• Info Terkini

    Monday, July 11, 2016

    Puisi-Puisi Ken Hanggara

    KEN HANGGARA. Anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Surabaya. Lahir di Sidoarjo, 21 Juni 1991. Dia banyak menulis cerita pendek di media massa. Aktif menulis sejak Mei 2012. Sejumlah lomba kepenulisan dimenangkannya, termasuk Sayembara Cerpen Asean Young Writers Award tingkat Asia Tenggara. Selain menulis, hobinya mendengarkan musik dan bermain gitar. Saat ini  berdomisili di kota Pasuruan Jawa Timur.

    11 JANUARI 

    Kuingat saat pertama kisah ini dimulai
    Kau beri aku warna, lengkapi diriku
    Kautorehkan tinta hitam putih
    Menggambarkan betapa cinta harus diperjuangkan
    Betapa segala yang tak mungkin seakan dekat denganku

    Kau diam, aku diam
    Hanya angin dan jarum jam yang mengabarkan isi hati
    Antara kita seperti sebuah lukisan abstrak
    Tak terduga, spontan, tapi indah tak terperi
    Antara kita bagai lebah dan bunga, saling tak mengenal tapi membutuhkan

    Aku tahu memang takkan mudah buatmu
    Tapi aku punya keyakinan
    Satu keyakinan yang menempaku
    Untuk tak menyerah padamu

    Kini meski 11 Januari perlahan menjauhkan
    Kau duduk di sana, aku masih terpuruk di sini
    Namun kutahu kau tetap sama seperti dulu
    Menyayangi hanya dalam hati saja

    Sejauh apa pun aku darimu
    Aku mendengar suaramu
    Sekeras apa pun hati menolak
    Hanya kau jawaban kegelisahan

    LORONG WAKTU

    Aku terhempas dalam sebuah gelas kaca
    Di sana kulihat bentuk sebuah waktu
    Bukan jam pasir atau skala dua belas angka
    Waktu hanya selembar kertas lusuh

    Kuambil, kupandangi kertas itu
    Hidungku mencium berbagai bau
    Bahagia, kesedihan, dan kenangan
    Segala hal di sana tak mungkin terjamah

    Kertas itu adalah gambar
    Bukan gambar abstrak
    Hanya gambar kehidupan
    Yang tersimpan dalam sekejap

    Mataku tertuju pada satu titik
    Di mana masa lalu masih samar
    Kulihat sosok wanita berdiri
    Wanita dengan cinta dan ketulusan

    Dia melahirkan hingga aku ada
    Dia merawat hingga aku dewasa
    Dia sayangi dengan hatinya
    Dia lindungi dengan tubuhnya

    Kuberi seluruh jiwa raga untuk Ibu
    Kuperjuangkan segalanya untuk Ibu
    Meski kurasa takkan ada apa pun
    Yang mampu menyaingi kasih ibu

    Kupeluk erat kertas lusuh itu
    Teringat akan senyum Ibu
    Aku terlempar dalam sebuah lubang
    Aku kembali dalam peluknya

    Aku sangat mencintaimu, Ibu
    Takkan kukecewakan dirimu
    Kan kutaklukkan dunia
    Hanya untuk dirimu

    Catatan:
    Dua puisi di atas termaktub di buku kumpulan puisi "Dermaga Batu" karya Ken Hanggara (FAM Publishing, 2013) 

    Ingin menerbitkan buku & cetak majalah sekolah? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Puisi-Puisi Ken Hanggara Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top