Skip to main content

Terpilih, Inilah Tiga Besar Cerpen Remaja "Bebas Kreatif"


FAMNEWS, Kediri - Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia kembali mengumumkan Pemenang Lomba Cipta Cerpen Remaja, bertema“Bebas Kreatif”, Jumat (19/1/18). Sebelumnya, FAM Indonesia juga telah membaca 228 naskah cerpen yang masuk. "Tim juri memilih 50 naskah-naskah terbaik untuk dibukukan, yang kemudian disaring menjadi 10 nominator yang naskahnya berhak menyandang tiga besar," ujar Martlina MP, Ketua panitia event. 

Tim FAM Indonesia, lanjutnya, kemudian memutuskan nama-nama dan judul cerpen berikut sebagai pemenang tiga besar. Juara satu oleh Devi Tasyaroh (Serang), dengan judul cerita pendek (cerpen) "Ganjaran Bagi Si Pemilik Nama yang Membusuk". Sebagai apresiasi, FAM Indonesia memberikan uang tunai senilai Rp150ribu, Voucher Pulsa, dan piagam penghargaan.

Juara kedua diraih oleh Siti Husniyah (Karanganyar), dengan judul cerpen "Minggat". Ia juga berhak membawa pulang uang tunai senilai Rp100ribu, Voucher Pulsa, dan piagam penghargaan. 

Sementara juara 3 berhasil dimenangkan oleh Muhammad Da’i Kuncoro (Medan), dengan judul cerpen "Saat Hujan". Muhammad Da'i Kuncoro berhak mendapatkan uang pembinaan, Voucher pulsa, dan Piagam Penghargaan. Ketiga pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk membukukan naskahnya tersebut.

FAM Indonesia mengucapkan selamat kepada pemenang! Keputusan dewan juri yang terdiri dari Tim FAM Indonesia bersifat mengikat dan mutlak. Untuk diketahui, ketiga besar nominator diharapkan menghubungi admin FAM Indonesia melalui email aishiterumenulis@gmail.com. Seluruh peserta juga akan mendapatkan piagam penghargaan ( _e-Piagam_ ) dari FAM Indonesia, dikirim dalam format PDF/JPEG ke alamat email masing-masing peserta. Proses pengiriman piagam dilakukan bertahap mulai 20 Januari 2018 sampai dengan 5 Februari 2018. [TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…