• Info Terkini

    Tuesday, February 27, 2018

    Update Final Peserta Lomba Cipta Puisi Bertema “Bencana Alam"


    Senin, 26 Februari 2018
    Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z
    [Penerimaan Naskah Sudah Ditutup]

    TOTAL 546 NASKAH!

    1. @ditaa.ra, Jember (Turut Berduka, Sinabung)
    2. A. Fitria S.T, Maros (Aku Bumi)
    3. Aas Uswatun Hasanah, Cirebon (Banjir, Katanya Kau Terkutuk)
    4. Adit Antowi, ? (Bencana Alam)
    5. Aditia Fajari, Kutai Kartanegara (Nun Larararara: Bencana Untuk Sang Pujangga)
    6. Afrilla Marsela, ? (Penyakit Kambuh)
    7. Agnestia Suci Prabandari, Yogyakarta (Sajak untuk Bumi)
    8. Agnestia Suci Prabandari, Yogyakarta (Ketika Tuhan Memeluk Bumi-Nya)
    9. Agus Nurjaman, S. Pd, Bandung (Jentik Illahi)
    10. Agus Nurjaman, S. Pd, Bandung (Gelora)
    11. Agustiningsih Maulani, ? (Antara Bogor dan Jakarta)
    12. Agustiningsih Maulani, ? (Semua Kembali)
    13. Agustin Handayani, Probolinggo (Ceritaku padamu, Nak)
    14. Agustin Handayani, Probolinggo (Kemana Bumiku?)
    15. Achmad Mubarok, Grobogan (So-Sial Media)
    16. Ahmad 'Arif Ilyaasin, Trenggalek (Pengingat Hari Kiamat)
    17. Ahmad Maulana, Cianjur (Suratan)
    18. Ahmad Munawir, Bondowoso (Longsor, Banjir dan Sungai)
    19. Ahmad Munawir, Bondowoso (Akulah Lonsor)
    20. Ahmad Nurjamil, Tuban (Murka Alam Ataukah Murka Tuhan)
    21. Ahmad Musaddad, Banyuwangi (Gunung – Gunung  Sedang Batuk)
    22. Ahmad Musaddad, Banyuwangi (Longsornya Langit)
    23. Ahmad Rikiyanto, Jember (Alam Tidak Seperti Dulu)
    24. Ahmad Sarifudin, Brebes (Letusan Tanah Tinggi)
    25. Ahmad Syafii, Makassar (Negeri di Bawah Langit Biru yang Berawan)
    26. Aisyah Hanfah, Lumajang (Gempa Bumi)
    27. Akhya Fitria, Kendal (Aduan Alam)
    28. Al-Rizky Pratama, Malang (Suratan Tuhan)
    29. Alfan Muhammad Mukhlis, ? (Nikmat Tuhan yang Tersembunyi)
    30. Alpha Mariani, Surakarta (Kecewaku 1)
    31. Alpha Mariani, Surakarta (Kecewaku 2)
    32. Alvi Lailatil Qodriatus Sholihah, Malang (Ujian Tuhan)
    33. Amalia Mardiatul Maula, Surabaya (Nyala)
    34. Amanda Nurdhana Dewanty, Ponorogo (Panorama Nestapa)
    35. Amanda Riskiyani, Kendal (Samudra untuk Para Manusia)
    36. Ambar, Jawa Barat (Banjir Bandang di Malam Itu)
    37. Ambar, Jawa Barat (Salah Siapa?)
    38. Aminah Sasi Mei, Sukoharjo (Bencana Mengguncang Negeri)
    39. Amrozi, Sumenep (Lumpur Lapindo)
    40. Analysa Br. Surbakti, Sulteng (Tragedi di Air Terjun Dua Warna)
    41. Analysa Br. Surbakti, Sulteng (Bencana Gunung Sinabung)
    42. Andreas Rony Wijaya, Surakarta (Negeri Bencana)
    43. Anggi Pythaloka, Cirebon (Senyum Untuk-Mu)
    44. Anggit Febrianto, Banyuwangi (Ketika Alam Mulai Berulah)
