Skip to main content

Reffi Dhinar, Penulis yang Konsisten di Jalur Literasi


(Dari menulis fiksi, menjadi blogger, writing trainer hingga menerbitkan buku)

FAMNEWS, Kediri - Perempuan dengan Sayap di Tubuhnya, kumpulan cerpen yang berkisah tentang potret kehidupan masyarakat sehari-hari ini, ditulis oleh Reffi Dhinar Seftianti dan terbit Oktober 2017 lalu di FAM Publishing. Pegiat literasi yang bergabung dengan FAM Surabaya ini, memang banyak menulis tentang perempuan dan kehilangan. Untuk karya yang terbit sebelumnya saja, ada antologi bersama FAM Surabaya dengal judul 'Meraih Impian' dan 'Kata-kata Yang Menjadi Tenaga'.

Selain buku yang diterbitkannya di FAM Publishing, masih banyak buku tunggal lainnya yang juga diterbitkannya bersama penerbit umum lain, seperti Novel Triangle Destiny, Buku puisi Menyulam Senja, Secret Heart, Smart Kokila, Promise, dan novelet ebook.

Pemilik nama pena Redisha, yang kini menjabat sebagai Staff HR dan Japanese Interpreter di sebuah perusahaan Jepang ini, telah menulis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Tulisan-tulisannya yang ditulis tangan pada buku bergaris itu, ditawarkannya pada teman sekelas. "Mereka (teman-teman sekelasnya) pesan judul, saya tulis kemudian saya jual. Lalu saya terus menulis di buku harian dan mulai ikut lomba menulis serta nge-blog sejak 2013," ujar freelance editor fiksi untuk salah satu agensi naskah itu mengenang kiprahnya. 

Saat ini produktivitasnya memang meningkat, diakui Reffi Dinnar, hampir tiap tahun dirinya menerbitkan buku atau menjuarai lomba menulis yang diikutinya sejak 2013 lalu. "Dari menulis fiksi, sekarang saya sudah merambah dunia blogger. Sering dapat job dari sana juga," ungkap volunteer online sebuah portal website itu sembari menambahkan, sesekali pula dirinya menjadi writing trainer.

Atas beberapa keberhasilannya tersebut, Refi Dinnar sangat bersyukur. Terlebih, sepengakuannya, FAM Indonesia dan FAM Publishing-lah salah satu jembatan untuknya dalam berkarya. "Saya sangat senang bisa bergabung di FAM Indonesia, karena dari sinilah karya antologi pertama saya terbit, selain itu saya juga bisa menyelenggarakan aktivitas literasi seperti lomba atau workshop bersama FAM Surabaya" akunya.


Sejak bergabung bersama FAM Surabaya dan bekerjasama dengan FAM Publishing dalam menerbitkan bukunya, Refi Dinnar menilai FAM Publishing sudah baik dan rutin dalam memberikan lomba atau proyek menulis. 

Menurut perempuan yang lahir di Sidoarjo pada 29 September 27 tahun lalu itu, FAM Indonesia sangat memahami keinginan penulis. Hanya saja, bagi wanita yang juga menggemari traveling dan menonton film itu, FAM Indonesia agar dapat mengembangkan media sosial sebagai sarana promosi, seperti memiliki akun khusus di instagram salah satunya. Dia juga mengaku puas dengan kualitas cetak FAM Publishing yang memang bagus, meski masih sering mengantre agak lama.

Lebih lanjut, Reffi Dhinar mengutarakan harapnya bagi buku terbitan FAM Publishing yang ia tulis, agar mampu membuka kepekaan terhadap penderitaan orang sekitar. Sehingga membuat pembaca lebih menghargai orang lain, apapun latar belakangnya. [TIM Media FAM]


Keterangan foto 1: Reffi Dhinar (kanan dari depan) bersama salah satu pembaca buku kumpulan cerpennya.
Foto 2: Salah satu aktivitas Reffi Dhinar bersama FAM Surabaya

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…