• Info Terkini

    Jumat, 17 Maret 2017

    Naguib Mahfouz, Novelis Terbesar Mesir


    Naguib Mahfouz lahir 1911 di Gamaliya, Kairo. Ia dikenal sebagai novelis terbesar Mesir. Mahfouz dibesarkan dalam kehidupan keluarga muslim kelas menengah ke bawah, memiliki 4 saudara perempuan dan 2 saudara laki-laki.
    Di masa kecilnya, ia menderita penyakit sejenis epilepsy, yang memaksanya untuk selalu berdiam di rumah. Waktu sekolah, pendidikan yang ditempuhnya tidak ada kaitan dengan bidang kesusastraan. Murid-murid di sekolah itu lebih diarahkan untuk menguasai Bahasa Arab dan kebudayaan. Namun, berkat penguasaan Bahasa Inggris dan Perancis, Mahfouz mengenal karya-karya fiksi.

    Mahfouz, yang lama bekerja sebagai pegawai negeri, kemudian menjabat sebagai Direktur Badan Sensor di Biro Seni. Selanjutnya menjadi Direktur Yayasan Pendukung Bioskop, hingga akhirnya menjadi konsultan di Kementrian Kebudayaan. 

    Mahfouz menjadikan tempat kelahirannya sebagai latar dalam novel-novelnya. Sejumlah karya penulis Arab, ikut memengaruhi alam pikirannya. Seperti cerita-cerita detektif karya Khafid Naguib. Termasuk cerita-cerita romantis yang menjadi idola anak muda saat itu. Kekagumannya terhadap sejarah raja-raja Fir’aun Mesir menjadi sumber inspirasi juga baginya. 

    Naguib Mahfouz dianggap sebagai novelis terbesar di dunia Arab, karena melalui karya-karyanya ia berhasil menggambarkan berbagai perubahan yang terjadi di Mesir. Ia berhasil mencerminkan hubungan antara wanita dengan pria, bidang keagaamaan dan keduniawian, serta masalah kemiskinan. Ia dilukiskan sebagai pengarang yang peka terhadap berbagai isu ketimpangan sosial. 

    Ia menerbitkan lebih dari 30 novel. Banyak dari novelnya yang mula-mula diterbitkan dalam bentuk seri, termasuk “Anak-anak Gebelawi” dan “Lorong Midaq”—yang diadaptasi menjadi film di Meksiko. Karyanya “Anak-anak Gebelawi” (1959) dianggap karya terbaik Mahfouz, namun sempat dilarang beredar karena dianggap menghujat agama. Setengah dari novel-novel karyanya sudah difilmkan. 

    Mahfouz juga menulis cerpen, drama dan artikel. Ia termasuk penulis produktif. Karya-karyanya sudah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Tahun 1988, Naguib Mahfouz mendapat penghargaan Nobel Bidang Sastra. 

    “Setiap orang memeluk rahasianya sendiri, memilikinya untuk diri-sendiri. Setiap waktu yang kita lalui membutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan.”~Naguib Mahfouz

    [Cerita ini dikutip dari kisah Naguib Mahfouz, berbagai sumber/sudah diringkas]

    Ketekunan dalam berkarya adalah proses yang harus dijalani seorang penulis.

    *)Aliya Nurlela, Penulis & Pegiat FAM Indonesia

    Sumber foto: Google


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Naguib Mahfouz, Novelis Terbesar Mesir Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top