiksi Motivasi-Islami. Ia telah menyelesaikan study The Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought at State Islamic University of  Raden Fatah Palembang, South Sumatera.

    BERLAYAR DI LAUT LEPAS

    Melepas kerinduan di atas cadas,
    lautku lepas. Aku berlayar enggan berbalik
    biarpun layarlayar kecil ini terkoyak oleh angin
    aku tetap mengarungi, untuk sebuah luka yang sepi
    dalamnya laut; tak menggambarkan kuatnya berlayar
    mengarungi laut, menghimpun angin dari penjuru
    kanan-kiri—seperti, gelombang hantam

    lautku lepas, aku berlayar
    dengan layarlayar sederhana
    dengan ombak yang menerpa
    apa dirasa. Ada sebuah nawacita
    di sana. Perlu dijaga untuk bersama

    aku berlayar di laut lepas
    menjaga dasar laut bersama lumut
    yang hampir terabaikan. lautku lepas, 
    aku mengejar-ngejar; 
    apa yang harus aku selamatkan
    apa yang harus aku jaga, aku inginkan biru

    aku berlayar di laut lepas
    dengan layar-layar yang mulai koyak
    dengan layar-layar yang mulai enggan:
    untuk menemaniku berlayar
    mungkin terlalu rumit perjalanan
    atau mungkin. Kekoyakan di bahunya
    yang terus aku paksakan berlayar
    Oh, negeriku. Aku akan tetap berlayar
    di laut lepas dan terlepas

    Palembang, 2015

    TITIP RINDU BUAT AYAH

    Di pulau yang berbeda, kaujatuhkan rindu
    entah berapa juta menit yang kautinggalkan
    untukku. Terlampau pahit jika kukenang
    kerinduan demi kerinduan hanya sebuah rindu
    rindu yang enggan untuk merindu. Bagai bayang
    masa lalu yang ingin kubenamkan
    Sejak usiaku yang bau amis dengan darah
    dan keringat Emak, tangisku hampir tak kaudengar
    di mana engkau ayah. Sebegitunya engkau
    jauhi aku, dan kausisihkan kehidupanku ini
    Sedikitpun takkah kautanya tentang anakmu
    masih hidupkah? Atau sudah mati bersama perut bumi

    Ayah...
    Sejak rindu itu hadir dengan sejuta masa lalu
    sajak-sajak kubuat untuk mengubur rindu
    namun, apakah itu yang akan menjadikanku lupa?
    Tidak! Sungguh tidak, ayah...
    demi kerinduan, rengek tangis dan derai air mata
    Emak pun menyeka, duka, lara dan jiwa
    Ayah... Kutitipkan rinduku untukmu
    meski kau tak pernah tanyakan kabar 
    tentangku; tentang anakmu

    Relung, 2016 

    Ingin menerbitkan buku & cetak majalah sekolah? Hubungi FAM Publishing di 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Puisi-Puisi D.A. Akhyar Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top