    45. Ani Nuryani, Bogor (Wahai Tuan di Suatu Negeri)
    46. Anih Ai Aisyah, Bandung (Gunung Terhuyung Api Menjulang)
    47. Anisyah Fitriani, Pekanbaru (Tanyakan pada Negeri)
    48. Anisyah Fitriani, Pekanbaru (Teguran Tuhan)
    49. Apriana, Pacitan (Bongta)
    50. Aprilia Ayu Kusumaningtyas, Jakarta (Panen Teguran)
    51. Ar-Rahman, Medan (Api Dunia)
    52. Ardani H.K, Jember (Di Persimpangan Matahari, Mereka Menari)
    53. Aria Titi, Limapuluh Kota (Kobaran yang Tak Ku Rindu)
    54. Aria Titi, Limapuluh Kota (Hati Mencoba Bangkit Namun Jiwaku Rapuh)
    55. Arnita, Surabaya (Balada Sang Bumi)
    56. Arum Faiza, Lumajang (Alam yang Sekarat)
    57. Arum Faiza, Lumajang (Kematian yang Dinanti)
    58. Atih Fitria, Jambi (Sapaan Bencana)
    59. Avif Saputra, Jakarta (Dalam Tenda Derita)
    60. Avif Saputra, Jakarta (Bukan Air Tapi, Abu Vulkanik)
    61. Ayu Asmawati, ? (Aku Bumi Mu)
    62. Ayu Esti Indarti, Cilacap (Seorang Anak)
    63. Azhar Mutalib, Kapuas (Syair-Syair Akhir Zaman, Bencana Alam)
    64. Azizah Masdar, Riau (Tiba di Kota Kenangan)
    65. Azizah Masdar, Riau (Nestapa Kampung di Kaki Gunung)
    66. Azwar Alamsyah, Jakarta (Banjirnya Ibukota)
    67. Baharudin, Yogyakarta (Bencana Alam)
    68. Bayu Adjie Kurniawan, Lampung (Negeri Manamana)
    69. Bayu Adjie Kurniawan, Lampung (Takut)
    70. Bhiiga Sarilangi, Yogyakarta (Anak Kos dan Banjir)
    71. Bilqis Karunia Putri, Bandung (Akhir Nasib Penumpang Sampan)
    72. Bilqis Karunia Putri, Bandung (Tamu Pengundang Nestapa)
    73. Brillian Eka Wahyudi, Jakarta (Amarah di Lebak)
    74. Brillian Eka Wahyudi, Jakarta (Salah Siapa)
    75. Brilian Stella Abadi, Banyumas (Sapuan Maut)
    76. Budi Setiawan, Temanggung (Nama-Nama yang Hilang Menjadi Lahar dan Abu)
    77. Budi Setiawan, Temanggung (Sebuah Kota yang Kehilangan Manusia)
    78. Bukamaruddin, Bone (Tangis Murka Sang Berkah)
    79. Cahyani Mugiarti, Pekanbaru (Raungan Gunung Sinabung)
    80. Celia Paramita, Malang (Jeritan di Medan Kami)
    81. Charlis Sianturi, Medan (Hancur Bumi Ketika Datang)
    82. Cindy Afriana, Langkat (Bumi Mengguncang, Kebahagiaan Menghilang)
    83. Cindy Afriana, Langkat (Setitik Luka Akibat Kelakuanku)
    84. Cindy Amelia, Sleman (Doa Para Pengkhianat)
    85. Cindy Amelia, Sleman (Karat)
    86. Cintya Sukma Widita, ? (Bumi Mengamuk)
    87. Darmiani YS, Gowa (Aba-Aba Bencana, Suara Hati Dari Alam)
    88. Davit Kuntoro, Banyumas (Dari Sudut Kota Hitam)
    89. Dede Irma Latufuadah, ? (Aku Tak Rindu)
    90. Dede Irma Latufuadah, ? (Tak Ku Rasakan Lagi)
    91. Dede Lesie Williem, Palembang (Napasku Terasa Sesak)
    92. Della Lutfi Muqodam, Malang (Asa Terakhir)
