• Info Terkini

    Tuesday, January 23, 2018

    Jihad Bil Qalam, Upaya Agus Salim Menebarkan Virus Literasi


    FAMNEWS, Kediri – Sebagian besar buku di pasaran tentu sudah banyak yang membahas tentang pentingnya menulis. Namun, buku terbitan FAM Publishing pada tahun 2017, yang ditulis oleh Agus Salim--Guru di Lembaga Pendidikan Al Muslim Fullday Scholl--dengan judul Jihad Bi al-Qalam ini jelas berbeda. Dikatakannya, bahwa menulis merupakan bagian dari jihad fi sabilillah. “Dengan menulis, di samping untuk menstrukturkan pemikiran, juga sebagai bentuk sumbangan pemikiran positif untuk membangun budaya sebuah bangsa. Tentu tulisannya harus konstruktif, bukan tulisan destruktif yang isinya bertentangan dengan norma , dan yang berlaku bagi kita” ujar pria yang gemar menulis artikel dan opini di majalah Hidayatullah, Media Jatim, dan koran Harian Surya itu.

    Pria kelahiran Jombang, 04 Agustus 1970 yang pernah menjuarai Lomba Menulis Artikel Guru di Majalah Cerdas 2011 lalu ini, sebelumnya telah menerbitkan beberapa karya diantaranya Berguru pada Waktu (BpW), Kumpulan Opini dan Hikmah, Malam-malam Seribu Bulan, Antologi Puisi, Aku Rindu Aku Sujud, Puisi, Jihad Bi al-Qalam, dan Kumpulan Opini dan Artikel. Sebagai ikatan moral dan seperjuangan dalam menyebarkan virus literasi, tak tanggung-tanggung, Agus Salim bahkan berjanji akan tetap menerbitkan buku-buku di FAM Publishing.

    Menurutnya, kegiatan menulis sudah ditekuninya secara intens sejak lulus SPGN Jombang tahun 1990 dan berlanjut saat kuliah. “Walaupun berupa coretan-coretan kecil, namun saya yakin coretan-coretan itu akan bermanfaat, seperti pada BpW yang sebagian adalah hasil coretan-coretan kecil. Tentu tetap harus kita kembangkan” tutur pengisi majlis ta’lim di Sidoarjo dan Surabaya tersebut. Tahun 1992, lanjut Agus Salim, sempat pula salah satu coretannya yang berupa karya puisi dan sering dikirimnya ke Radio Republik Indonesia Surabaya, terpilih untuk dibacakan.

    Sebagai salah satu anggota, Agus Salim menuturkan jika FAM Indonesia sebagai wadah bagi penulis harus terus inovatif dalam bersaing di dunia kepenulisan. “Sebagai member FAM, saya cukup bangga, sebab bisa memberi wadah bagi penulis pemula untuk menyebarkan pemikiran-pemikirannya melalui tulisan,” katanya sembari mengulang kalimat bijak Sang Proklamator, “Jangan jadikan pikiranmu perpustakaan!”

    Dirinya juga berharap, dengan keberadaan FAM Indonesia, pemikiran-pemikiran positif dan konstributif para penulis bisa dirasakan manfaatnya untuk semua masyarakat. Namun kendalanya ada pada pemasaran. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa FAM Publishing juga dapat mengembangkan jangkauan pemasaran dan strateginya. “FAM Indonesia sudah sangat profesioanal sebagai komunitas pejuang literasi. Namun tidak ada salahnya untuk tetap berbenah diri menuju penerbitan indie yang lebih professional lagi dalam melayani  dan memasarkan buku anggotanya. [TIM Media FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jihad Bil Qalam, Upaya Agus Salim Menebarkan Virus Literasi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top