• Info Terkini

    Monday, December 11, 2017

    Wisuda Tepat pada Waktunya


    By: Putra Astaman

    Lulus kuliah tidak perlu secepat kilat apalagi lama ‘selama-lamanya’, yang perlu itu adalah pengalaman selama menimba ilmu di dalam kampus bukan hanya masalah waktu tapi secara umum tentang kualitas.

    Siapa yang tidak bangga saat mengetahui dirinya berhasil lulus di Perguruan Tinggi Negeri, ucapan syukur terus berlantun asyik, “Alhamdulillah, terimakasih ya Allah” gumam segelintir orang. Seperti itulah yang Saya, Anda, dan Kita semua rasakan saat pertamakali melihat hasil seleksi dan lulus melalui jalur SBMPTN atau SNMPTN. Perasaan senang, syukur, dan bangga berhasil kita himpun dalam jiwa ini sewaktu itu. Bayangan akan dunia kampus yang penuh literasi dan hal-hal baru mulai berlalu-lalang di fikiran kita.

    Masuk dalam dunia kampus ternyata banyak hal yang ditemukan. Mulai dari jadwal kuliah yang begitu dinamis sampai serba-serbi pergaulan ala-ala separatis. Alhasil dari semua itu terbentuklah beragam karakter mahasiswa. Karakter-karakter mahasiswa inilah yang kemudian membentuk beragam opini dan berkembang di tengah-tengah kehidupan kampus. Termasuklah opini tentang berapa lama seharusnya mahasiswa menyelesaikan studinya. Mereka yang lulus dengan cepat di puji-puji sedang mereka yang belum lulus dianggap penghambat akreditasi.

    Belakangan ini mahasiswa di khawatirkan dengan peraturan Kemendikbud No. 49 tahun 2014 yang mewajibkan kuliah sarjana di Perguruan Tinggi Negeri hanya maksimal lima tahun. Sebagian menganggap waktu tersebut begitu cepat untuk menimba ilmu dan terlalu singkat untuk mendapatkan pengalaman baik organisasi, prestasi ataupun kerja dengan status mahasiswa. Tetapi bagi segerombolan orang yang study oriented, tidak ada kegiatan selain kuliah, tentu waktu 5 tahun adalah masa yang begitu lama sekali.

    Lalu, apakah lamanya waktu studi mempengaruhi kualitas seorang sarjana? Jika sangat mempengaruhi tentu tidak, tetapi jika sedikit mempengaruhi mungkin iya. Kualitas seorang sarjana tidak hanya dipengaruhi oleh waktu tetapi rangkuman dari banyak hal seperti: pengalaman organisasi, interaksi antar mahasiswa, pengalaman kerja, manajemen waktu, dan bahkan teman sepermainan. Sangat diskriminatif sekali jika kita membandingkan seorang sarjana dengan sarjana yang lain hanya berdasarkan waktu kelulusannya.

    Konsentrasi dan Fokuslah dalam Menyelesaikan Study

    Waktu memang bukanlah hal utama dalam menentukan kualistas sarjana, tetapi waktu akan menjadi stimulan keberhasilan. Mereka yang berhasil mendapatkan gelar sarjana akan melanjutkan fase kehidupannya di dunia kerja. Ketika para sarjana berada di dunia kerja tentu pengalamannya akan bertambah dan pengetahuannya tidak sebatas kehidupan kampus. Setidaknya beragam uji coba telah ia hadapi lebih dahulu ketimbang mahasiswa akhir yang masih disibukkan dengan skripsi yang tak kunjung selesai.

    Tidak ada alasan yang dapat diterima oleh khalayak ramai ketika seseorang sudah melebih batas waktu normal untuk menyelesaikan study-nya. Kesibukan, fokus kerja, mengurus organisasi hanyalah kamuflase klasik di hadapan orang banyak.

