Skip to main content

FAM Palembang Gagas Forum Literasi Palembang Darussalam Bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Palembang


PALEMBANG - Forum Aktif Menulis (FAM) menghadiri undangan pertemuan antar komunitas literasi Palembang, di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Palembang, Jl. Bambang Utoyo, 5 Ilir, Ilir Tim. II, Kota Palembang, Senin (22/5/17). Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Palembang sebagai pihak penyelenggara turut menggandeng Komunitas Sobat Literasi Jalanan.

Acara yang berlangsung lancar itu melibatkan peserta untuk aktif menyampaikan aspirasinya.
"Hal ini perlu dilakukan karena kurangnya minat masyarakat Kota Palembang dalam dunia literasi" kata Hanafiah, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Palembang.

Ia juga menambahkan, bahwa pihaknya sangat terbuka untuk membantu semua hal terkait kegiatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat kota yang kita cintai.

Dari diskusi tersebut, menghasilkan beberapa keputusan di antaranya sepakat membentuk Forum yang mewadahi komunitas literasi yaitu Forum Literasi Palembang Darussalam. Forum ini siap bersinergi dalam meningkatkan minat baca dan tulis masyarakat Kota Palembang, serta membuat agenda bersama, rutin dan terjadwal dengan melaporkan masing-masing kegiatan komunitas.

Untuk kelanjutan agenda tersebut, masing-masing komunitas literasi diharapkan untuk menyampaikan program kerjanya terkait kemajuan literasi di Kota Palembang. FAM Palembang sendiri telah mencanangkan agendakan Kelas Menulis 'Goes to school and campus' sebagai program kerjanya bersama Forum Literasi Palembang Darussalam, yang merupakan gabungan dari beberapa komunitas seperti Sobat Literasi Jalanan, Turun Tangan Palembang, Palembang Mime Club dan Teater Wong Gerot, Kota Kata dan OI Mania di bawah naungan Dinas Arsip dan Perpustakaan kota Palembang.

Laura Sylvia, perwakilan peserta FAM Palembang mengatakan acara ini sangat bermanfaat. Dari acara ini kita menjadi tahu bahwa kita punya satu visi yang sama, yaitu menumbuhkan atau meningkatkan minat baca masyarakat kota palembang dan sudah semestinya bergabung demi tercapainya visi tersebut.

"Melalui acara ini, ke depannya semua aspirasi dari setiap komunitas bisa direalisasikan bersama-sama dengan dinas terkait tanpa terkendala terkait izin" ujarnya.

Laporan: Pipit Sukirno (Pengurus FAM Palembang)

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…