• Info Terkini

    Monday, October 23, 2017

    Direktur Eksekutif Same Sulaya Indonesia Terbitkan Autobiografi Anak Atol


    Selayar, FAMNEWS - Direktur Eksekutif Same Sulaya Indonesia, Muh. Yakub meluncurkan buku terbarunya yang berjudul "Anak Atol" pada Minggu (22/10) malam lalu di Hall Royal Rayhan Resto. Acara yang digelar bersamaan dengan Pembukaan Festival Bajau Kepulauan Selayar tersebut, turut diisi dengan kegiatan seminar kemaritiman bertema, Upaya Memaksimalkan Kontribusi Suku Bajau Dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia.

    Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Dr. H Zainuddin, S.H., M.H yang hadir sekaligus membuka Festival Bajau yang akan dipusatkan di Pasitallu Timur 25 - 26 Oktober 2017 itu antusias menyambut si "Anak Atol". Tak tanggung-tanggung, orang nomor dua di Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut juga menyemangati Direktur Eksekutif Same Sulaya Indonesia, Muh Yakub atas kelahiran karya teranyarnya itu.


    "Saya berharap dengan dilaunchingnya buku ini, ke depan kebiasaan si penulis "Anak Atol" ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan" ujarnya sembari menambahkan agar seminar kemaritiman ini bisa menghasilkan sebuah rekomendasi, sebagai bahan acuan bagi pemerintah daerah untuk mencapai visi kabupaten Kepulauan Selayar. 


    Dr. Tasrifin Tahara, seorang antropolog dan peneliti Bajau dari Universitas Hasanudin menilai "Anak Atol" merupakan sebuah catatan kebangkitan anak Bajau atas beban sejarah yang disematkan terhadap kelompoknya. Novel dengan sastra yang apik, kata dia, mengajak pembaca untuk masuk ke dalam dunia sosial yakni sebuah komunitas yang hidup di atas karang dengan sumber daya yang melimpah. "Bagi saya, karya ini memberi jawaban atas anggapan bahwa Bajau bukanlah sebuah 'history of neglected island' yang selama ini dianggap tidak penting dalam ke-bhineka-an di Indonesia" paparnya dalam testimoni "Anak Atol."

    Muh. Yakub, dalam bukunya tersebut sedikit bercerita tentang perjalanan panjangnya menempuh pendidikan. Perjuangannya tersebut merupakan dalil kuat bahwa miskin tidak semestinya menghambat pendidikan. Hal ini diungkapkan oleh Rektor Institut Parahikma Indonesia, Dr. H. Azhar Arsyad, M.A. dalam testimoninya. Ia juga mengungkapkan fakta bahwa Muh. Yakub juga seorang santri, kemudian pengalaman spiritualnya itulah yang membawanya untuk mencintai alam dengan menjadi tokoh konservasi karang, hingga Ia aktif menginisiasi kegiatan yang diorientasikan terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan laut khusus Taman Nasional Taka Bonerate yang merupakan atol terbesar ketiga dunia. Perhatian serius Muh. Yakub dia buktikan dengan menginisiasi Pemilihan Duta Karang Taman Nasional Taka Bonerate Tahun 2016, Piagam Latondu, dan Festival Bajau Kepulauan Selayar Tahun 2017.

    Dari "Anak Atol", Muh. Yakub ingin menginspirasi para generasi muda, khususnya anak-anak Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate agar terus semangat meraih cita dengan pendidikan. Buku terbitan FAM Publising yang diluncurkan pertengahan Oktober kemarin itu berisi sekitar 250 halaman. Manajemen FAM memberikan apresiasi positif atas terbitnya autobiografi tersebut. “Semoga karya Muh. Yakub dapat menginspirasi para penulis lain, terutama penulis di Kepulauan Selayar,” ujar Aliya Nurlela, Manajer FAM Publishing.

    Untuk diketahui, Festival Budaya Bajau yang dipelopori oleh Muh. Yakub-seorang anak Bajau ini sendiri telah menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sehingga kegiatan tersebut dimasukkan dalam daftar 'Calender Of event Kabupaten Kepulauan Selayar 2018' yang telah dilaunching oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta beberapa waktu lalu. [TIM FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Direktur Eksekutif Same Sulaya Indonesia Terbitkan Autobiografi Anak Atol Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top