• Info Terkini

    Kamis, 19 Januari 2017

    Bill Gates, Pendiri Perusahaan Komputer Microsoft

    Bill Gates jatuh cinta pada komputer sejak pertama kali melihatnya. Bill yang sejak kecil terkenal cerdas, menunjukkan kecintaannya itu dengan membuat klub pecinta komputer. Anggota klubnya terdiri dari anak-anak yang cerdas, termasuk Paul sahabatnya. Kebiasaan Bill yang suka begadang dan mengabaikan pelajaran sekolah, membuat orangtuanya bersikap tegas. Bill dijauhkan dari komputer.  

    Selama tidak bersentuhan dengan komputer, Bill banyak membaca buku ensiklopedi tokoh-tokoh besar dunia. Usia 13 tahun, Bill sudah punya pemikiran besar tentang komputer. Ia menyampaikan pada sahabatnya, Paul, harus bisa menjual sesuatu pada dunia melalui bisnis komputer. Kesempatan pertama datang, Bill dan sahabatnya dipercaya sebagai tester sistem keamanan perusahaan Computer Center Corp. Imbalannya bukan uang, melainkan boleh menggunakan komputer sesuka hati. Tentu saja, Bill sangat menyukainya.
    Berkat pekerjaan pertamanya, Bill dipercaya sebagai debugger di perusahaan kontraktor pertahanan. Ia juga diserahi tanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah. Setelah makin dipercaya, Bill dan Paul mendirikan perusahaan bernama Traf-O-Data. Di perusahaan kecil ini, mereka bekerja berdua, tanpa karyawan. Mereka berhasil membuat berbagai macam program baru, termasuk program untuk mengukur aliran lalu lintas. 

    Usia 20 tahun, Bill dan Paul mengontak Altair mengatakan bahwa memiliki software yang bagus, padahal saat itu mereka tidak memiliki software apa pun. Di luar dugaan, Altair tertarik. Setelah itu order pun berdatangan dari perusahaan-perusahaan besar, hingga keduanya mendirikan perusahaan komputer dengan nama Microsoft. Kejayaan Microsoft diperoleh setelah dipercaya sebagai mitra IBM untuk membuat software-softwarenya. 

    Setelah kaya raya, Bill menikah di usia 37 tahun dengan pesta yang sangat mewah. Ia memesan semua hotel di Hawai dan mobil sewaan. Bill juga aktif dalam kegiatan sosial dan menyumbangkan lebih dari 50% total kekayaannya. Ia membeli jet pribadi seharga lebih dari 500 miliar rupiah. Hal itu dilakukannya untuk menghemat waktu. Menurutnya, waktu adalah hal yang sangat penting dan harus digunakan secara efektif. Ia tidak mau buang waktu menunggu di bandara dan membeli tiket. Uniknya, Bill tidak mau memasang televisi di rumah. Menurutnya, TV akan memberikan efek yang tidak baik bagi asupan otaknya dan anak-anaknya. Sebagai gantinya, ia memasang sebuah peta dunia berukuran besar yang digunakan untuk menghapal wilayah ekspansi bisnisnya. 

    [Cerita ini dikutip dari kisah nyata Bill Gates, berbagai sumber/sudah saya ringkas] 

    Hobi jika dipupuk dengan baik, akan menjadi profesi yang menghasilkan dan bermanfaat. 


    *)Aliya Nurlela, Penulis & Pegiat FAM Indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Bill Gates, Pendiri Perusahaan Komputer Microsoft Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top