• Info Terkini

    Monday, November 6, 2017

    Khusus Pemula: Tips Jitu Menyelesaikan 2 Novel dalam 2 Bulan


    By: Rizki Amalia Oktisah

    Menulis dua novel dalam dua bulan? Memangnya bisa? Ah, mustahil! Satu novel saja belum tentu selesai dan keteteran. Sekarang, mau dua novel? Dalam dua bulan pula. Ditegaskan lagi, ya. Dua bulan alias 60 hari. Mana bisa!

    Eits. Jangan pesimis dulu. Jawabannya tentu bisa! Saya sudah mempraktekkannya sendiri, dan ternyata saya bisa menyelesaikan dua naskah novel saya dalam jangka waktu yang berdekatan.

    Memang. Untuk pemula, menulis dan menyelesaikan novel dalam waktu yang singkat agak mustahil. Banyak alasan ini-itu yang membuat naskah novel terbengkalai. Seperti, susah membagi waktu, ide hilang di tengah jalan, berniat selingkuh naskah karena ujug-ujug mendapat ide baru, malas, bosan, atau lebih parahnya, mager alias malas gerakin jari untuk mulai menulis. Yang akhirnya menyebabkan naskah novel kita nggak kelar-kelar sampai bertahun-tahun.

    Jujur, saya baru mulai kembali menulis tahun ini, setelah 3 tahun sempat vacum dari dunia tulis-menulis. Alasanya cuma satu, saya malas memulainya kembali dari nol saking sudah keasyikan meninggalkan dunia literasi. Tapi, sayang kalau skill menulisnya nggak dikembangkan. Awal menulis memang kaku. Rasanya, gaya tulisan kita hilang. Sempat terbesit dalam hati, mungkin saja saya nggak punya bakat dalam  menulis. Tapi, seiring berjalannya waktu dan niat hati yang kuat untuk kembali menulis, akhirnya saya memilih untuk mencoba kembali menulis.

    Dimulai dari mengikuti lomba di event penerbit indie sampai ke penerbit mayor, saya ikuti. Mulai dari puisi, cerpen, novel, opini, artikel, dan sebagainya saya coba. Saya nekat mengirimkannya ke media, nggak peduli jika naskah saya nantinya akan ditolak. Yang penting, saya sudah mencoba dan berikhtiar tanpa putus asa.

    Alhamdulillah, setelah mencoba beberapa event dan ternyata naskah saya lolos, saya mulai semakin bersemangat untuk terus mencoba sambil memperbaiki kesalahan dan kekurangan dari naskah saya. Sebenarnya, saya lebih senang menulis novel fiksi dibanding menulis tulisan yang lain. Tapi, untuk menghindari kejenuhan dalam menulis novel, saya lebih suka nekat mencoba menulis hal yang baru. Biar pengalaman menulis pun jadi lebih banyak.

    Alhamdulillah juga, tahun ini saya sudah bisa menyelesaikan 2 naskah novel. Salah satunya saya terbitkan di indie, dan satunya lagi saya mencoba perjuangkan untuk bisa terbit di mayor. Sekarang, saya juga tengah menggarap satu novel tantangan dari salah satu penerbit indie dengan deadline waktu tiga minggu. Insya Allah, saya bisa menyelesaikannya dengan berbekal tips yang sudah pernah saya lakukan seperti di bawah ini. Nah, apa aja sih tips jitunya? Yuk, kita simak.

    1.      Niat dan keyakinan yang kuat untuk bisa menyelesaikan 2 novel dalam 2 bulan

    Tips yang pertama ini manjur banget. Pasalnya, sugesti yang kita tanamkan dalam otak itu berpengaruh sangat besar dalam kinerja kita saat menulis. Harus optimis, bahwa kamu bisa menyelesaikan naskah pertama di 30 hari pertama, dan naskah kedua di 30 hari kedua. Dijamin deh. Kalau kamu sudah memiliki keyakinan yang kuat, target kamu untuk menyelesaikan novel pasti akan tercapai. Jangankan 2 novel dalam 2 bulan, bahkan, setiap bulan produktif menulis novel pun bisa. Asalkan niat.

    2.      Bikin outline alias kerangka novel

    Tips kedua ini ampuh banget nih, guys. Usahakan sebelum menulis draft novel, dianjurkan banget untuk menulis kerangka. Ibarat kata, garis besar dari novel yang akan kamu tulis. Ini juga berfungsi untuk menghindari yang namanya, kehilangan ide di tengah jalan atau bahasa kerennya, writer block.

    Untuk format menulis outline itu sendiri dibebaskan. Terserah penulis. Mau detail sampai per bab-nya ditulis alurnya bagaimana. Atau bisa juga hanya point utama per bab dari novel yang akan kamu tulis. Pokoknya, outline bisa menjadi panduan kamu dalam menulis. Biar nggak belok-belok dan keluar dari tema.

