Skip to main content

Klepon Pintar


Judul: Klepon Pintar
Penulis: Mariane Christabel Kimiko (Kiko)
Kategori: Kumpulan Cerpen
ISBN: 978-602-335-324-8
Terbit:  Desember 2017
Tebal: x + 112 hal; 14 x 21cm
Harga: Rp40.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Sekolah Clarice dan Zahra suatu hari mengadakan lomba bagi murid-muridnya untuk berjualan, terserah apa pun bentuk jualannya asalkan unik. Tak disangka ternyata jualan mereka yang berbahan klepon banyak yang membeli karena sangat unik dan membuat pembelinya "pintar", hingga akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang lomba. -Klepon Pintar

Sambil mengendap-endap di ujung tangga dan di dalam kegelapan, Hanni, Kella dan Jema melihat ada sesosok perempuan dengan rambut terurai sedang memainkan piano tua di rumah Michii. Jika itu manusia, mana mungkin selarut ini masih ada yang memainkan piano. Antara penasaran dan rasa takut, akhirnya mereka berlarian kembali ke dalam kamar dan menunggu hingga esok pagi untuk memastikan siapa yang memainkan piano tua itu setiap malam. -Misteri Piano Tua

Marianne Christabel Kimiko, 10 tahun

Hai teman-teman, perkenalkan namaku Marianne Christabel Kimiko, lebih akrab dipanggil Kiko. Terlahir sebagai anak pertama di Surabaya, tanggal 4 Juli 2007. Saat ini aku bersekolah di SD Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo kelas 5. Menulis cerpen adalah hobiku, disamping menari dan yang pasti menghabiskan makanan favoritku, yaitu nasi goreng special telur mata sapi. 

Klepon pintar ini adalah buku kumpulan cerpen pertamaku. Semoga teman-teman suka dan jika ingin berkenalan denganku serta memberikan kritik maupun saran dapat menghubungiku di kimikokikoku@gmail.com. Aku akan berusaha segera membalas semua email yang masuk. Tunggu buku kumpulan cerpenku berikutnya yach...

Keterangan: Buku hanya cetak sesuai pesanan/tidak tersedia stok (bisa dipesan melalui penulis)


[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982  1511/081350051745, atau via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…