    Konsentrasi dan fokuslah dalam menyelesaikan study. Berapa lama pun kita kuliah tidak akan jadi masalah ketika kita mampu menyelesaikan dengan hasil yang terbaik. Kita menjadi sarjana yang memiliki pengetahuan dan concern terhadap bidang kita, tentu ini adalah hal yang luarbiasa.

    Dapatkan Pengalaman Organisasi dan Prestasi

    Perguruan Tinggi tidak hanya menawarkan literasi dan riset atau tugas dan perkuliahan. Kampus juga menawarkan organisasi mahasiswa yang bergerak di berbagaibidang. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) misalnya, organisasi ini bergerak diranah eksekutif layaknya pemerintahan sebuah negara. Maka tak heran ketua BEM disebut sebagai Presiden Mahasiswa, karena organisasi ini mewakili aparatur kepemimpinan mahasiswa didalam kampus, pemilihan ketuanya pun lewat Pemilu. Bagi kalian yang tingkat kepeduliannya sangat baik, bisa mengikuti organisasi yang bergerak dibidang kemanusiaan seperti Korps Sukarela PMI, atau ingin mengembangkan hobi masing-masing silahkan masuk ke organisasi yang membidangi hobi tersebut. Semua organisasi itu ada di dalam kampus, tinggal kita yang pilih dan tekuni.

    Pengalaman organisasi akan mempengaruhi kualitas kita sebagai sarjana nantinya. Hal ini dikarenakan budaya dalam organisasi akan membiasakan kita untuk bekerjasama, menjadi pemimpin, membuat proposal, hingga bertemu dengan orang-orang besar. Mereka yang tidak terbiasa dengan aktifitas seperti itu akan terkejut ketika menghadapi kejamnya dunia kerja.

    Selain pengalaman organisasi, kualitas seorang sarjana juga dipengaruhi oleh prestasi yang telah dicetaknya selama kuliah. Prestasi apapun itu akan memberikan dampak yang positif bagi seorang sarjana untuk berhadapan dengan dunia kerja. Ketika menjadi seorang mahasiswa peluang meraih prestasi sangat banyak dan terbentang luas. Waktu perkuliahan yang tidak terlalu banyak memberikan kesempatan kepada seorang mahasiswa untuk berbuat lebih dan meraih prestasi dibidang manapun. Seorang mahasiswa bisa menekuni karya tulis, mengikuti lomba fotografi, perlombaan debat mahasiswa, atau berpartisipasi dalam pelatihan. Semakin aktif dan tekun maka bersiaplah beragam keahlian dan prestasi di dapat.

    Waktu Bukanlah Segalanya tapi Segalanya Butuh dibatasin Waktu

    Setiap kita mempunyai masalah masing-masing dan setiap masalah diberikan oleh Tuhan sesuai dengan kemampuan hambanya. Tidak semua orang yang belum menyelsaikan study karena ketidakmampuannya. Sebagian orang justru mampu dibidangnya dengan sangat baik namun selesai study diakhir batas waktu yang diberikan. Jika yang menjadi masalah dalam menyelesaikan study adalah kemalasan maka segera buang jauh-jauh kemalasan tersebut. Bangunlah di pagi hari dan beraktifitaslah agar rasa malas tersebut hilang dari diri kita.

    Selesaikan permasalahan kita, jangan lari dari masalah tersebut. Buatlah target waktu untuk menyelasaikan permasalahan tersebut, lakukan monitoring terhadap tahapan yang sudah dilalui dan tetaplah fokus pada tujuan.



    *) Penulis adalah seorang pria yang lahir dua puluh tiga tahun Silam. Putra Astaman, nama lengkapnya. Ia merasa nyaman ketika berhubungan dengan dunia kepenulisan, desain grafis, dan perjalanan. Penulis senang sekali jika mendapat kritik dan saran serta diberi kesempatan untuk berbagi, ia bisa dihubungi melalui IG: Putra_ast, Email: Putraastaman212@gmail.com atau Nomor Handphone: 08988263454 (WA/SMS)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Wisuda Tepat pada Waktunya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top