Skip to main content

Lomba Cipta Puisi Bertema “Bencana Alam” Berhadiah Uang Tunai + Voucher Pulsa


100 Naskah Terpilih Dibukukan!

Dibuka: 24 Januari 2018
Deadline: 20 Februari 2018

Yuk, segera kirimkan naskah terbaikmu, berhubung penerimaan naskah hanya 28 hari. 

SYARAT & KETENTUAN LOMBA

1. Peserta terbuka untuk umum tanpa dibatasi usia, baik di Indonesia maupun luar negeri.

2.Peserta mengirimkan maksimal 2 (dua) puisi. Puisi bertema “Bencana Alam”.

3. Panjang naskah tiap puisi maksimal 1 (satu) halaman, cukup 1 (satu) spasi.

4. Naskah diketik di microsoft word 2003/2007, font Times New Roman ukuran 12, jarak 1 spasi, panjang maksimal 1 (satu) lembar ketikan.

5. Naskah original, belum pernah terbit di media mana pun (termasuk website, blog dan media sosial)

6. Naskah dilampirkan biodata narasi, foto diri, alamat email, dan nomor kontak yang dapat dihubungi.

7. Naskah dikirim ke email: : lombafamindonesia@gmail.com. Subjek email: Lomba Puisi Bencana Alam_Nama Penulis. Paling lambat diterima tanggal 20 Februari 2018.

8. Pengumuman Pemenang tanggal 7 Maret 2018.


HADIAH-HADIAH:

Terbaik 1: 
Uang Tunai Rp150.000 + Voucher Pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Penghargaan

Terbaik 2:
Uang Tunai Rp100.000 + Voucher Pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Penghargaan

Terbaik 3:
Uang Pembinaan + Voucher pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Penghargaan

100 naskah terpilih dibukukan. Buku akan diterbitkan secara indie/self publishing oleh FAM Publishing, tanpa ada bukti terbit bagi penulis. Tidak ada kewajiban membeli buku ini. Namun bagi penulis yang naskahnya terpilih dan ingin memiliki bukunya, bisa mengontak call center FAM/Admin: 081 259 821 511/081350051745 (SMS/WA).

Seluruh peserta akan mendapatkan Piagam Penghargaan dari Forum Aktif Menulis (FAM)

PENYELENGGARA:
Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…