    93. Derry Rakasi, NTB (Merindu Pulang)
    94. Desti Aulia Pratiwi, Bandar Lampung (Bangkit)
    95. Desti Aulia Pratiwi, Bandar Lampung (Sendu)
    96. Dewi Capriani Gumilang, Brebes (Senandung Ibu Pertiwi)
    97. Dewi Rofiqah, Sumenep (Luka Aceh, Perih Kami)
    98. Dewi Suryani Lase, Sibolga (Hujan Datang dengan Amarahnya)
    99. Dian Indah, Bogor (Belumlah Tenggelam)
    100. Dian Indah, Bogor (Karena Bumi Mampu Bersedih)
    101. Dian Pertiwi Subagio Putri, Malang (Derita yang Tak Dirindukan)
    102. Dian Pertiwi Subagio Putri, Malang (Sedang Sakitkah Negeriku?)
    103. Dicky Rivaldi, Tangerang (Sepotong Hujan di Akhir Tahun)
    104. Dicky Rivaldi, Tangerang (Hujan Selepas Gempa Lebak-Banten)
    105. Diva Nur Vadia, Cilacap (Malangnya Negeri Ini)
    106. Diva Nur Vadia, Cilacap (Diva Nur Vadia, Cilacap)
    107. Divania Andini Putri, Bantul (Gempa)
    108. Diyah Sulistiyorini, Banjar (Tangisan Alam)
    109. DS. Yuliana, Balikpapan (Nyayian Alam)
    110. DS. Yuliana, Balikpapan (Bunga Bumi)
    111. Dwi Kusuma Astuti, ? (Tsunami)
    112. Dwi Kusuma Astuti, ? (Gempa Bumi)
    113. Dwi Oktoviani, Pemalang (Teguran atas Kelalaian)
    114. Dwiki Ardiansyah, Wonogiri (Bencana Alam)
    115. Eka Amanda Febriani, Surabaya (Kemarahan Sang Gunung)
    116. Eka Lutfia, Surabaya (Penyesalan)
    117. Eka Puji Rahayu, Nganjuk (Bumiku Murka)
    118. Eka Puji Rahayu, Nganjuk (Gempa)
    119. Elista Ita Yustika, Majalengka (Ku Mohon, Jangan Sekarang)
    120. Elsa Mulazimah, Denpasar (Sinabung Saat Ini)
    121. Encim Supriyatna, Bogor (Karena Aku)
    122. Erica Bunga Anggraini Syaputtri, Penajam Paser Utara (Alam Pun Marah)
    123. Erika Selphie Damayanti, Madiun (Kelabu)
    124. Erna Yuliza Simatupang, Deli Serdang (Bencana Mengundang Tanya)
    125. Erni Arti Yuniar, Ciamis (Situ Cekdam)
    126. Erviana, Indragiri Hilir (Namanya Bencana Alam)
    127. Erviana, Indragiri Hilir (Tangan-Tangan Alam)
    128. Ervina Cahyanti, Gresik (Nasehat Bumi untuk Pribumi)
    129. Ervina Cahyanti, Gresik (Kotaku Lautan Sampah)
    130. Erwin Setia, Bekasi (Amarah Alam)
    131. Erwin Setia, Bekasi (Sajak Hutan yang Bersedih)
    132. Estu Puji Handayani, Bondowoso (Derasnya Air)
    133. Estu Puji Handayani, Bondowoso (Ramalan Nostradamus)
    134. Ety Sri Wulandari, ? (Persahabatan Alam yang Terluka)
    135. Evi Novitasari, Ponorogo (Tangisan Keagungan)
    136. Evi Sofia Inayati, Pati (Bencana Alam)
    137. Evi Suherni, Tangerang (Bumi Pertiwi)
    138. Evi Sukaesih, Bandung (Celotehan Hujan)
    139. Evi Sukaesih, Bandung (Tanah Pun Menggeliat)
    140. Evie Suryani, Surabaya (Retak Menyengat)
    141. Fachrul Azka, Bandung (Tanah yang Sendu)
