• Info Terkini

    Kamis, 14 Juli 2016

    Puisi-Puisi Yuniwati

    YUNIWATI. Lahir pada tanggal 16 Juni 1970. Saat ini bekerja sebagai guru SMA Muhammadiyah 1 Curup Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu.  Mulai menyukai dunia menulis sejak kecil. Pernah meraih juara pertama lomba Menulis Naskah Buku Fiksi Kategori SD tingkat Propinsi (1999). Prestasi sama ia toreh untuk Lomba Menulis Opini Guru (2000). Meski kesibukannya yang padat mengajar, ia tidak berhenti menulis. Baginya, menulis adalah penyemangat jiwa laksana suplemen yang memberikan energi bagi tubuh.

    SEMESTA SEPI

    Ayah,
    Saat kutulis kisah ini , di luar hujan deras sekali
    Aku rindu padamu...
    Putaran kisah bermain dalam lingkaran ingatanku
    Kala hujan seperti ini
    Ayah biasa bercerita tentang Malinkundang anak durhaka
    Kancil dan buaya
    Si pahit lidah
    Serta beratus kisah yang membekas meronai jiwa
    Kau biarkan kami berempat  melingkar di depanmu berteman ubi rebus dan teh manis

    Suatu ketika ayah tertawa
    Saat ayah sadar aku sudah dewasa
    Ayah anggap aku tak suka lagi kancil dan buaya
    Ayah salah!
    Sampai detik ini pun aku masih rindu kisah itu

    Wahai...
    Alangkah cepatnya waktu berlalu
    Alangkah derasnya roda kehidupan berputar
    Langit biru yang bertubuh kekar semakin rapuh
    Angin malam yang bersyair sahdu semakin kelu
    Sedang aku?
    Aku harus melepas benang panjang layang-layang yang selama ini kugenggam!

    Hatiku terasa perih, ujung nurani semakin membeku
    Aku tak rela melepas sesuatu yang selama ini kugenggam
    Aku ingin dengar ceritamu tentang Malinkundang
    Kancil dan buaya
    Kisah si pahit lidah
    Tapi mungkinkah?

    Wahai...
    Alangkah cepatnya waktu berlalu
    Alangkah derasnya roda kehidupan berputar
    Aku tak rela melepas sesuatu yang selama ini kugenggam
    Tapi mungkinkah?
    Sudut hatiku membatin lirih
    Ayah, sekarang semesta terasa sepi.

    BIDADARI SUCIKU

    Bunda,
    Saat aku  kecil dulu,
    Bunda selalu bercerita tentang bidadari
    Makhluk cantik dan baik hati
    Selalu menolong orang yang susah,
    Menggapai tangan orang yang sengsara,
    Selalu menebar senyum kepada siapa saja!
    Bunda,
    Saat aku kecil,
    Aku selalu mengkhayal menjadi bidadari
    Makhluk cantik dan baik hati,
    Menghipnotis dunia dalam gerakan cinta

    Bunda,
    Sekarang aku tahu,
    Aku sangat tahu,
    Kaulah bidadari suciku!

    Catatan:
    Dua puisi di atas termaktub dalam buku kumpulan puisi “Dua Bilik Cinta” karya Yuniwati (FAM Publishing, 2015)

    Ingin menerbitkan buku & cetak majalah sekolah? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Puisi-Puisi Yuniwati Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top