• Info Terkini

    Wednesday, December 20, 2017

    Kegagalan Menulis


    By: AsyahAl-ayubi



    Judul di atas bukan bentuk provokasi untuk berhenti menulis. Adakalanya kita membutuhkan tulisan bernada negatif untuk membangunkan pikiran-pikiran positif dalam diri, dan mengatakan “Aku Bisa!” Menulis bagi saya bukan hal baru, tentu bagi pembaca menulis sudah dilakoni dari sekolah tingkat dasar hingga saat ini. Tapi menulis disini bukan sekadar menulis huruf atau menjiplak seperti yang dilakukan saat kecil atau di lembaga pendidikan.

    Banyak orang-orang yang melakukan kegiatan menulis, bahkan menulis sudah dijadikan profesi yang “menghasilkan”, dengan menulis terkumpulah pundi-pundi receh yang menjanjikan. Selain itu karya tulisan yang dinikmati pembaca melalui media cetak atau elektronik adalah kebanggaan bagi seorang penulis.

    Nah, bagaimana jika tulisan Anda tak pernah bertengger di media apa pun? Atau kalah dalam sayembara menulis yang kini berseliweran di mana-mana. Tentu sedih dan kecewa karena kegagalan yang ternyata bukan terjadi sekali atau dua kali. Bertubi-tubi mengalami kegagalan menulis yang tidak dimuat atau tidak menjuarai dalam lomba. Saya adalah satu di antara yang mengalami kegagalan itu, penulis pemula seperti saya sangat menggebu sekali agar tulisan pertama dan kesekiannya dapat dimuat di media dan tentu memenangkan perlombaan bergengsi yang diharapkan membuat kita akan terus berkarya.Tapi bagaimana jika impian dan kenyataan berbeda 100%? Jika Anda penulis pemula. Maka mulailah berpikir bahwa“bukan rezekinya" jika tulisan Anda belum termuat. Walau sudah begitu, sangat manusiawi memiliki rasa kesedihan dan kecewa. Tapi jika terus merana dan bahkan menjelek-jelekkan karya sendiri, maka itu adalah kiamat bagi seorang penulis.

    Menghargai karya sendiri adalah sikap legowo yang patut dimiliki penulis pemula. Jangan berpikir bahwa tulisan Anda tidak layak untuk dimuat, tapi berpikirlah bahwa karya Anda tertunda sementara, dan yang Anda perlukan hanyalah belajar dan belajar mengenai menulis. Kegagalan menulis bisa disebabkan karena empat hal yang harus diperbaiki oleh penulis pemula. Pertama, niatkan bahwa Anda menulis bukan untuk kebanggan diri Anda. Ubahlah niat Anda, dengan niat agar tulisan Anda bermanfaat bagi pembaca. Menulislah dengan hati mulai saat ini. Kedua, ide itu dekat dengan kita. Siapa bilang bahwa itu ide sulit untuk di dapat? Ide justru lahir dari kepekaan seorang penulis. Jika Anda ingin menjadi penulis, maka cobahlah untuk peka dan membuka diri Anda terhadap diri Anda, keluarga dan lingkungan masyarakat. Anda akan mudah mendapatkan sejuta ide menulis dari hal kecil sekalipun.

    Ketiga, baca! Sebelum berkeinginan bulat-bulat menjadi penulis, Anda harus menjadi seorang reader atau pembaca terlebih dahulu. Karena menjadi seorang pembaca akan memotivasi Anda untuk bisa menulis karya Anda sendiri. Selain itu Anda akan menemukan banyak jutaan kata unik yang bisa anda jadikan referensi dalam karya Anda, ingat yah jangan plagiat.

    Terakhir, mencari editor handal atau rekan yang memang sudah jago menulis. Anda membutuhkan rekan editor, agar membantu penulis menemukan kesalahan kata, alur cerita bahkan ide. Beda dengan pembaca pemula, editor ini akan lebih memperhatikan tulisan kita terutama ide tulisan yang disampaikan. Walau sedikit menyakitkan hati tapi editor sangat akan membantu.

    Semoga empat hal biasa dilakukan penulis pemula, mulai Anda perbaiki agar tulisan semakin berkualitas. Jangan malu untuk belajar, karena belajar itu tanpa batas. Pada siapa saja dan di mana saja jangan kamu bisa belajar, segera ambil pena dan tulislah apa pun yang ada dalam pikiran Anda, karena mungkin saja itu adalah cerita pertama yang wajib kamu tulis.


    *)AsyahAl-ayubi adalah nama pena dari Nur Asyah lahir dan besar di Purwakarta. Seorang guru SLB ini menyukai dunia literasi semenjak SD, Sang Ayah yang selalu membaca Koran membuat As panggilan akrabnya ini mengikuti jejak sang Ayah. Jika ingin berdiskusi dengannya ,silahkan hubungi 081245522594 dan berkunjunglah keblognya: asyahalayubi.blogspot.com.
     Sumber foto: lithub.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kegagalan Menulis Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top