• Info Terkini

    Rabu, 21 Juni 2017

    Ryan Pramana Putra, Penulis Muda yang Menorehkan Prestasi



    Ryan P. Putra. Pria kelahiran Surabaya, 29 November 1997. Sejak pertengahan 2016, ia mulai kuliah S1 Departemen Fisika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mulai menulis sejak duduk di bangku kelas 9 SMP. Ia mulai menulis bukan karena hobi, tetapi karena ‘dendam’. Kisah awal menulisnya dimulai saat ia menerima tugas menulis cerpen dari Dispendik Kota Surabaya pada tahun 2013. Selain untuk penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia, cerpen tersebut akan dipilih untuk diterbitkan menjadi buku antologi cerpen. Dengan iming-iming seperti itu, ia sangat berambisi untuk menulis cerpen.

    Ketika akan menulis cerpen, ia tidak bisa menciptakan gagasan. Meski temanya cukup mudah yakni idolaku, ia masih kebingungan. Menurutnya, ia tidak boleh menulis tentang orang tua, artis, atau khalifah, karena menurutnya hal tersebut akan banyak yang menulisnya. Sehingga, ia harus menciptakan bahasan yang lain. Namun, ia tidak bisa menemukan. Sehingga mencoba browsing cerpen di internet dengan tema yang sama. Dari cerpen yang ia temukan itulah, ia menemukan ide. Akhirnya, jadilah cerpen 5 halaman.

    Cerpen yang rampung selama 4 hari itu, ia serahkan ke guru Bahasa Indonesia di SMP-nya untuk dinilai dan dikirim ke Dispendik Kota Surabaya. Setelah berminggu-minggu cerpen tersebut ia serahkan, tetapi tidak ada pengumuman. Ia sudah bertanya kepada guru Bahasa Indonesianya namun tetap tidak ada jawaban pasti. Dari sana, ia mulai dendam atas usaha dan ambisinya yang tidak membuahkan hasil. Padahal, ia sudah menulis cerpen tersebut dengan bersusah payah.

    Selang beberapa bulan dari tugas tersebut, Ryan ditawari oleh guru lesnya untuk menulis cerpen yang akan diterbitkan menjadi sebuah buku antologi cerpen. Dari tawaran tersebut, ia tertarik dan menulis cerpen tanpa browsing di internet alias asli dari imajinasinya sendiri. Kabar bahagianya, cerpen yang pertamakali ia tulis tersebut, diterbitkan oleh FAM Publishing (2013) di buku antologi cerpen “Meraih Impian”. Atas pemuatan cerpen pertamanya tersebut, ia mulai nulis dengan berbagai jenis tulisan fiksi dan non fiksi. Belasan tulisannya sudah dimuat di berbagai buku antologi cerpen dan puisi. Selain itu, tulisannya pernah dimuat di Radar Surabaya, Harian Waspada, dan sering di Harian Surya serta di berbagai media online. Pada Maret 2016, ia merampungkan buku tunggalnya berjudul “Kelinci Percobaan K-13” yang diterbitkan oleh FAM Publishing.

    Ryan tercatat sebagai anggota FAM Indonesia, sejak masih duduk di bangku SMA. Ia aktif mengikuti kegiatan kepenulisan di FAM bersama FAM Wilayah Surabaya.

    Ryan termasuk anak muda yang gigih mengikuti lomba, hingga meraih beberapa prestasi, di antaranya;  Juara 3 Lomba Tulis Puisi yang diselenggarakan oleh SMK Teknik PAL Surabaya Tingkat Surabaya pada tahun 2014, Juara 3 Lomba Karya Tulis Islami yang diselenggarakan oleh OSIS SMA Negeri 2 Surabaya Tingkat Jawa Timur pada tahun 2015, Juara 3 Lomba Esai Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2016, dan Juara Terfavorit Lomba Taujih Visual/Typografi yang diselenggakaran oleh JMMI ITS diikuti oleh seluruh mahasiswa ITS angkatan 2016 pada tahun 2017, dll.

    Untuk mengenal Ryan lebih dekat, bisa melalui: writeseringgila.blogspot.co.id, Facebook: facebook.com/writeseringgila (Ryan P. Putra), dan Instagram: writeseringgila. [FAM]

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ryan Pramana Putra, Penulis Muda yang Menorehkan Prestasi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top