• Info Terkini

    Rabu, 14 Juni 2017

    Penulis # Pengetik, Penulis = Pengetik Plus


    By: Syukur Budiarjo

           Hanya yang bermental baja yang berani mengambil risiko hidup sebagai penulis semata. Penulis sebagai profesi dapat dihitung dengan jari. Sebab, di negeri ini literasi masih menjadi barang luks, tidak seperti sembako. Budaya baca dan tulis masih sangat perlu diperjuangkan.

           Umumnya yang suka menulis adalah para profesional, misalnya guru, dosen, wartawan, dokter, pengacara, dan cerdik cendekiawan. Seandainya tulisan yang dikirim ke media massa ditolak oleh redaksi, mereka tidak berputusasa. Bukankah mereka sudah mendapat penghasilan tetap setiap bulan untuk menghidupi keluarga?

           Sebenarnya siapa pun dapat menjadi penulis profesional. Layaknya mereka berniat menggantungkan hidupnya dengan bekerja sebagai penulis semata atau penulis murni. Penulis murni bernapas panjang, menjadi penulis sampai akhir hayat.

    Penulis # pengetik 

           Penulis akan memberdayakan otak dan tangannya dengan maksimal sehingga menghasilkan karya tulis yang layak dibaca oleh siapa pun. Dengan otak dan tangannya ia bekerja menganyam kata dan menyulam kalimat sehingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan kepada sidang pembaca, yaitu tulisan.

           Sampai akhir hayatnya Bung Karno dan Bung Hatta terkenal sebagai penulis. Mereka adalah penulis teks proklamasi yang sangat terkenal itu, sedangkan pengetik teks proklamasi tersebut adalah Sajuti Melik, wartawan zaman revolusi. Jadi, penulis berbeda dengan pengetik.

           Kita tahu bahwa Presiden Abdurrahman Wahid itu tidak dapat melihat. Akan tetapi, artikel ilmiah populernya merajalela di mana-mana, misalnya di harianKompas dan majalah Tempo. Rupanya sang mantan presiden itu meminta tolong jasa pengetik. Gus Dur malafalkan karangannya itu secara nyaring, sedangkan pengetik bekerja mengetik ide Gus Dur menjadi sebuah naskah.

           Itu sebabnya, penulis berbeda dengan pengetik. Penulis bekerja secara maksimal memberdayakan anugerah Allah SWT yang tak ternilai harganya itu -- otak. Pengetik layaknya hanya bekerja sesuai dengan perintah. Ia hanya mengetik naskah yang disodorkan kepadanya, baik menggunakan mesin tik manual maupun komputer.

    Penulis = pengetik plus 

           Saya menyebut penulis sebagai pengetik plus. Layaknya pengetik, ia memberdayakan tangannya untuk mengetik di depan layar komputer. Meskipun demikian, ia juga memberdayakan otaknya untuk menuangkan ide atau gagasannya sehingga terwujud tulisan kreatif dan akademik.

           Siapa pun dapat menjadi penulis asalkan memiliki niat dan tekad yang bulat, kemudian diwujudkan dengan laku menulis. Kalau tak menghasilkan tulisan yang diekspos dan dibaca orang lain, ia bukan penulis, tetapi pengetik. Sejak Nabi Adam hingga Adam Malik, penulis terabadikan melalui karya tulisnya.

           Saya salut kepada mereka yang mau dan mampu menulis di media sosial, seperti facebook. Tulisan mereka umumnya berupa status untuk dibagikan kepada kawan atau sahabat. Sebagai anggota grup yang disukainya, ia mampu menulis puisi, cerpen, dan apa pun yang tentu saja bermanfaat bagi kawan atau sahabat. Meski tidak memeroleh honorarium pemuatan, mereka rajin mengekspos tulisannya.

           Meski tidak memperoleh honorarium pemuatan (yang berkorelasi dengan tujuan dan manfaat ekonomis), penulis di media sosial melalui grup yang dimasukinya telah mengekspos idenya melalui tulisan. Dengan demikian mereka menjangkau tujuan dan manfaat yang berkorelasi dengan aspek ekspresi, terapi, prestasi, prestise, dan dakwah. Namun, tidak sedikit dari mereka yang kemudian membukukan karya tulisnya menjadi antologi dengan berbagai variatifnya. Kemudian diterbitkan, baik oleh penerbit mayor maupun oleh penerbit indie. Buku-buku antologi karya mereka terpajang di rak-rak buku di sejumlah toko buku di seantero tanah air.


    *) Syukur Budiardjo, Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 119 Jakarta Pusat. Suka menulis artikel, puisi, dan cerpen di media massa cetak dan media sosial. Tinggal di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Penulis # Pengetik, Penulis = Pengetik Plus Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top