    3.      Konsisten menulis setiap hari dan targetkan sehari menulis harus beberapa lembar

    Tips ketiga juga ampuh banget nih. Ada baiknya kamu harus selalu konsisten menulis setiap hari. Luangkan waktu untuk menulis. Saya biasanya mulai menulis dari pukul 11 malam sampai pukul 2-3 dini hari. Karena saya juga bisa lebih fokus pada malam hari (iya sih, jadinya sering begadang. Tapi, segala sesuatunya memang selalu ada yang harus dikorbankan. Dalam kasus saya, waktu tidur). Dan saya selalu menargetkan untuk menyelesaikan sehari satu bab. Berkisar 5-7 halaman satu harinya. Kamu juga bisa menargetkan berapa halaman yang kamu inginkan untuk naskah novel kamu. Misalkan, target novel kamu 100 halaman. Usahakan, kamu bisa menyelesaikan sehari 5 halaman tulisan. Jika kamu konsisten dalam menulis, dalam 20 hari kamu sudah bisa menyelesaikan naskah novel kamu.

    Saat kamu menulis, jangan pikirkan typo yang bertebaran  dan kalimat yang belum sreg di hati. Tetap lanjutkan saja tulisanmu sampai akhir. Tuangkan semua apa yang ada dipikiranmu ke dalam tulisan. Urusan typo dan segala macamnya, bisa kamu lakukan di saat kamu melakukan self editing.

    4.      Memberi reward untuk diri sendiri

    Bukan nggak mungkin kamu bakalan jenuh sama aktivitas menulis novelmu yang beratus halaman itu. Untuk menghindari kejenuhan, kamu bisa melakukan pembelokan tulisan dengan refreshing ke genre yang berbeda. Kalau kamu suka berpuisi, kamu bisa ikutan lomba puisi. Kalau kamu lebih suka menulis cerpen, ikut saja lomba cerpen. Zaman sekarang sudah bertebaran penerbit yang mengadakan event kepenulisan. Tinggal kitanya saja yang pandai-pandai menyaring, mana penerbit yang berpotensi  abal-abal dan yang profesional. Jika nantinya naskah puisi atau cerpenmu terpilih dan mendapatkan penghargaan, otomatis semangatmu untuk menyelesaikan novel akan bergemuruh seperti saat awal kamu baru memulainya.

    Selain itu, sering-sering memberikan reward untuk diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan tulisan. Contohnya saya. Jika saya berhasil menyelesaikan satu bab, biasanya saya memberikan penghargaan pada diri saya sendiri dengan melakukan sesuatu yang paling saya senangi di kala waktu senggang. Yaitu, menonton satu episode film. Hanya satu. Selebihnya, untuk stok bab-bab selanjutnya. Hehe. Dengan begitu, kamu jadi lebih semangat untuk menyelesaikan naskahmu.

    5.      Self editing

    Setelah kamu berhasil menyelesaikan naskah novelmu dalam kurun waktu yang sudah ditargetkan, kamu bisa memberikan jeda waktu untuk melakukan self editing.
    Bila target naskahmu 100 halaman dan benar-benar selesai di hari ke-20, kamu bisa mengendapkan naskahmu dulu selama beberapa hari. Ini berfungsi untuk mengembalikan pikiranmu agar lebih bisa berpikir segar dan lebih jernih. Jangan lama-lama. Cukup 3-4 hari, kamu baru melakukan self editing alias mengedit naskahmu. Bisa untuk menyunting beberapa scene yang tidak perlu, bisa juga untuk mengedit typo yang bertebaran dari bab awal sampai akhir. Baru deh kamu kirimkan ke penerbit. Selanjutnya, kamu baru boleh menyelesaikan naskah kedua di bulan berikutnya. Intinya, kamu harus fokus pada naskah pertama dulu. Jangan selingkuh naskah!



    *)Rizki Amalia Oktisah, biasa dikenal dengan nama pena Authorizki. Seorang penikmat sepi dan rindu. Lahir di Kota Cirebon generasi 95 pada hari ke sembilan di bulan Juli. Berprofesi sebagai bidan yang kini berdomisili di pulau Karimun, Kepri. Hobi merangkai diksi dan aksara sejak SMA. Salah satu karya puisinya pernah menjadi juara ketiga di event memperingati hari aksara sedunia dan salah satu tulisan opininya pernah masuk menjadi 10 terbaik dalam event Satu Jiwa Duta Damai. Mari berteman dengannya di IG: @authorizki. Email: oktisah@gmail.com. Hubungi ia di 085795769489.

    Sumber foto:honeythatsok.files.wordpress.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Khusus Pemula: Tips Jitu Menyelesaikan 2 Novel dalam 2 Bulan Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top