Skip to main content

Jejak Yovi Guantara bersama FAM Indonesia


FAMNEWS, Kediri--Yovi Guantara Tanjung, S.AB, pria kelahiran Bumi Raflesia Curup, Bengkulu ini resmi bergabung bersama Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia sejak tahun 2015. Hingga kini, Protokoler Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Provinsi Bengkulu ini telah menerbitkan beberapa buku di FAM Publishing, diantaranya Kumpulan Puisi “Sakura Saitama” (FAM Publishing, 2015), Kumpulan Puisi “Kembang Surau” (FAM Publishing, 2016), Kumpulan Puisi “Insomnia” (FAM Publishing, 2017), Kumpulan Puisi “Dalam Balutan Kain Ihram” (FAM Publishing, 2017), dan dua buku lainnya yang diluncurkan bersama penerbit indie lain.

Kumpulan Puisi “Dalam Balutan Kain Ihram” merupakan karya terbaru Yovi yang diluncurkan pada 2017 lalu. Dikatakannya, buku ini menceritakan tentang pengalaman spiritual penulis sendiri saat diberangkatkan oleh donatur ke Tanah Suci, Mekkah & Madinah.

Lelaki kelahiran 1 April 1978 ini memang menyukai dunia menulis sejak kecil, tak heran jika ia memiliki banyak naskah yang telah dikorankan dan mulai rusak. Dari sana kemudian Yovi mengenal FAM Indonesia. Keinginan mendokumentasikan karya-karya yang lahir dari tangan dinginnya, membawanya pada FAM Publishing.

"Awalnya menerbitkan buku di FAM hanya untuk dokumentasi. Sebab saya pernah kehilangan beberapa naskah saya pada masa terdahulu. Banyak hal yang menginspirasi saya, hingga menjadikan saya gemar menulis," paparnya.

Seperti anggota-anggota lainnya, Yovi juga berharap agar FAM Indonesia dan FAM Publishing terus mengalami peningkatan & istiqamah dalam dunia literasi, terutama penerbitan indie. [TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…