• Info Terkini

    Selasa, 20 Juni 2017

    Menulis Itu Tidak Perlu Nilai


    By: Najla Al-Faiq

    Menulis adalah satu aktivitas yang  kita lakukan sejak masih kecil. Namun menulis di bahasan ini bukanlah menulis abc seperti yang dilakukan anak Sekolah Dasar. Melainkan menulis sesuatu yang itu akan bermakna bagi orang-orang di sekitar, seperti puisi, cerpen, novel, esai ataupun artikel. 

    Tidak sama halnya seperti pelajaran di sekolah, menulis itu tidak perlu dinilai. Karena nilai suatu tulisan akan berbeda bagi setiap pembacanya. Si A bilang kalau tulisan ini adalah tulisan yang paling bagus, tapi si B menyangkal jika ada tulisan lain yang jauh lebih bagus. Jadi bisa dibilang nilai dari suatu tulisan itu sifatnya relatif, tergantung dari siapa yang membaca, orang mana yang membaca, dan latar belakang orang yang membaca. 

    Biasanya hal yang ditakuti oleh penulis pemula adalah nilai dari tulisannya. Dia takut jika orang-orang akan menganggap tulisannya tidak bagus. Padahal ketakutan itu sangatlah tidak masuk akal. Dia belum mencoba, tapi sudah takut untuk jatuh lebih dulu. Sebagaimana yang disinggung sebelumnya, nilai suatu tulisan atau karya tulis itu sebenarnya relatif, sama halnya dengan ukuran kecantikan dan ketampanan seseorang. Jangan hanya karena si A menganggap tulisanmu tidak bagus, lantas kamu berhenti untuk menulis. Justru, jadikan penilaian mereka sebagai awal dari perjuanganmu. Tidak ada yang instan di dunia ini. Semua penulis yang kini populer, dulunya juga pasti pernah mengalami hal itu. Bukannya patah semangat, mereka justru makin giat menulis sampai akhirnya karya mereka pun diakui dan dihargai masyarakat. 

    Selain karena penilaian orang lain, terkadang kita juga takut menulis karena menilai tulisan kita sendiri. Tentu saja, setiap penulis pernah mencoba menilai tulisan mereka dengan membandingkannya dengan tulisan penulis lain yang lebih populer. Kata-kata seperti, “Ah, ini kurang menarik”, “kenapa ceritanya jadi semakin membosankan?”, “ternyata tulisanku sangat buruk”, dan lain sebagainya kerap kali kita lontarkan secara langsung maupun hanya dalam benak. Sikap seperti ini tidak tepat. Menulis tidak sama dengan mata pelajaran yang harus mendapat nilai tinggi untuk dinyatakan terbaik. Menulis adalah buah kreativitas dari ide masing-masing. Tidak ada seorang pun yang bisa memberikan ranking pada ide tiap-tiap orang.  

    Menulis harus dilakukan dengan senang hati. Jangan pedulikan apa kata orang, apalagi memberikan batas pada diri-sendiri dengan membandingkan tulisan dengan tulisan orang lain. Menulis itu tidak perlu nilai, karena nilai itu sifatnya relatif. 

    *Najla Al-Faiq, Penulis muda yang sudah menerbitkan novel perdananya berjudul, “Sepasang Mata Biru Jihyun.” Suka menulis sejak kecil. Mendapat beberapa penghargaan di bidang menulis. Artikel karyanya sudah dimuat beberapa media. Saat ini sedang mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi. Untuk baca-baca karya Najla, bisa berkunjung ke blog: https://kumpulantentangku15.blogspot.co.id/

    Sumber foto: Pinterest
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Menulis Itu Tidak Perlu Nilai Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top