• Info Terkini

    Monday, December 4, 2017

    Pengumuman 200 Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema "Ibu"


    Selamat Naskah Anda Terpilih!

    Salam literasi FAMili, hari ini Selasa, 5 Desember 2017 FAM Indonesia mengumumkan 200 Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema “Ibu”. Setelah tim juri menyeleksi 1.009 naskah, maka terpilihlah 200 naskah nominator yang berkesempatan menjadi juara dan akan dibukukan. Meskipun tim juri menemukan banyak naskah yang bagus dan layak dibukukan, namun juri harus membatasi hanya 200 naskah terbaik yang dibukukan. Naskah-naskah ini akan diterbitkan dalam satu judul buku. Judul utama buku yang akan dipilih adalah judul puisi juara 1 (satu). Ke-200 naskah tersebut adalah: 

    Update berdasarkan abjad (A sampai Z)

    1. A. Fatoni, Rembang (Ada Maryam di Matamu)
    2. Abdillah Mushthafa, Purwakarta (Ia Ibuku, Ia Ibuku, Ia Ibuku)
    3. Adella Indah Nurjanah, Palembang (Di Punggungmu)
    4. Adi Irwan, Sumenep (Nisan)
    5. Adila Cintyawati, Padang (Ibuk Tempat Pulang)
    6. Aghitsna Gita Pradita, Tuban (Karena Aku Putri Emak)
    7. Agus Krisnawati, Trenggalek (Terimakasih Mamak)
    8. Ai Prtiwi, Indramayu (Dalam Pelukmu)
    9. Alexander Robert Nainggolan, Tangerang (Mencari Ibu)
    10. Amelia Ananda, Bandung (Ridhollah fi Ridho Walidaini)
    11. Andika Maharaja, Kuala Kapuas (Hanya Potret Fatamorga)
    12. Andrayani, Temanggung (Sajak Buah)
    13. Anggi Dwi Lestari, Kubu Raya (Guru Terbaik)
    14. Anggie Kurnia Putri, Surabaya (Ibu)
    15. Apriana, Pacitan (Senandung Kalbu)
    16. Apriyani Balqish, Jakarta (Itu Ibunya Siapa)
    17. Ardelia Bertha Prastika, Mojokerto (Perihal Wangi yang Kaucuri Tadi Malam)
    18. Ariyani Purwaningsih, Sidoarjo (Surgaku)
    19. Asrul Sanie, Temanggung (Bila Bukan Kau)
    20. Aulia Ainun Ardilah, Sleman (Ke Rumah Ibu Aku Pulang)
    21. Awi Andjung, Kepulauan Meranti (Pesan Emak dalam Ayunan)
    22. Ayu Rahayu, Jakarta (Emih dan Sebungkus Mie Instan)
    23. Balqies Gabriella Prameswari, Semarang (Putri Tak Bermama)
    24. Budi Setiawan, Temanggung (Rumah Ibu II)
    25. Casper Aliandu, Surabaya (SMS)
    26. Dananil Qayyum, Sumenep (Hujan di Jalan Menuju Kota)
    27. Denik A Nuramaliya, Malang (Wajah Surga di Atas Selembar Daun)
    28. Dewi Andriani, Tarakan (Kepadamu, Ibu)
    29. Dewi Dwi Erlyna, Ponorogo (Sujudmu untukku, Ibu)
    30. Dhimas Muhammad Yasin, Sukoharjo (Menuju ke Uban)
    31. Dicky Bayu Pamungkas, Grobogan (Tempat Semua Jiwa Menyatu)
    32. Dicky Rivaldi, Jakarta (Sebuah Tempat Tidur)
    33. Dimas Andry Sugiarto, Yogyakarta (Dari Alunan Gitar Klasik)
    34. Dimas Ayu Primadani, Jombang (Baktiku)
    35. Dimas Kurniawan, ? (Penyemangat Hidup)
    36. Dinda Delima Anindi, Indramayu (Dini Hari)
    37. Dini Mizani, Padang (Perempuan dalam Lipatan Kenang)
    38. Dita Dwi Selvia, Medan (Merindukanmu)
    39. Effatun Nafsiyah, Sumenep (Ibu)
    40. Elisabeth, Yogyakarta (Terimakasihku)
    41. Elisa Rahma Azizah, Lampung (Tangisnya)
    42. Elista Ita Yustika, Majalengka (Katakan Apa)
    43. Ely Widayati, Bantul (Seonggok Asa)
    44. Encep Abdullah, Serang (Di Mana Rumah)
