• Info Terkini

    Wednesday, September 20, 2017

    Christina Onassis; Kekayaan Bukan Sumber Kebahagiaan

    Christina Onassis adalah anak raja kapal Yunani, Aristotle Onassis. Sejak kecil, Christina sudah hidup dalam kemewahan. Untuk baju bonekanya saja, memakai rancangan terbaik Dior. Christina juga dimanjakan dengan kuda tunggangan terbaik, hadiah dari Raja Saudi. Semua yang diimpikan anak-anak, ia miliki.  Ayahnya raja kapal ternama, kakek dari pihak ibunya juga raja kapal, demikian pula paman-pamannya. Namun orangtua yang sibuk, menyerahkannya pada pembantu untuk mengasuh dan mendidik, hingga Christina pernah mogok bicara di usia 3 tahun karena marah.

    Kedua orangtuanya bercerai dan masing-masing menikah lagi, lebih dari sekali. Saat sang ayah meninggal, Christina mewarisi seluruh harta yang ditinggalkan oleh ayahnya. Harta yang diwariskan berupa simpanan deposito, real estate, danau, pulau-pulau pribadi, perusahaan penerbangan, armada laut dan sebagainya. Sungguh, sebuah peninggalan yang luar biasa banyaknya. Ia menikah dengan lelaki berkebangsaan Amerika, dan beberapa bulan kemudian bercerai. Lalu menikah lagi dengan pria Yunani dan beberapa bulan kemudian bercerai. Akhirnya Christina memutuskan hidup sendiri dan mencari kebahagiaan dengan berganti-ganti pasangan tanpa ikatan pernikahan, namun kebahagiaan yang dicarinya belum kunjung hadir. Christina menikah lagi dengan lelaki berkebangsaan Rusia, dan setelah setahun kembali bercerai. Christina menikah lagi untuk yang keempat kalinya dengan lelaki berkebangsaan prancis dan beberapa bulan kemudian bercerai.

    “Saya perempuan paling kaya sedunia, tetapi yang paling tidak bahagia,” ujarnya pada wartawan yang mewawancarai.

    Sejak itu, Christina bersumpah untuk tidak menikah lagi dan bertekad meraih kebahagiaan dengan caranya sendiri. Dia menghabiskan sisa hidupnya dengan bepergian ke berbagai kota di seluruh dunia, dipenuhi keputusasaan dan kekecewaan. Hingga Christina ditemukan mati bunuh diri di sebuah hotel di Argentina.

    [Cerita ini dikutip dari kisah nyata Christina Onassis, berbagai sumber/Sudah saya ringkas]


    Kita seringkali melihat orang yang bergelimang harta dari TAMPILAN LUAR;  hidup serba enak, bahagia, mau beli apa saja GAMPANG, banyak orang mendekat dan apa-apa yang keluar dari lisannya selalu didengar. Namun, ada banyak hal yang justru kita TIDAK TAHU. Kebahagiaannya itu SEMU dan kondisi yang sebenarnya ia merasa HAMPA.

    Ternyata, BAHAGIA itu SEDERHANA;  bersyukur dengan REZEKI yang didapat. Sebab KEKAYAAN tidak bisa MEMBELI kebahagiaan.

    *Ditulis oleh: Aliya Nurlela, Novelis & Pegiat FAM Indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Christina Onassis; Kekayaan Bukan Sumber Kebahagiaan Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top