Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Sekeping Cahaya dari Sudut Desa 2

Judul:Sekeping Cahaya dari Sudut Desa 2 Penulis:Priyoga Utama Kategori: BukuNon Fiksi ISBN:978-602-335-233-3 Terbit: Mei 2017 Tebal: 161 hal; 14 x 21 cm Harga: Rp45.000,- (Harga belum termasuk Ongkir)
Priyoga Utama Lahir di desa PENTAGEN atau Pendung Talang Genting16 November 1995 Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Jenjang Pendidikan SD negeri 2/III Pentagen, SMP Negeri 2 Danau Kerinci, SMA N 6 Kerinci dan kini sedang mengenyam perkuliahan S1 di Universitas Negeri Padang pada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.
Hidup bagaikan siang dan malam berputar silih berganti, hidup adalah keseimbangan bagi yang tidak mampu bertahan akan terjatuh tenggelam di tengah samudera kehidupan. Penulis juga menyakini falsafah bahwa kehidupan adalah perjuangan tiada waktu untuk berpangku tangan.
Teruslah berlayar sahabat,pertahankan perahumu jangan sampai tenggelam di tengah-tengah samudra kehidupan yang sangat luas ini, jadilah nakhkoda yang andal dalam menghadapi laut…

Cerita Rakyat Daerah Seluma

Judul:Cerita Rakyat DaerahSeluma Penulis:Yesi Fitri Hayati, M.Pd Kategori: BukuDongeng ISBN: 978-602-335-252-4 Terbit: Mei 2017 Tebal: vi + 99 hal; 14 x 20cm Harga: Rp32.000,- (Harga belum termasuk Ongkir)
Anak tiga bersaudara namanya Kulak, Cupak, Canting. Kulak anak yang tertua, Cupak anak kedua, dan si bungsu Canting. Mereka bertiga hidup miskin. Walau hidup miskin mereka mempunyai cita-cita, Kulak dan Cupak memiliki cita-cita sederhana, makan beras padi baru, terong rebus diberi ikan asin, gulai cabaigoreng. Berbeda dengan si bungsu Canting, yang bercita-cita menjadi Raja. Walau diusir dari rumah dan dimusuhi kedua kakaknya, Canting berusaha mewujudkan ciya-citanya menjadi Raja. Canting tidak pernah membalas sakit hatinya kepada kedua kakaknya. Setelah terwujud, Canting tetap mengajak kedua kakaknya untuk tinggal bersama dan hidup bahagia.
*
JEMO TIGO BEGHADING Jemo tigo beghading namoyo sughang Kulak, Cupak, Canting. Nyo tuo Kulak, nyo tengah Cupak, nyo bungsu Canting. Nah itula cerito ugha…

Rohana, Penulis buku puisi "Kenangan Singkat Bersamamu"

Rohana,S.Pd.I  adalah seorang PNS kelahiran Palangkaraya. Buku kumpulan puisi "Kenangan Singkat Bersamamu" karyanya diikutsertakan dalam Gebyar Launching 60 buku terbitan FAM Publishing pada Sabtu, 25 Maret 2017 di Perpustakaan Daerah Mastrip Pare, Kediri.

Prestasi di bidang kepenulisan, di antaranya Harapan II Lomba Cipta Puisi Guru Se-KalTeng tahun 2005, Kumpulan Puisinya "Ketika Setan Bicara" menerima Bansos Calon Penulis dari Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional tahun 2009, Juara Terfavorit dalam Event yang diadakan Grup Diksi, Juara 6 Event Menulis Artikel Sajak-Sajak Anak Negeri, beberapakali menjadi Pemenang Event Artikel, Pantun dan Quotes.

Karya Antologi bersama penulis lainnya yang diterbitkan bersama FAM Publishing adalah antologi puisi Dua Menit Satu Detik Jilid 2, antologi puisi akrostik Kilau Zamrud Khatulistiwa, Antologi Kisah Inspiratif Membelah Rimba Kota, Ensiklopedi  Penulis Indonesia Jilid 6.

Karyanya yang pernah dimuat dalam buku Antologi dari pene…

Tiga Resep Ampuh untuk Penulis Pemula; Menulis! Menulis! Menulis!

