• Info Terkini

    Saturday, April 15, 2017

    Menyikapi Manis dan Getir Masalalu


    Dalam waktu-waktu tertentu, adakalanya kita rindu dengan ‘masalalu’ hingga kita berusaha mengotak-atiknya, mencoba bersua kembali, tapi adapula yang sedang menempa diri untuk melupanya. Tak ada salah tentang sikap kita terhadap ‘masalalu’, karena setiap orang punya kisah yang berbeda mesti intinya hanya dua, manis yang pantas untuk dikenang serta getir sehingga perlu dilupa namun justru mendewasakan pikir dalam bersikap.

    Lalu, bagaimana melalui pahitnya masa lalu yang kerap menghalau diri untuk melaju?
    Faktanya, banyak cara dipilih meski kadang cara itu kurang baik. Namun, meski masa lalu kita tak manis, bukankah lebih baik kita coba jadikannya legit?

    Mungkin terdengar terlalu teoritis. Tapi hidupmu bukankah lebih utama?

    1.      Berdamailah dengan masa lalu.

     “Aku pernah percaya padanya dan ternyata dia tak pernah menghargainya”. “Aku tak mau bersua dengannya. Titik!” dan berjuta kalimat pilu lainnya.

    Pernah mendengar pepatah, kau harus jatuh dulu sebelum mendaki lagi ke puncak? Mungkin itu yang Tuhan inginkan dari kita. Sebelum mendapatkan yang superior, kita perlu latihan kesabaran, kesetiaan, ikhlas, tulus, serta tangguh.

    2.      Tarik napasmu dalam-dalam dan katakan, “Tuhan, Aku ikhlas”.

    Kalimat ini mungkin terdengar klise. Tapi kau akan mendapat semangat berlipat seusai mengucapkannya. Yang perlu kau tanamkan dalam hatimu adalah merelakan. Tak mudah, butuh waktu, pasti. Tapi percayalah kau bisa.

    3.      Aktif kembangkan passion-mu.

    Karena pernah terfokus pada suatu hal ataupun saat ingatan masa lalumu mencuat, mungkin akan timbul perasaan malas atau jenuh. Ayo, hapus rasa itu. Kau pasti punya kegemaran tertentu, misal berenang, membaca, belanja, menulis, atau sekadar nongkrong di kafe. Selain akan mengalihkan pikiranmu dari bayang-bayang masa lalu, bisa jadi kau akan mendapat kenalan baru, inspirasi, atau hiburan yang menyenangkan.

    Sekali lagi, seperti saat kau punya keinginan menuju tingkat atas sebuah gedung. Kau harus berjalan perlahan melewati anak-anak tangga ataupun menunggu sekian waktu saat menggunakan lift. Tak ada proses yang instan. Namun, anggaplah ini proses pendewasaanmu dan pasti merupakan skenario indah dari Tuhan untukmu. Hadapi, lalui, dan perkuat jati diri! Have a happy times. */ern

    *)Erina Budi Purwantiningsih lahir di Kediri, 18 November 1997. Dan kini sedang menempuh pendidikan di Kampus 3 Universitas Negeri Malang Prodi PGSD tahun kedua. Beberapa karyanya penah dibukukan.  
    Sumber foto: google
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menyikapi Manis dan Getir Masalalu Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top