    45. Ereenda Risty, Yogyakarta (Bicara Hati)
    46. Erina Budi Purwantiningsih, Kediri (Andai Aku)
    47. Erla Arriyani, Madiun (Mamaku di Pulau Borneo)
    48. Estu Ismoyo Aji, Purworejo (Ibu yang Terpenjara Dalam Doa)
    49. Eunike Dian, Sleman (Cinta Sempurna)
    50. Faidi Rizal, Sumenep (Perempuan yang Kucintai)
    51. Faizatul Mufidah, Bandarlampung (Laut Duka)
    52. Fajar Bayu Widianto, Trenggalek (Ny. Warsanah)
    53. Fatya Maulidina, Medan (Sepucuk Surat dari Ibu)
    54. Ferril Irham Muzaki, Malang (Cinta 150 Meter)
    55. Fitri Fatmawati, Bandung (Ibu 2)
    56. Fitriyani Hasibuan, Kotapinang (Sosok Malaikat Hatiku)
    57. Fransiskus O. Sanjaya, NTT (Pesan Ibu dari Desa)
    58. Freshyama Daniar Rosy, Bogor (Semegah Sang Mega)
    59. Fungky Dyan Pertiwi, Sidoarjo (Nasehat Zaman Now)
    60. Ghaitsa Zahira Shaffa, Bandarlampung (Kata Maaf yang Terlambat)
    61. Gunawan, Bima (Doaku Untukmu)
    62. Hafsa Fazila Arradhi, Bandarlampung (Merindukanmu)
    63. Haliifah Ibtisamah Abu Bakar, Cilacap (Tertinggal Satu Makna)
    64. Hamiruddin Hutabarat, Padang (Di Dermaga Lama)
    65. Hana Farhani Maulida, Bogor (Hari Milikmu)
    66. Hana Izzatul  Fitri, Bandar Lampung (Api Kenangan)
    67. Harnina, Payakumbuh (Selepas Hujan)
    68. Herdita Rahmadianingtyas, Balikpapan (Madrasatul Ula)
    69. Herlambang Dwi Prasetyo, Bantul (Ibu)
    70. Iftikhah Kamalina, Purwokerto (Penguasa Malam)
    71. Imam Rosyadi, Sumenep (Seperti Hidup Rumah Tanpa Kamar)
    72. Indah Handayani, Pekalongan (Gagal Dispersi)
    73. Indriyana, Sumenep (Bagaimana Ini Bu?)
    74. Ipah Latipah, Bandung (Bukan Cinta Biasa)
    75. Irawan Tri Hartanto, Jember (Cinta Sang Ibu)
    76. Irawati, Pidie (Pelataran Rindu)
    77. Jansori Andesta, Bengkulu (Tempat Bermula)
    78. Jihan Aurdania Sunardi, Surabaya (Doakanku Ibu)
    79. Juhariyah Nur Hakim, Klaten (The Worlds of Pandora Box)
    80. Jumenah, Jakarta (Pesan  Ibu)
    81. Kartika Apriliana, Yoyakarta (Surga Untuknya)
    82. Khanafi, Purwokerto (Membayangkanmu)
    83. Krishnamurti Dadi Pratomo, Bantul (Terima Kasih Ibu)
    84. Lailatul Qodriyah, Gresik (Alaska Jenuh Buk!)
    85. Laras Sekar Kinasih, Jakarta (Dia Diam Saja)
    86. Lasinta Ari Nendra, Garut (Perempuan yang Tak Layu Merindu Tunas Baru)
    87. Lin Hana, Jember (Umma)
    88. Lindawati, Pidie (Topi Toga Tanpa Bunda)
    89. Livia Ervita, Probolinggo (Meniup Tungku)
    90. Lydia Nahkluz Petrovaskaya, Bengkalis (Serenade Buat Ibu)
    91. M. Suhaidi Lee Hyang, Sumenep (Perempuan yang Membangunkan Matahari)
    92. M. Zaini, Banjar (Delapan Angka Arab Per Tanggal Kematian)
    93. Marfuah, Bekasi (Berdialog dengan Emak II)
    94. Misbah Rajif Ibrahim, Magetan (Kasih Ibu)
    95. Misbakhumunir, Kebumen (Surga yang Dilupakan)
    96. Moh. Alvin Windro Wicaksono, Bandung (Ibu Bunga)
    97. Moh. Fathurrohman, Bandung (Ibu yang Tersendu Sepi)
    98. Mr Tohamba, ? (Di Balik Senyum Ibu)
    99. Muhammad Arman Permana, Bandung (Puisi Pendek untuk Ibu di Kampung)
    100. Mulyati, Salatiga (Ruang Gelap)
    101. Nabila Syifa Shabrina, Bandarlampung (Tak Terganti)
    102. Nadia Efendi, Bukittinggi (Ajari Aku, Ibu)
    103. Nathania Nastiti Kusumadewi, Yogyakarta (Senandung)
