• Info Terkini

    Tuesday, January 23, 2018

    Bedah Buku "Jangan Mengukur Baju dengan Badan Orang Lain" Banyak Ibrah yang Bisa dipetik



    FAMNEWS, Kediri - Jangan Mengukur Baju dengan Badan Orang Lain, sebuah motivasi yang ditulis berdasarkan hasil perenungan dan pengalaman pribadi saat mengikuti seminar. Nardi, guru di Yayasan Masjid Muhajidin Surabaya ini membukukan karyanya melalui FAM Publishing pada Mei 2017 lalu, dengan harapan buku tersebut dapat memotivasi pembaca, agar menjadi manusia yang lebih baik.

    Beberapa saat lalu, Nardi yang kelahiran Sumenep 06 April 1983 ini juga berkesempatan membedah bukunya tersebut bersama Ustaz Habibullah Irsyad, M.Pd.I--Ketua Pemuda Muhammadiyah Kenjeran--, Ahad (20/1/18). Bertempat di Madrasah Ibtida’iyah Muhammadiyah 25 Surabaya, Ustaz Habibullah dan penulis sendiri secara garis besar menyampaikan makna bahagia yang sesungguhnya, seperti yang termaktub dalam buku tersebut.

    Diakui Nardi, dirinya merasa perlu menulis buku tersebut karena tidak sedikit manusia yang mengukur kebahagiaan, dengan memandang kehidupan orang lain yang--secara kasat mata-- seolah-olah mereka menemukan kebahagiaan sejati dengan segala yang dimilikinya. Lantas, bagaimana cara meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat berdasarkan agama? Nardi memaparkannya dalam buku "Jangan Mengukur Baju dengan Badan Orang Lain".

    "Sementara kita lupa, bahwa kita tidak tahu apa yang tersirat di balik semua itu, apa derita yang terpendam atau sengsara yang tak diungkapkan. Maka kebahagiaan itu bukan diukur dengan kesuksesan orang lain tetapi diukur dengan sejauh mana ketaatan kita kepada Allah" papar penulis Teologi Cinta ini, yang sekaligus anggota Badan Dakwah Mujahidin (Masjid Mujahidin Perak).


    Di tengah terpaan gelombang dahsyat arus global yang cenderung destruktif ini, menurut Nardi, buku tersebut sangat cocok dibaca oleh generasi muslim sebagai bekal untuk membentengi akidah dan moral. "Mengingat perkembangan dunia tekhnologi komunikasi dan informasi yang semakin pesat, disamping memiliki aspek positif tentu juga banyak aspek negatif, yang apabila kita tidak mampu menyaringnya secara bijak maka akan membawa dampak buruk terhadap generasi kita," ujar pria yang kerap menulis artikel di beberapa harian dan majalah Islam di Surabaya ini.

    Tak kurang dari 100 peserta yang terdiri dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), anggota OSIS SMP dan SMA sekolah sekitar turut memadati aula kegiatan. "Alhamdulillah, tanggapan mereka positif dan senang, karena di dalam buku tersebut berisi tentang pelajaran-pelajaran yang dapat dijadikan ibrah," tutupnya. [TIM Media FAM]

    Keterangan foto: 1. Nardi (kanan) jadi pembicara.

    2. Nardi menyerahkan buku kepada salah satu peserta.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Bedah Buku "Jangan Mengukur Baju dengan Badan Orang Lain" Banyak Ibrah yang Bisa dipetik Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top