    142. Fahran Wahyudi, Bekasi (Rintik Nasib dari Awan)
    143. Faidi Rizal, Sumenep (Dari Langit Turun ke Bumi)
    144. Faizal Mansyur, Sulawesi (Bumi, Jangan Marahi Kami)
    145. Fajar Muzaki, Kebumen (Banjir Tahunan)
    146. Faldi Agustian, Padang Pariaman (Robonya Rumah Kami)
    147. Falikhatul Abriza, Demak (Angin yang Tak Berwujud)
    148. Fathor Rosy, Sumenep (Kampung Air yang Tergusur)
    149. Fathur Rozi, Sumenep (Longsor)
    150. Fatikhah Sabila, Wonosobo (Alam yang Murka)
    151. Fatikhah Sabila, Wonosobo (Alam yang Murka)
    152. Fatimah Isyti Karimah, Garut (Kala Ia Menggoncang)
    153. Febbi Sena Lestari, Blitar (Punggung-Punggung yang Putus Asa)
    154. Febby Adelia Rizki, Sampang (Maafkan Aku)
    155. Fenaldi Afik Saputro, Magetan (Ironi Negeri)
    156. Feni Destika, ? (Hentakan Gempa Menelan Manusia)
    157. Fenny Restu Amalia, Mojokerto (Guncangan Lindu)
    158. Fenti Wulan Sari, Pati (Bumi Mulai Menua)
    159. Fenti Wulan Sari, Pati (Banjir Melanda Lagi)
    160. Ferdian Halim, Banjar (Rusaknya Bumi Kalimantan)
    161. Ferina Tri Kurniawati, Wonogiri (Ngarep)
    162. Ferril Irham Muzaki, Malang (Berita dari Planet Mars)
    163. Ferril Irham Muzaki, Malang (Terhantam Meteor ketika Berjalan di Bumi)
    164. Ferry Dermawan, Surabaya (Pesan dari Angkasa)
    165. Fifi Ana Istiqomah, Indramayu (Bencana yang Merenggut Semua)
    166. Fifiana Astitining Tiyas, Nganjuk (Kemarau Kala Itu)
    167. Fithri Nur'aini, Majalengka (Kemarahan Sang Bumi)
    168. Fithri Nur'aini, Majalengka (Rintihan Laut)
    169. Fitraini Hadju, Blitung (Kesalahan Mengolah Teknologi)
    170. Fitri Yani Hasibuan, Kotapinang (Dosa Pembawa Petaka)
    171. Fitri Yani Hasibuan, Kotapinang (Semua Milik Tuhan)
    172. Fitri Nur Kholifah, Kendal (Tanah Longsor)
    173. Fitriana, Sigli (Tsunami Menyelimuti Aceh)
    174. Flora Savita Sembiring, ? (Alamku)
    175. Gede Agus Bramanta, Mataram (Bencana Tanpa Rencana)
    176. Gendhuk Gandhes, ? (Kala Bumiku Terluka)
    177. Gendhuk Gandhes, ? (Ironi)
    178. Gina Amalia, ? (Kelahiran)
    179. Gina Amalia, ? (Kelalaian)
    180. Grenda Ayu Cahya Mentari, Gresik (Kemarin – Hari Ini, Aku dan Manusia Kumal)
    181. Hafiz Almahfuz Agusti, Limapuluh Kota (Banjir Melanda Negeri)
    182. Hafiz Almahfuz Agusti, Limapuluh Kota (Ujian Tuhan)
    183. Haifa Humairah, Banda Aceh (Bencana Alam)
    184. Haliifah Ibtisamah Abu Bakar, Cilacap (Noda Garis)
    185. Hamliani, Palembang (Bumi Pertiwi)
    186. Hani'atul Mabruroh, Ponorogo (Akhir Cerita Kampungku)
    187. Hanifah Hikmawati, Ngawi (Nggawan Krajan)
    188. Hazura Nusaibah, Jakarta (Hancur)
    189. Hardina Aryani Jawali, Kendari (Setitik Air yang Datang)
