Skip to main content

Update Final Nama Penulis dan Judul Buku yang Diluncurkan dalam Event Gebyar Launching Massal 60 Buku Terbitan FAM PUBLISHING


Acara peluncuran Sabtu, 25 Maret 2017 di Perpusda Mastrip Pare.

 

“Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat Melalui Buku Karya Anak Negeri”

 

Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z



1.      Ade Putra (Payakumbuh)-Buku puisi “Aku adalah Aku”
2.      Abdul Ali Askhan (Padang)-Novel “Sekeping Hati Dibawa Berlari”
3.      Agus Salim (Sidoarjo)-Buku puisi “Aku Rindu Aku Sujud”
4.      Asri Dyarti (Bengkulu)-Buku puisi “Cahaya Tasbih Semesta”
5.      Angga Kusuma Dinata (Ciamis)-Buku puisi “Nekropolis”
6.      Aynia Ashfa (Blitar)-Buku puisi “Syair Cinta tak Berkesudahan”
7.      Darwan Chania Ditarora (Lombok)-Buku puisi “Ratapan Anak Negeri”
8.      Dedi Saeful Anwar (Cianjur)-Buku Esai “Beyond The Dream”
9.      Dedi Saeful Anwar (Cianjur)-Buku FTS “Pulang”
10.  Dedi Saeful Anwar (Cianjur)-Buku Puisi “Tentang Negeri Dua Per Tiga Air”
11.  Dirzan Zoryadi (Padang)-Buku Puisi “Seuntai Bait Kata”
12.  Eko Santoso & Bu Eko (Kediri)-Buku puisi “Meniti Indahnya Pelangi”
13.  Erina Budi Purwatiningsih (Kediri)-Buku puisi & cerpen “Panorama Cinta”
14.  Fetri Ramadhani (Padang)-Buku puisi “Untuk Cinta yang Pernah Singgah”
15.  Fitria Kamta (Padang)-Buku puisi “Sendu”
16.  Fitria Anis Kurly (Malang)-Novel “Le Dernier Roman”
17.  Guy Le Feur (Bengkalis)-Buku puisi “Viva La France”
18.  HM Supriyono (Blitar)-Buku cerpen “Dua Bidadari”
19.  Hayuningtyas Pramesti (Bekasi)-Novel “Rahasia Mesin Waktu”
20.  Ihsanudin (Blitar)-Novel “Buih-buih Sabda Cinta
21.  I.F. Donne (Jakarta)-Buku cerpen “Soejinah”
22.  I.F. Donne (Jakarta)-Buku cerpen “Dunia Luka”
23.  I.F Donne (Jakarta)-Novel “Alinea Terakhir Kheista”
24.  I.F Donne (Jakarta)-Novel “Danau Bulan”
25.  I.F Donne (Jakarta)-Buku puisi “Kematian Rupawan Analekta Puisi”
26.  Ilham Hidayat (Bulukumba)-Buku puisi “Cita Cinta”
27.  Indah Yulianti (Balikpapan)-Buku cerpen “Balon-balon Orin”
28.  Latifah Latif (Ende, NTT)-Buku puisi “Aku dalam Untaian Puisi”
29.  Meike Sumeler (Jakarta)-Buku puisi & cerpen “Sayap-Sayap Cinta”
30.  Mia Karneza (Padang)-Buku puisi “Aku Mencintai Seperti Mencintai Kunang-Kunang”
31.  Muhammad Lefand (Sumenep)-Buku puisi “Kronologi Imaji 114 Sajak”
32.  Muamanati (Papua)-Buku puisi “Noken”
33.  Muhammad Suharto (Depok)-Buku puisi “Surga Firdaus Menantimu”
34.  Muhammad Bintang Al-Rizal (Lampung)-Buku puisi “Mahakarya”
35.  Najla Al-Faiq (Malang)-Novel “Sepasang Mata Biru Jihyun”
36.  Nashrurrahman Priyatna (Bandung)-Novel “Simpul Mati Tali Cinta”
37.  Nuha Fidaraini (Jateng)-Buku puisi “Rindu dalam Pelukan Senja”
38.  Noperman Subhi (Palembang)-Nonfiksi “Memotret Guru dari Kejauhan”
39.  Raflis Chaniago (Painan, Sumbar)-Buku cerpen “WC”
40.  Razka Gusni (Pariaman, Sumbar)-Novel “Dunia di Tanganku dan Akhirat di Hatiku”
41.  Rahmi Mardatillah (Jeneponto, Sulsel)-Buku puisi “Ejaan Cinta Memang Begini Adanya”
42.  Refdinal Castera (Padang)-Novel “Dahsyatnya Kekuatan Mimpi”
43.  Risyda Munawarah K (Padangpanjang)-Novel “Duka Beruntun”
44.  Rohana (Palangkaraya)-Buku puisi “Kenangan Singkat Bersamamu”
45.  Saeful Rokhman (Cilacap)-Novel “Kumandang Takbir Cinta”
46.  Sadri Ondang Jaya (Aceh Singkil)-Buku cerpen “Memoar Jihad Siti Ambia”
47.  Sanjaya Koembara (Karawang)-Buku cerpen “Diary Dua Delima”
48.  Sigit Jaya Herlambang (Jakarta)-Buku puisi “Panduan Dasar Bersunyi”
49.  Tajuddin Noor Ganie (Banjarmasin)-Buku puisi “Perahu Ilalang”
50.  Tutuk Jatmiko (Situbondo)-Buku nonfiksi “Media Pembelajaran Berbasis Android Menggunakan APPSGeyser”
51.  Priyoga Utama (Jambi)-Nonfiksi “Sekeping Cahaya dari Sudut Desa 2”
52.  Osella (Kepulauan Selayar)-Novel “Passanderang Princess
53.  Wardah Mimi (Medan)-Novel “Setetes Air Mata di Hari Pertunangan”
54.  Wirdanengsih (Padang)-Nonfiksi “Cinta Pink Jilbaber”
55.  Yudha Prima (Surabaya)-Buku esai “Mana Jejak Kita?”
56.  Yovi Guantara Tanjung (Bengkulu)-Buku puisi “Kembang Surau”
57.  28 Penulis (antologi cerpen) “Padamu Aku Bercerita”
58.  60 Penulis (antologi puisi) “Kebersamaan dalam Keteduhan Jiwa”
59.  51 Penulis Perempuan (antologi profil) “51 Profil Perempuan Inspiratif”
60.  5 Penyair (antologi puisi) “Setanggi Junjungan”


Salam aktif.
FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…