By: Mister Hadi

Dalam suatu acara pelatihan kepenulisan yang disampaikan oleh salah satu penulis yang sangat produktif di Indonesia. Penulis tersebut melempar sebuah pertanyaan kepada para peserta pelatihan menulis. Ia bertanya; Bagaimanakah cara untuk menjadi penulis pemula yang hebat? Beberapa dari peserta pelatihan menulis tersebut ada yang mengangkat tangan tanpa ragu langsung menjawab; “Harus rajin membaca Pak” jawabnya. Sang Penulis itu kembali memberikan kesempatan kepada peserta lain untuk menjawab, “Belajar menulis paragraph pendek Pak” kemudian yang lain lagi menjawab “Sering menulis di buku diary pak” “Harus banyak belajar menulis pak” “Sering ikut pelatihan menulis pak”. Baiklah, semua jawabannya benar. Namun yang paling benar adalah untuk bisa menjadi seorang penulis pemula ada tiga resep. Yang pertama Menulis! Yang kedua Menulis! dan yang ketiga adalah Menulis! Jika Anda semua melakukan tiga resep ini, maka Anda akan menjadi seorang penulis pemula yang hebat. Sejenak para…

FAM Palembang Gagas Forum Literasi Palembang Darussalam Bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Palembang

PALEMBANG - Forum Aktif Menulis (FAM) menghadiri undangan pertemuan antar komunitas literasi Palembang, di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Palembang, Jl. Bambang Utoyo, 5 Ilir, Ilir Tim. II, Kota Palembang, Senin (22/5/17). Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Palembang sebagai pihak penyelenggara turut menggandeng Komunitas Sobat Literasi Jalanan.
Acara yang berlangsung lancar itu melibatkan peserta untuk aktif menyampaikan aspirasinya.
"Hal ini perlu dilakukan karena kurangnya minat masyarakat Kota Palembang dalam dunia literasi" kata Hanafiah, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Palembang.
Ia juga menambahkan, bahwa pihaknya sangat terbuka untuk membantu semua hal terkait kegiatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat kota yang kita cintai.
Dari diskusi tersebut, menghasilkan beberapa keputusan di antaranya sepakat membentuk Forum yang mewadahi komunitas literasi yaitu Forum Literasi Palembang Darussalam. Forum ini siap bersinergi dalam meningkatkan minat baca d…

Memaknai Kegagalan sebagai Modal Kesuksesan

By: Nuryadin 
Sebagian besar kita mungkin pernah mengalami dan merasakan secara langsung yang namanya kegagalan. Entah itu gagal dalam pekerjaan, pendidikan, kompetisi, pertandingan, persahabatan, menjalin hubungan dengan orang terkasih, dan dalam berbagai aspek kehidupan lainnya. 
Saat mengalami suatu kegagalan respon kita biasanya beragam. Ada yang menerima kegagalan dengan lapang dada dan perasaan legowo. Ada yang menanggapinya dengan sikap biasa-biasa saja. Dan ada juga yang meratapi, menyesali, dan menyalahkan diri sendiri ataupun pihak lain atas kegagalan yang dialami. 
Tentu hal-hal tersebut wajar terjadi. Karena kegagalan pada dasarnya memang mendatangkan perasaan yang tidak mengenakkan. Siapa sih yang ingin gagal? Semua orang pasti ingin apa yang dilakukan dalam hidupnya berhasil dan sukses. 
Namun kita harus memahami bahwa kegagalan merupakan suatu hal yang lumrah adanya. Kegagalan itu sendiri laksana siklus kehidupan. Ia adalah pasangan dari sebuah kesuksesan. Keduanya terus be…

51 Profil Perempuan Inspiratif

Judul: 51 Profil Perempuan Inspiratif Penulis: 51 Penulis Kategori: Kisah Inspiratif ISBN: 978-602-335-202-9 Terbit: Desember 2016 Tebal: 307 hlm; 14 x 20 cm Harga: Rp 60.000,- (belum ongkir)
Aliya Nurlela, Alifah Ardiani, Ayudya Fitri, Azizah Nur Laily Rahmawati, Aida Azizah, Desy Widya Irawati, Devi Yulianti Wafiah, Dewi Puspasari, Diana Nur As Putri, Diantika I. E, Endang Fitriani (Pipit El Fitri Sukirno), Eka Prasetyaningsih, Elsa Febriani, Erfin Nur Listiyani, Hidayati Nur, Hotnida Sari Harahap, Ikhyari Fatati Noryana, Indah Permata Sari, Irfiani Triastari, Kiki Amaliah, Kurnia Martlina MP, Lia Harnita, Linda Mardianti Rukmana (Anna Ayahiyah), Maria Ulva, Mega Novianingsih, Meike Sumeler, Murni Dwi Prastiwi, Najah Khoiriyah, Nelvia, Nisa Desiani Aohana, Nova, Nur Fathma Wani, Nurjannah, Nurrahmah, Nurus Samawati Annisa, Puspitanika Widari, Qurratu A’yunin, Rahmatika Dwi Putri, Renia Septiani, Riniwati (Syifa An-Nabila), Rita Sri Wahyuni, Rizki Hayana, Rizqiyanti Utami, Sahari Ramadhani,…

