• Info Terkini

    Wednesday, October 18, 2017

    Mendongeng sebagai Media Pendidikan Karakter


    By: Wirdanengsih

    Sekarang ini, dunia anak  anak umumnya adalah dunia yang pasif, sebagaian waktu senggang mereka yang seharusnya digunakan untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya, ternyata banyak dihabiskan dengan bermain game di handphone, tablet dan laptop yang disediakan oleh orang tua mereka dan menonton televisi dalam waktu yang cukup lama.Awalnya pembelian alat tekhnologi bertujuan untuk komunikasi dan penambahan ilmu pengetahuan melalui situs pengetahuan tekhnologi, tetapi sesuai dengan perjalanan  waktu alat teknologi lebih sebagai alat permainan dan hiburan belaka bagi anak-anak.

    Ketika seorang anak bermain game, konsentrasinya terfokus pada permainan yang ada di handphone atau tablet mereka dan ada kecenderungan mereka tidak mau diganggu, hal ini semacam secara tidak langsung membentuk  sifat egois dan individualistis. Dapat dikatakan anak-anak menjadi obyek, bukan sebagai subyek yang akan melakukan suatu tindakan.Kondisi inilah yang disebut sebagai ancaman kultural .

    Tentu ancaman bisa kita hindari melalui strategi pendidikan dan pendidikan utama berada pada keluarga terutama pada ibu sebagai seorang pendidik.  Keluarga memiliki fungsi menanamkan nilai-nilai mengenai perbuatan baik, penanaman ini terjadi melalui proses interaksi sosial.Interaksi sosial dalam hubungan antara sesama anggota keluarga terutama hubungan dengan ibu . Dalam proses interaksi ini  terjadi proses internalisasi nilai-nilai.

    Jadikan dongeng sebagai media pendidikanmu

    Wahai ibu,jadilah engkau teman menjelang tidur ananda, sosialisasikanlah, tanamkanlah  nilai – nilai kebaikan  lewat dongeng-dongengmu yang mengasyikan.......

    Dongeng merupakan sebuah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Pasalnya sejak kecil kita sudah diperkenalkan orang tua kita akan berbagai cerita rakyat yang ada di Nusantara ini. Bahkan seringkali dongeng tersebut menjadi inspirasi bagi seorang anak dalam bertingkah laku dan bercita-cita. Dongeng merupakan jenis tradisi lisan yang memiliki peran penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan diri anak. Sebab dalam dongeng terdapat unsur pendidikan dan unsur hiburan yang merupakan dunianya anak-anak. Pesan-pesan kebaikan di dalam dongeng akan mampu membawa anak-anak pada alam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat berprilaku baik. Namun perkembangannya saat ini tidak  bisa kita pungkiri bahwa anak-anak Indonesia mulai melupakan tradisi dongeng  di mana keberadaan alat-alat hiburan seperti  game on line pada handphone dan VCD. Teknologi tersebut membentuk suatu  mental ekstasi dalam diri anak-anak . Mentasi ekstasi yaitu suatu mental yang membentuk kepribadian terbalik di mana anak-anak seolah bangga jika melakukan perbuatan yang tidak baik. Ini tak lepas dengan adanya tokoh dalam cerita-cerita luar negeri yang menampilkan sosok penjahat yang memiliki kekuasaan dalam permainan game pada HP dan komputer mereka sehingga dimungkinkan dalam cerita tersebut tokoh jahat justru mengalahkan tokoh yang membela kebenaran. Tokoh yang jahat dan tokoh yang baik adalah sama-sama tokoh hebat. Berbeda dengan dengan  cerita dan dongeng tradisional Nusantara tokoh  jahat selalu digambarkan kalah oleh kebenaran dan kebaikan sehingga anak-anak terstimulus untuk berbuat kebaikan dan kebenaran harus ditegakan seperti yang layaknya tokoh-tokoh idolanya.  Hal semacam inilah yang mengarahkan   anak-anak kepada kebaikan.

    Di dalam dongeng terdapat pesan-pesan kebaikan yang sangat berguna bagi perkembangan pola pikir anak-anak. Mendongeng kepada  anak dapat memupuk rasa percaya diri anak. Namun hal ini juga tergantung pada pemilihan tema dan cerita yang terkandung dalam dongeng itu sendiri. tema cerita akan memberikan kesan mendalam pada perkembangan anak, seperti konflik-konflik yang dibangun dan tokoh-tokoh yang ditampilkan, seorang anak akan berimajinatif dalam cerita tersebut selanjutnya proses diskusi antara ibu dan anak perlu dilakukan atas cerita yang didongengkan.

