Skip to main content

Bait-bait Puisi Ramadhan


Judul: Bait-bait Puisi Ramadhan
Penulis: 28 Penulis
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-335-300-2
Terbit:  Desember 2017
Tebal: viii x 95 hal; 14 x 21cm
Harga: Rp55.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Adhiet's Ritonga, Amna Wati, S.Pd.I, Amrin Tambuse, Andriyana, Anita Firdaus, Annisa Fitri, Cindy Chang, Dwie Kartika Sari, Evi Putrianti, Fransiska Aria Kusuma, Hafizha Nabilah Zhafarina, Hidayah Nuril Phasa, Kurnia Ganda Putri Nasution, Lailatul Izzah, Laily Syarifah, Mochamad Ikbal Fawzi, Ning Izmi Nugraheni, Nur Khofifah Bahru, Nurul Fadhilla, Panggih Cahyo Setiaji, Petra Lugas Nuswantoro, Putri Habibah Abidin, Halim, M.Pd, Selfin Salawati, S.Pd, Siti Muawanah, Ulis Fajar Istyaningsih, Wandri, Yuniwati. 

Setiap datang Bulan Suci Ramadan, umat islam bergembira menyambutnya. Ramadan menjadi penanda perbaikan diri, peningkatan ibadah dan pendekatan terhadap Sang Pencipta. Banyak hati berharap pengampunan dosa di bulan nan mulia itu. Dengan kata lain, di bulan Ramadan, banyak yang bersimpuh di hadapan-Nya dan mengharapkan sentuhan cinta-Nya. 

Untuk mengisi bulan Ramadan yang penuh berkah, penerbit FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia-sebagai wadah kepenulisan nasional--selain menganjurkan kepada seluruh FAMili untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, juga mengajak untuk terus berkarya melalui tulisan yang bermanfaat. Sebab menulis adalah salah satu media ibadah. Salah satu karya itu adalah sekumpulan puisi dalam buku ini. 

Ramadan telah menjadi bulan yang menginspirasi. Semoga dengan membaca puisi-puisidi buku ini, memberikan pencerahan kepada pembaca. 


Keterangan: Buku hanya cetak sesuai pesanan/tidak tersedia stok.


[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982  1511/081350051745, atau via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…