    104. Ni Kadek Arista Dewi Anjani, Tabanan (Cinta Kasih Ibu)
    105. Nissetya Utomo, Madiun (Tak Basah)
    106. Nor Aini, Sumenep (Tepian Senja di Taman Surga)
    107. Nora Vebrianti, Padang (Lentera Senja Menepi)
    108. Novi Nur Islami, Sumenep (Wanita Sebelum Aku)
    109. Nur Hafizqi, Medan (Kulihat Wajah Malaikat)
    110. Nur Humairoh Umi, Bengkalis (Sajak Bulan Purnama)
    111. Nur Irdawana Nasution, Medan (Dosaku Padamu Ibu)
    112. Nurhakiki Sonia, Tapanuli Utara (Alunan Do’a Ku untuk Mu)
    113. Nurhidayah Tanjung, Bengkulu (Kepada Ibu)
    114. Nurjannah, Lhokseumawe (Sri Ratu)
    115. Nurmasyithah, Lhokseumawe (Bukan Malaikat)
    116. Nurul Afifah, Jepara (Sepucuk Rindu)
    117. Nurul Istiawati, Randudongkal (Bidadari Bersayap Tabah)
    118. Nurul Maudila, Sumenep (Syair untuk Sandra)
    119. Olga Chaesa Novianti, Padang Pariaman (Fatamorgana)
    120. Pradita Rizki Amelia, Bekasi (Permataku)
    121. Puspita Idola Pirsouw, Maluku (Elegi Sebatang Lilin)
    122. Qisthi Delaila Aprillia, Bandung (Akulah Malaikat Kecilmu)
    123. Rahmadhani Triastomo, Bandung (Sandaran Pertama)
    124. Rahmatul Maulidar, Lhokseumawe (Engkau Tiada Bercelah)
    125. Rangga Kusumah, Bandung (Untuk Ibu)
    126. Ranti Nurhayati, Tasikmalaya (Cemas)
    127. Retno Dwiyanti, Yogyakarta (Pinjaman Nirwana)
    128. Rifaldi, Kotawaringin Timur (Padamu Ibu)
    129. Rifda S, Pontianak (Jantung)
    130. Rifqi Rosyaifuddin Abdillah, Lampung (Sepucuk Surat Rindu untuk Ibu)
    131. Riska Putri Taupik, ? (Air Mata Mande)
    132. Riskiyah, Sumenep (Cintaku Sesepi Puisi Tanpa Kata)
    133. Risma Febriyanti, Purwakarta (Perindu Berlian)
    134. Rivelson Saragih, Surabaya (Jejakmu Lentera Hidupku)
    135. Rizal Fathurrahman, Gresik (Dialah Kartini Laksamana Hidupku)
    136. Rizqian Rahmatlla, Sumenep (Anak yang Lepas dari Hujan)
    137. Rodatul Anisa, Wonogiri (Ibuan Malam)
    138. Sa'adah Nur Kamilah, Bandung (Janin Ibu)
    139. Safrina Muzdhalifah, Pamekasan (Engkau Masih Surga)
    140. Saiful Huda, Puwokerto (Kwatrin buat Emak)
    141. Sarirotul Ishmah, Tuban (Kenyang Lewat Mulutnya)
    142. Sasmitha A. Lia, Makassar (Perempuan Tua)
    143. Sausan Nuwayyar, Kediri (Jiwa Penenang Kalbu)
    144. Seli Handayani, Ponorogo (Setulus Cinta Ibu)
    145. Selpi Noviyanti, Indralaya (Permata Hati)
    146. Sesaria Lukman, Solok (Menjemput Bahagia)
    147. SF Ibnu Firsa, ? (Pokopunk)
    148. Shafa Tazkia Maghfira Sembiring, Bandarlampung (Siksa nan Terkenang)
    149. Shafiera Ziizah, Mojokerto (Hasrat Bawa Sesal)
    150. Shinta Dea Anggraini, Lamongan (Jangan Ambil Dia Dari Kami,Tuhan)
    151. Singgih Suseno, Jakarta (Ampun, Ibu)
    152. Sinta Umala indah, ? (Telapak Kaki Ibu)
    153. Siti Zakiah, ? (Pemeran Ganda)
    154. Sodia Yanuarita, Surabaya (Rinduku di Atas Rindu)
    155. Sonny Wilson, Surabaya (Gitarku, Aku dan Ibu)
    156. Sri Budi Handayani, Gresik (Engkaukah Ibu)
    157. Sri Indriyana, Sumenep (Tembang Laut untuk Ibu)
    158. St. Khaera Umam, Sinjai (Sajak Rindu)
    159. Suci Anugrah Yanti, ? (Perempuan Itu)
    160. Sudi Purnama, Bangkalan (Ketika Aku Tulis Puisi)
