Skip to main content

Ihn Yulie, Penulis Buku Cerpen “Balon-balon Orin”


Penulis kelahiran Balikpapan tanggal 4 Juli 1982 ini bernama Indah Yulianti. Kesibukannya menjadi instruktur bahasa Inggris tidak serta merta menghilangkan hobi menulis yang kini kembali digelutinya. Menjadi penulis yang mampu menginspirasi banyak orang adalah impian yang hingga kini masih berusaha dicapai wanita yang memiliki nama pena Ihn Yulie ini.

 Awal mula tulisannya dimuat di majalah Annida edisi Juni-Juli 2004 berupa cerpen yang berjudul ‘Sepenggal Kisah Bersama Mentari’. Kemudian berbagai lomba yang diikutinya di tahun 2013 membuahkan hasil. Beberapa diantaranya adalah juara harapan 1 lomba artikel pendidikan oleh YAGI (Yayasan Agungkan Guru Indonesia) dalam artikelnya yang berjudul ‘Peran Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Yang Inovatif) dan karya tulisnya yang berjudul ‘Angkot Keren’ mendapat juara 1 tingkat regional Balikpapan yang diselenggarakan oleh Badan Litbanghub Kementrian Perhubungan. 

Sementara itu karya- karyanya yang lain berupa puisi dan cerpen juga pernah menjuarai berbagai lomba dan dimuat di harian serta media online.

Buku cerpen “Balon-balon Orin” adalah karya tunggalnya yang diterbitkan oleh FAM Publishing, sebagai penerbit yang telah melahirkan ratusan karya penulis dalam bentuk buku. 

Untuk mengenalnya lebih dekat, bisa menghubungi via email: email: Ihnda04@gmail.com. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…