• Info Terkini

    Tuesday, October 24, 2017

    Tidak Percaya diri Menulis, Bagaimana Menghadapinya?


    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Saya mau bertanya kepada FAM Indonesia:

     Sejak membaca puisi-puisi indah di koran, saya bukannya semakin semangat malah semakin ‘nge-down’. Saya malu, kalau diterbitkan hasilnya jelek dan tidak memuaskan.

    Bagaimana cara mengatasi ketidakpercayaan diri saya terhadap karya saya? Saya sudah coba menempel motivasi berbunyi, “Keberanian sejati adalah keberanian melangkah maju ketika hasilnya belum pasti” (Michael E. Angier). Tapi tetap saja saya takut karya saya jelek. Terlebih dengan puisi. Saya tidak mempercayai karya saya sendiri. Bagi saya ini kekacauan. Mungkin ini dirasakan juga bagi sebagian orang. Hanya saja, saya belum menemukan jalan keluarnya. Mohon pencerahannya.
    AF
    Lampung

    Jawaban dari FAM:

    Waalaikumussalam Wr. Wb.

    AF yang baik. FAM sangat senang menerima pertanyaan dari kamu. Semoga tetap semangat berkarya, tidak kenal lelah apalagi menyerah ya. 

    Berikut ini  tanggapan dari FAM Indonesia atas pertanyaamu itu, dan semoga memberikan sedikit solusi.

    Jangankan semangat, iman manusia saja kadang naik kadang pula turun. Nah, apalagi semangat, kan? Itu biasa kok. Lumrah dihadapi penulis-penulis pemula. Bahkan itu juga dihinggapi beberapa penulis senior. Intinya, terus saja menulis, hasilkan karya terbaik. Puisi-puisi di koran yang kamu baca itu, pelajari sebaik mungkin, bagaimana si penyair menulisnya, lalu cobalah mempraktikkannya. Tugas seorang penulis adalah menulis, tugas media massa (suratkabar/majalah) adalah menerbitkannya. Jadi, jangan pernah malu bila tulisan kita jelek. Jelek tidaknya itu sangat relatif sekali, tergantung dari sudut mana menilainya dan siapa yang memberikan penilaian. Nah, jadi nanti yang akan menjadi hakim karya kita adalah pembaca. Biarkan pembaca yang menilai bagus-tidaknya, karena itu hak mereka. Bila dikatakan bagus, jangan cepat puas. Bila dikatakan tidak bagus jangan patah semangat, lakukan revisi dikemudian hari dan ciptakan lagi karya yang lebih baik dari hari ini.

    Bagaimana cara mengatasi ketidakpercayaan diri? Gampang sekali, cari lawan katanya: tidak percaya diri lawannya harus percaya diri. Ya, ini serius. Kamu harus percaya diri dan bersungguh-sungguh berkarya. Teruslah menulis, terus dan terus. Penulis-penulis hebat hari ini, dulunya, di awal-awal mereka menulis, juga sama seperti yang kamu alami. Tetapi mereka tidak pernah menyerah berkarya. Mereka jatuh bangun, bahkan tak sedikit yang di penjara karena karya-karyanya yang mengguncang dunia. Begitulah seorang penulis, dia optimis bisa melahirkan karya terbaik. Jadi, kamu harus menjadi pembaca pertama untuk karyamu. Kamu harus yakin bahwa kamu bisa menulis tulisan yang baik, sebab kalau tidak begitu bagaimana nanti pembaca buku kamu tahu bahwa bukumu itu sebuah buku yang bagus? Penulisnya saja tidak percaya diri dengan karyanya, bagaimana pembaca bukunya tertarik? Jadi, optimislah. Jangan lihat hasilnya. Jalani saja proses. Sebab, hasil itu buah dari proses.

    Demikian jawaban dari FAM. Semoga bisa jadi solusi. Salam sukses untuk Anda!

    TIM KONSULTASI FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tidak Percaya diri Menulis, Bagaimana Menghadapinya? Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top