• Info Terkini

    Thursday, September 28, 2017

    Hal-Hal yang Harus Dipelajari oleh Penulis Pemula


    by: Najla Al-faiq


    Menjadi seorang penulis itu sebenarnya susah-susah gampang. Kita memang bebas berekspresi dengan ide masing-masing, namun itu bukan berarti ide-ide kita bisa diterima dengan baik oleh orang lain. Sebagaimana ada yang menyukai tulisan kita, tentu ada juga orang yang tidak menyukai tulisan kita. Di sinilah letak kesulitannya, apakah kita akan terus menulis atau berhenti. 

    Penulis pemula--sebagaimana sebutannya--adalah seorang penulis yang baru eksis di dunia kepenulisan. Para penulis pemula ini sering rawan dengan yang namanya “galau”. Terlebih seperti yang telah disebutkan di paragraf sebelumnya. Seorang penulis pemula sangat berharap mendapat respon yang baik dari pembacanya, namun tidak semua pembaca akan memberi respon seperti itu. Jika mental penulis pemula ini lemah, sekali mendapat kritik, dia akan langsung berhenti menulis. Padahal siapa tahu ke depannya dia bisa menjadi seorang penulis terkenal andai dia tetap lanjut menulis. 

    Inilah kenapa saya membuat artikel ini. Bagi Anda yang masih terbilang pemula dalam dunia kepenulisan, ada baiknya Anda memelajari beberapa hal ini dulu supaya tidak mudah mengambil keputusan berhenti saat mendapati respon negatif dari orang lain. 

    1. Pastikan Anda menyiapkan “bekal”
    Apa yang dimaksud bekal di sini? Bekal bagi seorang penulis tak lain adalah penguasaan tata bahasa. Bekal ini hukumnya wajib karena merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam menulis. Pembaca lebih suka membaca karya yang memiliki tata bahasa dan cara penulisan yang rapi. Seperti penempatan tanda baca yang tepat, pengayaan diksi dan seni bahasa lainnya. Untuk itu, saat terjun ke dunia tulis menulis, usahakan untuk tidak membiasakan diri menulis dengan bahasa singkat dan alay seperti penulisan dalam sms. Banyak-banyak membaca KBBI dan artikel mengenai tata bahasa juga perlu untuk lebih memadatkan “bekal” kita. Dengan memiliki “bekal” ini, kita tidak akan mudah lemah oleh kritikan orang lain. 

    2. Lakukan observasi pasar untuk mengetahui minat pembaca
    Meskipun masih pemula, tentu Anda harus tahu apa saja yang disukai oleh para pembaca. Ini merupakan hal penting selanjutnya agar Anda tidak langsung lemah dengan tipe pembaca yang selalu memberi respon negatif. Buktikan jika Anda bisa, dengan memberikan ide-ide segar yang memang sangat diminati oleh pasar sekarang. Banyak-banyak membaca karya orang yang lebih terkenal merupakan salah satu caranya. Kenapa karya ini sangat diminati? Apa poin pesona dari karya ini? Pelajari semua itu dan kembangkan dengan gaya Anda sendiri. 

    3. Ciptakan gaya menulis sendiri
    Style atau gaya merupakan salah satu daya tarik seorang penulis bagi pembaca. Bangun sebuah gaya menulis yang beda dari yang lain. Tere Liye, Dee Lestari, Andrea Hirata, mereka memiliki banyak pembaca setia karena gaya khas mereka dalam menulis. Sebanyak apa pun orang membenci mereka, mereka tetap menjadi penulis yang besar karya-karyanya karena para pembaca setia mereka. Begitu pula dengan penulis pemula. Jangan rendah diri, meskipun masih pemula, tidak salah kok jika Anda ingin memiliki pembaca setia. Salah satu cara agar memiliki pembaca setia adalah dengan membangun gaya sendiri dan konsisten dengan gaya tersebut. Buat para pembaca Anda jatuh cinta dengan gaya tulisan Anda. 

    4. Anggap komentar negatif sebagai kritikan membangun
    Terakhir tapi bukan yang paling akhir, adalah melalui mental Anda sendiri. Haters gon’ hate, tidak peduli mau sebagus apa karya kita, tentu ada saja orang yang memiliki peran sebagai “haters”. Sebenarnya ini tergantung dari diri kita sendiri. Akankah kita menganggapnya sebagai sebuah kebencian, ataukah menganggapnya sebagai kritikan membangun. Pilihan ini ada pada Anda sendiri. Yang mana keputusan Anda akan menuntun Anda ke jalan yang Anda pilih.

    Penulis itu bukan berkompetisi melalui sensasi, akan tetapi melalui karya yang berupa tulisan. Daripada memikirkan kritikan pedas dan komentar buruk orang lain, lebih baik kita gunakan waktu yang ada untuk mengembangkan kemampuan kita dalam dunia kepenulisan. 


    *)Najla Al-Faiq, Penulis novel “Sepasang Mata Biru Jihyun.” Beberapa karyanya tergabung dalam buku antologi bersama penulis lain dan terbit di media. Saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Jawa Timur. Untuk mengenal tulisan Najla, bisa berkunjung ke blog: ohnajla.wordpress.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Hal-Hal yang Harus Dipelajari oleh Penulis Pemula Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top