Skip to main content

Merayakan Hari Anak Internasional dengan Bercerita Bersama FAM Surabaya


Sabtu, 3 Juni 2017 Kumon English menggelar event “Let’s Celebrate International Kid’s Day” dengan menggandeng FAM Indonesia Cabang Surabaya dan Klub Literasi Anak. Diadakan selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu dengan jumlah peserta dua puluh anak beserta orangtuanya. Acara dimulai pada pukul 11.00 WIB sampai 16.00 WIB. Dibuka oleh Kak Maya, seorang pendiri Klub Literasi Anak, sekaligus sahabat karib FAM Surabaya yang mencoba menggugah kesadaran para orangtua, dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya interaksi harmonis antara orangtua dan anak. Kak Maya juga memamerkan keahliannya sebagai Story Teller. Kemudian dilanjutkan oleh Reffi Dhinar, aktivis FAM Surabaya yang menyampaikan materi pelatihan menulis comic strips sebelum acara hari pertama ditutup.


Acara dilanjutkan keesokan harinya, Minggu 4 Juni 2017 di jam yang sama. Digelarnya acara ini atas dasar pemikiran, bahwa melalui cerita yang sehat untuk dikonsumsi anak, diyakini dapat menjadi nutrisi bergizi tinggi untuk perkembangan otak anak dan kedewasaannya ini. 


Usai menikmati sajian dongeng boneka dari Kak Handoko dan pengenalan singkat FAM Indonesia, Kak Reffi kembali tampil memberikan pelatihan. Kali ini anak-anak yang hadir diberi pembekalan singkat tentang penulisan sebuah cerita pendek. Rupanya di hari kedua, antusias anak-anak masih tinggi.


Sebelum acara berakhir, anak-anak diajak untuk mengikuti kontes menulis cerita pendek sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang diberikan, dengan memberikan kebebasan pada dua pilihan bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Inggris. Karya dari para peserta itu dinilai oleh tiga orang juri, yakni Kak Reffi dan Kak Yudha dari FAM Surabaya serta Kak Aziz, seorang alumni Sastra Inggris Unesa. Dari pengamatan ketiga juri, anak-anak peserta kontes telah memiliki dasar yang bagus dalam mengkreasikan ide cerita, hanya tinggal bagaimana mengasah kemampuan selanjutnya agar lebih baik. [FAM SURABAYA]

Laporan pengurus FAM Surabaya

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…