Penerbitan Antologi Cerpen Bertema "Cinta Bernilai Dakwah"

Yuk, terbitkan buku cerpen bersama!
[Tema Cerpen “Cinta Bernilai Dakwah”]

Dibuka: 25 Mei 2017
Deadline: 25 Juli 2017

Bulan Ramadhan segera tiba. Dalam rangka mengagungkan Bulan Ramadhan tersebut, FAM BUKU kembali mengajak Anda untuk aktif dan kreatif berbagi tulisan melalui cerpen-cerpen menarik bertema “Cinta Bernilai Dakwah.”

Anda bisa menuliskan tentang hubungan cinta anak-orangtua, kakak-adik, antar sahabat, suami-istri dll. Cerpen tidak harus bercerita kisah nyata diri-sendiri. Anda boleh terinspirasi dari kisah siapa saja, atau sekadar imajinasi belaka. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan, cerpen yang ditulis harus sesuai tema yang telah ditentukan serta mengandung nilai-nilai kebaikan (dakwah).

Karya Anda yang lolos seleksi akan dibukukan. Hanya dipilih 35 karya penulis!

Namun ingat ya, berhubung ini buku antologi bersama, FAM BUKU sebagai pihak penyelenggara hanya membantu seleksi naskah, menerbitkan jadi buku, promo dan memberikan piagam kepada semua penulis yang tercantum dal…

Lomba Menulis “Kata Mutiara Inspiratif” Bertema Ramadhan dan Idul Fitri

Dibuka: 25 Mei 2017
Deadline: 25 Juni 2017
Pengumuman Pemenang: 15 Juli 2017
Salam literasi!
FAMili, apa kabar Anda hari ini? Semoga sehat dan terus aktif berkarya. Kali ini FAM mengundang keaktifan Anda kembali dalam event berikutnya: “Lomba Menulis Kata Mutiara Inspiratif bertajuk Ramadhan dan Idul Fitri”.
Seperti lomba yang sama sebelumnya, kata mutiara yang Anda tulis diharapkan dapat membangkitkan semangat banyak orang untuk berkarya, inspiratif, menggugah, dan mengandung pesan-pesan yang dapat dijadikan renungan.
Syarat dan ketentuan lomba sebagai berikut:
1. Peserta terbuka untuk umum, gratis (tidak dipungut biaya apa pun), baik sebagai anggota maupun nonanggota FAM Indonesia.
2. Kata Mutiara bertema Ramadhan dan Idul Fitri.
3. Karya harus original (asli), bukan saduran apalagi ‘mencomot’ karya orang lain (plagiat).
4. Panjang Kata Mutiara maksimal 3 (tiga) baris, boleh dilengkapi dengan gambar/ilustrasi pendukung. Gambar yang diambil dari google harus mencantumkan sumbernya ketika dipos…

Penerbitan Antologi Puisi Bertema “Sajak-Sajak Ramadhan”

Yuk, terbitkan buku puisi bersama!
[Puisi Bertema “Sajak-Sajak Ramadhan”]
Dibuka:25 Mei 2017
Deadline:25 Juni 2017
Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Bulan pengampunan, penuh rahmat dan berkah. Bulan yang sangat dirindukan kaum muslimin. Pada bulan ini, orang berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah berharap mendapat ganjaran berlipat dan ampunan.
Dalam rangka mengagungkan Bulan Ramadhan,FAM BUKUmengajak Anda untuk aktif dan kreatif berbagi tulisan melalui puisi-puisiindah. Berdakwah melalui syair-syair indah yang mengandung pesan-pesan moral, dengan tema “Sajak-sajak Ramadhan.”
Karya Anda yang lolos seleksi akan dibukukan. Hanya dipilih 50 karya penulis!
Namun ingat ya, berhubung ini buku antologi bersama, FAM BUKU sebagai pihak penyelenggara hanya membantu seleksi naskah, menerbitkan jadi buku, promo dan memberikan piagam kepada semua penulis yang tercantum dalam buku. Buku akan diterbitkan secara indie/self publishing. Sedangkan biaya penerbitan, diusung bersama oleh penulis yang terpilih …

Pertemuan Rutin FAM Sorong, Papua

Minggu, 14 Mei 2017 FAM Sorong mengadakan Kopdar (Kopi Darat) yang berlokasi di taman STIKIP Muhamadiyah Sorong. Anita Firdaus, selaku pengisi materi, membawakan tema "Membiasakan Membaca" sebagai topik bahasan.

