• Info Terkini

    Wednesday, August 10, 2016

    Ulasan Puisi “Tangga-Tangga Luka” Karya Guy Le Feur (Bengkalis, Riau)

    Puisi ini semacam cinta bertepuk sebelah tangan, namun bisa juga sebagai cinta yang terlalu lama dipendam dan tidak berbuah, atau boleh jadi cinta yang dikhianati. 

    Pada baris-baris awal, penulis sudah berupaya menunjukkan derita melalui diksi "kematian", "racun", "bau tak sedap".

    Di bagian berikutnya, "pelajaran pertama dari semua rasa hati ini adalah luka" menunjukkan betapa terperosoknya sang pencinta, lalu membuatnya menyadari sesuatu. Jadi, ia tidak benar-benar "mati"; ia hanya merasa seakan mati karena lukanya. Maka dari itu, "tangga-tangga luka" coba si "aku" turuni. "Aku" pun mencoba yakin untuk menimbun luka itu dengan dendam.

    Bagian yang agak ganjil ada pada pemilihan kata "bergulir", yang artinya "menggelincir", yang lebih enak dibaca apabila diganti dengan kata "berguling", karena makna keduanya nyaris sama. Dalam puisi ini, penggunaan diksi "tangga" dirasa lebih cocok bila adegan yang dimaksud digambarkan melalui kata "berguling", bukan bergulir.

    Dari segi ejaan, puisi ini tampaknya sudah baik. Sedang dari segi kedalaman rasa sudah cukup mewakili perasaan patah hati dan semacamnya. Hanya perlu berlatih dan berlatih dalam mengolah diksi. Pemilihan diksi yang tepat dan efektif membuat setiap baris puisi kita semakin kuat, dan pesan yang ingin disampaikan pun dapat ditangkap oleh pembaca.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA 
    www.famindonesia.com

    TANGGA-TANGGA  LUKA
    (Hurt Of  Stairs)
    Karya: Guy Le Feur (IDFAM3100U)

    Aku menuruni tangga, dan aku bergulir di atasnya
    Saat perasaan terjaga, dan hati mulai rapuh oleh
    rasa cinta...
    nafsu jatuh lagi diatasnya.
    Mereka menoleh!
    Mengambarkan kesuramannya
    Pada nama pendek kematian  
    Tercemar oleh racun-racun
    dan bau tak sedap
    kesombongan

    Pelajaran pertama dari semua rasa hati ini
    adalah luka!
    dalam di celah-celah kesepian malam
    bersalah jadi lebih tebal
    dibongkah batu nisan
    hina

    Aku menuruni tangga, dan aku bergulir di atasnya
    kini, apakah aku yakin!
    Bangkai hidup memang lahir dari kejahatan dendam
    yang melumat luka di hati
    kita

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Tangga-Tangga Luka” Karya Guy Le Feur (Bengkalis, Riau) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top