    161. Sulthan Indra Muhidin Muda, Bukittinggi (Perempuan Langit Itu, Amak)
    162. Supriadi, ? (Indo’Ku)
    163. Tajullail Dasuqi M, Sampang (Surat untuk Ibu)
    164. Tatiek Purwanti, Malang (Meraba Sketsa Ibunda)
    165. Tesa Apriani Gunawan, Bandung (Tentangmu)
    166. Theresia Mulyanti Genggong, Flores (Sayapku)
    167. Tiara Anjelia Has, Payakumbuh (Laras Ibu)
    168. Tifan Al Zahrani Merlis, Kendari (Cinta Ibu)
    169. Tina Safta Martiana, Bandung (Bagaimana Pabila Esok)
    170. Titis Rahayu W, Surabaya (Tirta)
    171. Titus Adhi Sukmana, Semarang (Sajakku untuk Ibuku)
    172. Toni Tokan, Sleman (Andromeda)
    173. Umhafizha, Tangerang (Bercermin Darimu)
    174. Upi Siti Parhatun, Jakarta (Kecewa)
    175. Vanya Salsabila Rofinanda, Mojokerto (Sang Ratu)
    176. Vintania Sari, Jakarta (Yang Tak Pernah Jujur Tentang Luka)
    177. Vito Prasetyo, Malang (Aku Bertasbih untuk Ibu)
    178. Wahyu Christian Adi Setya, Probolinggo (Kepada Ibu)
    179. Wahyu Fajar Setiyawan, Semarang (Kusiram Makammu dengan Bunga)
    180. Wahyu Maulidha, Jambi (Ibu, Purnama di Kala Lara)
    181. Wanda Frangga, Jakarta (Lazuardi Sang Ibu)
    182. Widjayanti Ning Tyas, Gunungkidul (Perempuan Senja)
    183. Widwi Astuti, Tulungagung (Petuah Renta)
    184. Wilma Apriliana, Medan (Pulang)
    185. Winanti Rahayu Indah L, Bangkalan (Aku Hanyalah Penghunus Luka)
    186. Winda Sari Dwi Novitaningrum, Sleman (Jangan Katakan Hujan, Aku Rindu)
    187. Windy Oktaviani, Semarang (Syair Anak Nakal)
    188. Wini Hanifah Muthmainnah, Bandarlampung (Dalam Sebuah Makna)
    189. Wira Sukma, S. Pd.I, Medan (Mandeh)
    190. Wulan Ayu Fitriya, Jepara (Kapten Berpangkat Paling Tinggi di Dunia)
    191. Yoe Irawan, Sukabumi (Ikan-Ikan di Wajah Ibu)
    192. Yuda Prasetio, Pekanbaru (Surga Ku pada Wajahmu)
    193. Yudi Rahmatullah, Pandeglang (Tersenyumlah Ibu)
    194. Yulianawati, Tanah Datar (Pengorbanan Tanpa Akhir Serta Pemberian Tanpa Pamrih)
    195. Yusrina, Yogyakarta (Ibu)
    196. Yusuf Septian, Sorong (Tentangmu)
    197. Yuwanita Octarya, ? (Apa Kabarmu Ibu?)
    198. Zahrotin Prasetyana, Sidoarjo (Ratapan Perindu Kasih)
    199. Zakia Fithratunnisa, Lampung (Rindu)
    200. Zen Kr, Sumenep (Ibu, Engkaulah Tuhan Itu)


    Seluruh naskah nominator akan dibukukan oleh FAM Publishing, namun penulis tidak mendapatkan bukti  terbit. Bagi yang ingin memesan bukunya bisa konfirmasi via email FAM: aishiterumenulis@gmail.com. 

    Nantikan pengumuman 20 Naskah Terpilih, 6 Desember 2017 . Pengumuman Pemenang, 7 Desember 2017. 

    Terima kasih atas partisipasi dan antusias Anda semua mengikuti event-event FAM Indonesia. Bagi yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Tetap semangat menulis dan ikuti event-event FAM Indonesia lainnya. 

    *Seluruh pemenang dan peserta akan mendapatkan piagam penghargaan. Piagam akan dikirim secara bertahap melalui email setelah tanggal 10 Desember 2017. Batas pengiriman piagam 25 Desember 2017. 


    Salam aktif, salam literasi!
    FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pengumuman 200 Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema "Ibu" Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top