• Info Terkini

    Friday, December 23, 2016

    Proses Menulis itu Asyik


    Proses dalam menulis memang butuh ketekunan. Bukan sekadar tekun lho! Tapi harus super tekun  :) ‘Sekadar’ dan ‘super’ jelas beda, kan? Kalau ‘sekadar’, artinya; cuma-cuma, tergantung mood, pengisi jeda, selingan, pokoknya alakadarnya-lah. Sedangkan ‘super’, bermakna lebih, sungguh-sungguh, maksimal, totalitas, fokus, de el el.

    Wajar kalau sebuah proses mengalami; berpayah-payah, berpeluh-peluh, berpikir keras, memungut ide, survey, wawancara, mengamati tingkah laku orang, banyak baca, nonton film, berekspresi, dll. Itu wajar. Segala hal yang berada di ruang proses, adalah ruang pengolahan untuk menghasilkan sesuatu. 

    Perjuangannya justru lebih banyak di ruang proses ini :)
    Tapi, jangan heran! Begitu tulisan Anda keluar dari ruang proses (disajikan di hadapan pembaca), beragam komentar akan muncul. Pro-kontra. Menarik-tidak menarik. Bagus-tidak bagus dan komentar-komentar lain, tanpa melihat perjuangan di ruang proses tadi.

    Komentar apa pun, tidak masalah. Yang penting, penulis tidak patah semangat dan terus menulis dengan ‘super tekun.’ Memperbaiki tulisan, menambah vitamin menulis, melakukan pencarian (kreatif) dan lainnya, yang menunjang ke arah ‘super’ tadi. Selama proses yang kita jalani itu, sudah menuju sungguh-sungguh dan maksimal, harus pe-de aja lagi dalam menyajikan tulisan. Jangan takut dikritik. “Ayo, sini-sini baca dan kritik”.  :)

    Ibarat memasak nih. Orang tahunya setelah masakan itu jadi. Tidak tahu perjuangan di dapur itu seperti apa. Tahunya, makanan terhidang di meja, mencoba, lalu berkomentar. Terkadang komentarnya pedaaaaas banget, lebih pedas dari cabai  :) Contoh nih komentar pedas; “Masakannya tawar, enggak ada rasa!”
    Masuk akal tidak, komentar itu? Hehe. Mana ada masakan tawar? Kecuali si pemasak tidak memasukan bumbu apa pun, alias disiram air putih doang  :) Tapi selama si pemasak, masukan bumbu. Entah itu garam, gula, bawang dan lainnya, pasti dong ada rasa! Bisa; asin, manis, ketar, pahit, asam—itu dia macam-macam rasa. Jadi, masalahnya bukan pada masakan, tapi pada lidah  :) Ssst…!

    Coba sesekali deh tengok ke dapur. Lihat ya, proses memasak di dapur itu seperti apa.

    Untuk menghasilkan satu masakan saja, proses pengolahannya sangat beragam. Bayangkan! Seorang pemasak, setelah menyiapkan bahan dasar dan mencucinya, ia harus memproses bahan dasar itu. Prosesnya banyak bangeeeet  :)

    Memotong, mencincang, memarut, mengupas! Ini 4 proses yang berbeda lho  :)

    Mengulek, melumat, menggiling, menumbuk! Ini 4 proses lainnya yang beda lagi lho  :)

    Mengaduk, mencampur, menabur, mengocok! Ini 4 proses yang lain lagi lho  :)

    Banyak bangeet kan, prosesnya? Belum lagi; menyaring, mengukur, menimbang, membakar, memanggang, mengukus, merebus, menggoreng dan lainnya. Wih, menyebutkan prosesnya saja sampai berkeringat  :) Apalagi, yang tiap hari berkutat melakukan prosesnya di dapur. Pasti sangat berkeringat  :)

    *Jadi kalau ibu-ibu/istri tertarik ingin mencoba makanan unik di restoran, rumah makan, café, depot dll, jangan marah-marah atau sensi  :) Biarkan, sesekali berikan dukungan. Why? Itu bagian dari proses untuk menghasilkan masakan enak. Dari mana ia tahu masakan enak, kalau tidak pernah mencoba berbagai macam rasa? Catat itu! *Abaikan paragraf ini, sebelum Anda naik pitam  :)

    Kesimpulan dari bergumam ini, pembaca bisa saja tidak menghargai proses menulis Anda. Akan tetapi Anda sebagai penulis—yang tahu betul proses menulisnya—jangan ikut-ikutan tidak menghargai karya sendiri. Rawatlah tulisan-tulisan itu dan tetaplah semangat untuk selalu ‘super tekun’  :) Selamat menulis!


    Keterangan: Tulisan ini sengaja disajikan dengan bahasa santai untuk berbagi semangat menulis

    [Aliya Nurlela, Penulis & Pegiat FAM Indonesia, Perempuan Inspiratif NOVA 2016 Kategori Seni Budaya] 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Proses Menulis itu Asyik Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top