Kopdar yang dilakukan oleh FAM Sorong tidak hanya fokus pada diskusi kepenulisan, tapi juga sebagai momen silaturrahim dengan anggota lainnya yang sebelumnya tugas KKN di desa, di antaranya; Riffa Sarifah, R. Maulinisa, Husnu Zukhruf dan Retnaning Tyastuti. Para peserta kopdar cukup semangat dan antusias mengikuti acara meskipun dalam kondisi gerimis. Beberapa agenda ke depan sudah dirancang dalam rangka memajukan literasi di Kota Sorong [FAM]
Laporan pengurus FAM Sorong, Papua

Kemerdekaan, Sebuah Inspirasi Bagi Kaum Muda

By: Repa Mustika
Setiap tanggal 17 Agustus, kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang kita cintai. Dalam benak kita sebagai generasi penerus bangsa adalah hasil jerih payah, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia oleh para pahlawan dan proklamator bangsa ini. Apa sebetulnya makna dan tujuan kita mengadakan peringatan hari kemerdekaan itu? makna tersebut tak dapat kita pungkiri lagi bahwa makna yang dapat kita petik antara lain sebagai berikut. Pertama,mendoakan para pahlawan dan mengenang pengorbanan mereka.
Kedua, menimba teladan hidup dari mereka. Ibarat mercu suar di tepi laut, yang menjadi pedoman bagi semua nelayan, para pahlawan itu adalah penunjuk arah yang jelas bagi kehidupan kita, sekarang dan masa depan yang penuh tantangan dan harapan.
Inspirasi apakah yang diwariskannya? Inspirasi dan nilai-nilai yang dapat kita ambil dari peristiwa menjelang detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia.
Cita-cita para pahlawan yaitu kemerde…

Pentingnya Pengendapan dalam Menulis

Oleh Syukur Budiardjo
Penyair layaknya menulis puisi berdasarkan pengalaman yang mengkristal. Bisa jadi pengalaman ini menjadi lahan yang tak pernah kering. Selain itu, pengalaman yang mengkristal tersebut akan menjadi bahan tulisan yang sangat menarik.
Jasmani dan rohani penyair yang berolah pikir dan berolah rasa secara intensif dalam mengolah pengalaman tentu dapat menghasilkan karya tulis kreatif puisi yang bukan “puisi instan”. Proses penciptaannyalah yang membuat puisi ini akan terperosok sekadar menjadi “puisi instan” atau bukan. Analogi dari “puisi instan” adalah “makanan instan”, misalnya mie instan. Dengan cukup memasak air dua-tiga gelas, menyiapkan telor ayam atau bebek, merobek bungkus mie instan, memisahkan bumbu dan cabenya, lalu tunggu sebentar! Air yang mendidih dalam beberapa menit kita tuangi telor! Bumbu dan cabe kita tuangkan ke dalam mangkok atau piring. Mie dan telur yang sudah matang kita tuangkan ke dalam piring! Kita aduk-aduk hingga merata dengan sendok atau gar…

Pengumuman Pemenang Sayembara Cipta Puisi “BUMI” FAM Indonesia 2017

PENGURUS Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Rabu, 10 Mei 2017, malam ini, mengumumkan Pemenang Sayembara Cipta Puisi bertajuk “Bumi” dalam rangka memperingati Hari Bumi 22 April. (FAM Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas pengunduran pengumuman lomba dikarenakan jumlah naskah yang masuk mencapai lebih 1.400 puisi). Setelah membaca keseluruhan puisi, memilih naskah-naskah terbaik, maka Tim FAM Indonesia memutuskan nama-nama dan judul puisi pemenang sebagai berikut: JUARA 1:
A. Warits Rovi (Sumenep)
BERCINTA DENGAN BUMI JUARA 2:
Irawan Sandhya Wiraatmaja (Jakarta)
BUMI YANG BERAIR MATA JUARA 3:
Abdul Warits (Sumenep)
ELEGI SEPANJANG KENANGAN Tim FAM Indonesia juga menetapkan 7 (Tujuh) Puisi Pilihan sebagai berikut: 1. DI KOTA YANG PURBA (Arif Hukmi, Makassar) 2. KELIS (Anwar Noeris, Yogyakarta) 3. DI ANTARA RAHIM-RAHIM IBU (Dewi R. Maulidah, Surabaya) 4. BUMI (Holik Wonorogo WF, Madura) 5. DI HALAMAN BELAKANG DAN HAL-HAL SEDERHANA DI MASA LALU (Alfa Anisa, Blitar) 6. BERKENALAN DENGAN BUMI…