• Info Terkini

    Sunday, November 5, 2017

    Bagaimana Mengawali Menulis Cerpen?


    Assalamualikum FAM, saya ingin bertanya kepada Tim FAM Indonesia mengenai Prolog atau cara mengawali sebuah cerpen. Saya sering terkendala memulai sebuah cerpen. Saya bingung harus memulai dari mana. Ketika saya membaca sebuah cerpen, saya tertarik ketika membaca paragraf pertamanya yang membuat saya penasaran untuk melanjutkan membacanya. Namun ketika saya yang memulai menulis, saya malah bingung mau memulainya dari mana. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

    Wassalam
    NY
    Payakumbuh

    Waalaikumussalam Wr. Wb.

    Saudari NY yang baik, terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan ke FAM Indonesia. Berikut jawaban FAM:

    Menurut Donatus A. Nugroho dalam bukunya “24 Jam Jagoan Nulis Cerpen” disebutkan, ada beberapa langkah sebelum menulis cerpen. Pertama, penulis harus komitmen. Seorang cerpenis harus memiliki niat yang kuat untuk menjadi cerpenis sukses. Tentu saja komitmen itu memiliki konsekuensi. Harus fokus dan rela meluangkan waktu yang mungkin akan mengurangi kesenangan-kesenangan yang lain.

    Kedua, rajinlah membaca cerpen yang terbit di koran atau majalah setiap minggunya. Lupakanlah teori-teori ruwet tentang apa dan bagaimana cara menulis cerpen. Karena dengan rajinnya membaca cerpen karya orang lain yang telah dimuat akan memberikan gambaran apa saja syarat dan langkah membuat cerpen. Intinya, jadilah lebih dahulu menjadi pembaca cerpen yang baik.

    Ketiga, tentukan arah. Setelah menjadi pembaca cerpen yang baik, tentunya memiliki kecenderungan terhadap salah satu jenis cerpen, karena banyak pilihan mengenai cerpen. Ada cerpen romantis, cerpen komedi, cerpen misteri dan cerpen fiksi ilimiah. Semua bebas untuk dipilih. Jika telah memiliki ‘kontak batin’ dengan salah satu jenis, cobalah untuk jujur dan serius menekuni jenis cerpen yang menjadi pilihan.

    Nah, bagaimana cara menulis kalimat pembuka cerpen yang baik dan menarik? Menurut FAM Indonesia, bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya: mulai dengan kejutan. Sebagai contoh misalnya begini:

    Lelaki itu berlari tak tentu arah. Mukanya memerah. Sesekali dia berteriak, “panas... panaaaas...!” Tangannya mengepal menahan rasa sakit yang sangat. Tapi tak seorang pun berani menolong, semua minggir dan membiarkan lelaki itu berlari menjauh. Ada api membara di kepalanya. Anehnya, api itu tetap hidup di kepala lelaki itu, padahal rambutnya sudah habis terbakar.

                Dia berlari ke pancuran. Orang-orang berlarian menjauh dengan wajah ketakutan. Kepala yang penuh api itu disodorkan ke bawah air yang mengucur dan air pun menyiram kepala penuh api itu. Api padam. Wajah lelaki itu tidak tegang lagi. Dia menarik kepalanya dari bawah pancuran. Tapi apa yang terjadi? Api itu kembali menyala di atas kepalanya. Lelaki itu pun berteriak lebih keras lagi, “tolong aku... tolong, panaaaas...!”

                Tak seorang pun yang datang menghampiri. Semua orang hanya mengintip dari kejauhan dengan perasaan takut. Mereka melihat keanehan api yang menyala di kepala lelaki itu.


    Kalimat pembuka cerpen seperti contoh di atas akan menjadi perhatian pembaca yang ingin tahu apa gerangan yang terjadi selanjutnya. Penulis bisa saja mengalihkan ceritanya kepada hal-hal lain terlebih dahulu, untuk memancing rasa penasaran, sebelum akhirnya menyimpulkan maksud dari isi cerita.

    Jadi, intinya, menulis kalimat pembuka cerpen yang menarik adalah bagaimana seorang pengarang mampu mengolah imajinasinya agar tidak menulis to the point pada pokok masalah. Pancinglah pembaca dengan sesuatu yang unik, membuat penasaran, heboh, mengejutkan, humoris, dan lain sebagainya. Dengan demikian, sesederhana apapun tema cerpen yang kita tulis akan menjadi menarik dan bernilai.

    Selamat berkarya. Semoga kesuksesan menyertai Anda!

    TIM KONSULTASI FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Bagaimana Mengawali Menulis Cerpen? Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top