Skip to main content

Meniti Indahnya Pelangi

Judul: Meniti Indahnya Pelangi
Penulis: Eko Santoso & Bu Eko
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-335-211-1
Terbit: Maret 2017
Tebal: vi + 200 hal; 14 x 21cm
Harga: Rp47.000,- (belum ongkir)

Meniti Indahnya Pelangi adalah sebuah judul buku antologi kami yang pertama Mengupas perjalanan hidup cinta kami pada yang Maha Pemberi Hidup, Pada kekasih hati dan masyarakat. Dengan terbitnya buku perdana kami ini, berharap bisa menerbitkan lagi buku-buku selanjutnya. Menulis puisi adalah hiburan kami dan pelepas lelah usai kerja.

Kami sangat setuju dengan apa yang pernah diungkapkan seorang pujangga Indonesia Pramudya Ananta Toer bila hidupmu sangat singkat perpanjanglah dengan menulis. Dan kami berdua (aku dan istriku) sangat hobi menulis, hobi ini awalnya hanya kami tulis di kertas-kertas, di buku-buku, kami kumpulkan.

Alhamdulilah sejak kami mengenal FB dan komputer, sarana menulis kami sangat mudah tersalurkan. Akhirnya semua apa yang kami tulis ada manfaatnya, serta tidak lupa kami mengharap kritik dan saran membangun dari para pembaca agar tulisan kami lebih mengena dan indah dibaca dan ditelaah. Harapan kami semoga tulisan kami menjadi sebuah karya yang menghias perjalanan hidup kami, paling tidak sebagai tanda bahwa kami pernah ada.

Akhir kata, semoga Allah selalu membimbing harapan dan keinginan kita yang mulia semoga apa yang kami kerjakan ini juga termasuk langkah yang mulia. Amin.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau via email aktifmenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami diwww.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…