    Dulu, mendongeng menjadi budaya di kalangan orangtua terutama ibu. Sudah lumrah bagi orangtua untuk memdiskripsikan cerita Si Kancil, atau Timun Mas sebelum anaknya tidur. Walaupun cerita dalam dongeng tersebut fiktif, namun kesan yang ditimbulkannya bisa menciptakan daya fantasi anak.Hal semacam ini suatu yang menyenangkan bagi anak . Dongengmengambarkan suatu pengembaraan anak sehingga daya fantasi dan daya kreatif anak ikut mengembara sesuai dengan proses cerita dalam dongeng tersebut. Pada kesempatan inilah sosialisasi nila kebaikan dapat  ditanamkan kepada anak-anak

    Banyak manfaat yang bisa didapat melalui proses mendongeng diantaranya: 1) mendongeng mengajak untuk berekspresi,  mendongeng tidak hanya bercerita tapi juga mengerakan suara, gerak tubuh, maupun alat peraga lainnya. 2) mendongeng menstimulus daya pikir dan imajinasi, meningkatan kemampuan berbicara, serta ada fungsi sosialisasi yang efektif dalam menghargai orang lain sehingga menumbuhkan jiwa sportif. 3) Dongeng sebagai media menghibur hati yang lara sehingga membangun suatu emosional yang tinggi antara ibu dan anak4) Dalam proses mendongeng terjadi interaksi antara ibu dan anak, ini memengaruhi pembentukan kepribadian anak 5)  Mendongeng merupakan media terapi bagi ibu yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus 6) Dongeng melalui temanya memberikan  semangat hidup, pantang menyerah dan tidak putus asa. 7) Mendongeng tidak sebatas menanamkan nilai kebaikan kehidupan sehari-hari namun nilai hubungan dengan yang Maha kuasa juga tertanamkan.

    Beranjak dari banyaknya manfaat mendongeng bagi  proses sosialisasi dan pendidikan anak untuk berbuat kebaikan dan beramal shaleh, maka suatu tuntutan terhadap orangtua terutama ibu  untuk menjadikan dongeng sebagai media pendidikan yang menyenangkan, dan menarik. Tentu dalam hal ini proses mendongeng ini didasarkan pada karakteristik anak, tema yang sesuai dengan kebutuhan  dan  waktu anak serta mengunakan alat permainan edukatif.

    Adapun jenis-jenis dongeng yang sesuai dengan perkembangan anak, diantaranya: 1) Dongeng tradisional yaitu dongeng yang berkaitan dengan cerita rakyat 2). Dongeng modern yaitu suatu khayalan kehidupan ke depan.3) Dongeng pendidikan yaitu dongeng yang didesain untuk memberikan misi pendidikan kepada anak.4) Dongeng sejarah yaitu Dongeng yang menceritakan sejarah kehidupan manusia dan perjuangan kemerdekaan serta jiwa kepahlawanan. 5) Fabel yaitu cerita binatang yang suasana kehidupannya 6) Dongeng  terapi, dongeng  yang diperuntukan bagi anak yang mengalami bencana. Dalam hal ini penentuan tema dan isi dongeng, ibu perlu selektif, hendaknya  dongeng yang visi dan misi yang cocok dengan ciri khas, kharakteristik dan kebutuhan anak agar pesan kebaikan yang tertanamkan.

    Dalam  melakukan tekhnik mendongeng ada beberapa teknik yang bisa dilakukan di antaranya membacakan langsung dari buku dongeng, mendongeng dengan mengunakan ilustrasi ibu tersendiri, mendongeng dengan bantuan gambar, mendongeng dengan menggunakan media boneka, bisa boneka tangan dan boneka utuh bahkan dengan jari-jari tangan, mendongeng sekaligus mengambar di papan tulis, mendongeng dengan melakukan proses  bermain drama (macro play). Alternatif lain mendongeng supaya tidak membosankan adalah mendongeng melalui bermain. 

    Akhir kata, jadikanlah mendongeng sebagai media komunikasi untuk menghibur, menanamkan nilai agama dan moral, mengenalkan kasih sayang, menceritakan kisah masa lalu yang bermakna dan sebagai alat kontrol anak dalam kehidupan bermasyarakat dengan metode yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak. 

    *)Wirdanengsih , Dosen Fakultas Ilmu sosial Universitas Negeri Padang / Pegiat Parenting. Aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan dunia anak. menulis buku tentang anak-anak dan masalah sosial lainnya, menjadi pelatih dalam  program “Parenting Style”. Serta membina beberapa sekolah pendidikan anak usia dini, lembaga PAUD Griya Istiglal Bogor, Rumah Pintar Rasyidah di kota Padang.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Mendongeng sebagai Media Pendidikan Karakter Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top