• Info Terkini

    Wednesday, July 12, 2017

    Menjadi Editor Naskah Sendiri



    Oleh: Khoirun Nisak

    Menerbitkan buku bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk diwujudkan. Semuanya menjadi lebih mudah dengan adanya self publishing. Namun, tidak ada salahnya sebelum menyerahkan naskahnya ke penerbit, penulis menjadi editor awal bagi naskahnya sendiri.

    Nah, alangkah baiknya gunakan tip berikut ini agar kerja editor lebih efektif dan efisien. Dampaknya, naskah akan cepat terselesaikan. Penerbitan buku  pun lancar.
    Berikut tipnya.

    1. Pahami apa yang ditulis
    Sebelum menuliskan sebuah tema, pastikan bahwa kita paham betul dengan apa yang kita tulis. Sehingga, paragraf yang dibuat bisa padu, mengalir dan enak dibaca.

    Membaca lagi secara berulang hasil tulisan kita, adalah langkah yang bijak. Menjadi editor bagi tulisan sendiri. Bacalah secara berulang-ulang naskah itu, kalau dirasakan sudah enak dibaca maka lakukanlah langkah selanjutnya.

    2. Hindari plagiasi
    Banyak naskah yang bagus, tetapi tidak terhindar dari ranah plagiasi. Mengapa, karena tidak mencantumkan daftar pustaka ataupun memberikan catatan kaki. Entah karena ketidaktahuan, lupa, malas, atau bahkan sengaja karena memang sudah niat copy paste.

    Hindarilah ini dengan mencantumkan semua daftar pustaka yang kita gunakan untuk referensi. Marilah belajar menghargai tulisan orang lain. Seberapa banyak kita copy paste, maka sebanyak itu juga harus kita tuliskan sumbernya.

    Ini untuk menjaga sesuatu yang tidak diinginkan di belakang hari, karena terkait dengan hak kekayaan intektual (HAKI). Lebih baik menjaga amannya dan mulailah menghargai hasil karya orang lain, dengan menghindari plagiasi.

    3. Siapkan naskah dengan lengkap sebelum mengirim ke editor
    Mengirimkan naskah secara lengkap, selain mempermudah kerja editor, juga mempercepat proses editing itu sendiri. Usahakan, mengirimkan naskah dengan kelengkapan berikut ini.
    a. Halaman judul
    b. Kata pengantar
    c. Daftar isi
    d. Isi naskah
    e. Daftar pustaka
    f. Profil penulis
    g. Sinopsis
    Susunlah dalam satu kesatuan, jangan per-file. Ini akan memperlama proses editing, karena editor harus menggabungnya terlebih dahulu. Jangan berpikir: “Itu kan sudah kerja editor,” nah lho. 

    Jangan pernah berpikir demikian ya kawan, karena editor dan penulis adalah sahabat karib. Harus seiring sejalan. Dengan satu tujuan, naskah selesai dengan cepat dan tepat.

    4. Jangan lupa sertakan nomor yang bisa dihubungi
    Ini pentingnya melampirkan nomor yang bisa dihubungi. Saat ada kesalahan atau kekurangan naskah yang harus dikomunikasikan ke penulis. Sedikit saja kekurangan, misalnya profil penulis. Saat penulis tidak dapat dihubungi, maka macetlah proses editing naskah Anda.

    5. Cepatlah menanggapi konfirmasi dari editor
    Ketika mendapat konfirmasi dari editor, segeralah menindaklanjuti. Misal, ada kekurangan profil penulis. Segeralah buatkan dan kirim kembali secepatnya. Agar proses editing juga tidak terganggu.

    Demikianlah sedikit tip yang bisa saya bagikan, semoga naskah kita cepat terselesaikan di meja editor. 
    Salam Literasi.
    Gedangan, 11 Juni 2017.




    Tentang Penulis

    KHOIRUN NISAK, S.Pd. Anak kedua dari empat bersaudara ini, kelahiran Sidoarjo, 6 mei 1983. Mengenyam Pendidikan S1 di FIS UNESA. Kini menjadi Pengajar di SD Taman Pendidikan Islam. Beberapa opininya telah dimuat di tabloid PENA, Malang pos, Jurnal Delta Widya, Harian Duta Masyarakat, dan Harian Bhirawa. Resensi Buku yang telah ditulis telah dimuat di Harian Bhirawa, Malang pos dan medan bisnis. Dua Buku yang telah ditulisnya secara kolaboratif bersama alumni kelas menulis media guru berjudul Terima Kasih Guru (2016), dan Catatan Cinta untuk Ibu (2016). Antologi puisinya berjudul Tembang Puja Asmara (Mejatamu, 2017) Ia dapat dihubungi di nisakanis514@gmail.com . Atau di nomor 085856073001.

    Sumber foto: hellocoldworld.viewy.ru 

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menjadi Editor Naskah Sendiri Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top