    190. Harry Agus Wandi, Sei Rampah (Sebuah Pertanda)
    191. Hayatun Nufus, Lhokseumawe (Tsunami Aceh)
    192. Helga Julivio Rizki, Jombang (Hangat)
    193. Helga Julivio Rizki, Jombang (Aku Ingat Saat Aku Masih Kecil)
    194. Hendra Purbo Prasongko, Blitar (Rambutan Jatuh)
    195. Hendra Purbo Prasongko, Blitar (Keramaian Serbuk)
    196. Heni Purwitri, Bandung (Retak Dunia)
    197. Herlina Yanti, Kotapinang (Banjir)
    198. Heru Sabda, Brebes (Rengekan Pemali)
    199. Hesti Wulansari, Kulon Progo (Jam Bencana Berdetak)
    200. Hidayatullah El Nufa, Sumenep (Apa Salah Alam ini, Tuan?)
    201. Hidayatullah El Nufa, Sumenep (Banjir Pagi itu)
    202. Hizkia Dewangga, Banjarneagara (Betapa Nikmatnya)
    203. Homsiyah, Sumenep (Lagu Jeritan)
    204. Husna Yahdiani, Padang (Kuasa Mu)
    205. I Wayan Budiartawan, Karangasem (Gunung Agung Murka)
    206. I Wayan Budiartawan, Karangasem (Pengungsi Menadahkan Tangan)
    207. Ica Marisa Agustiani, Bogor (Gadis Rantau yang Pilu)
    208. Ida Damayanti, Sampang (Banjir Melanda Negeri Tercinta)
    209. Ida Damayanti, Sampang (Para Tangan Manusia Tak Bertanggung Jawab)
    210. Ida Fariyani, Riau (Bencana: Tuhan Murka atau Tuhan Sayang?)
    211. Iendini, Lamongan (Bumi Kita Sudah Tua)
    212. Ifadha Kholiya Afkarina, Lumajang (Tanah Longsor)
    213. Ika Maisaroh, Nganjuk (Tanah Longsor)
    214. Imas Siti Masitoh, Bandung (Aku ‘Kah Pemberi Bencana?)
    215. Ina Safira, Sidoarjo (Ketika Tuhan Telah Murka)
    216. Indah Tri Wahyuningsih, Boyolali (Air Menginap di Rumah)
    217. Indah Tri Wahyuningsih, Boyolali (Tanah Surga, Dulu)
    218. Indriyana, Sumenep (Ribuan Air Hujan)
    219. Indriyani, Sukoharjo (Banjir)
    220. Intan Nuraini, Banyumas (Rintihan Bocah pada Tuhan)
    221. Intan Nur Fitri, Bangka (Pesan dari Tuhan)
    222. Inten Cahya, Cirebon (Enigma Alam)
    223. Inten Cahya, Cirebon (Sapaan)
    224. Ira Dhamayanti, Madiun (Sesak Pilu Alamku)
    225. Irawati, Pidie (Hari Itu)
    226. Irawati, Pidie (Kenangan Gempa dan Tali Karet Gelang)
    227. Irma Mutiara Sari, Makassar (Derita Pepohonan)
    228. Irma Suriani, Lhokseumawe (Indonesia Semakin Rusuh)
    229. Irta Safitri, Soppeng (Ulah Kita yang Serakah)
    230. Ishmah Azkiya Akhyar, Cianjur (Bumi yang Terluka)
    231. Ismo Antonius, Medan (Banjir Melanda Negeriku)
    232. Ismo Antonius, Medan (Bulir di Bulan Ember)
    233. Istiqamah Ardila, Tabalong (Desaku Malang)
    234. Izzatul Hikmah, Sumenep (Pagiku Pekat Seperti Malam)
    235. J-Milaah, ? (Bersilengah Pada Elegansi Alam)
    236. Jamalul Muttaqin, Sumenep (Ketika Pohon Pohon Telah Tumbang)
    237. Janna Cendy Pertiwi, Yogyakarta (Sungai)
    238. Janna Cendy Pertiwi, Yogyakarta (Menyalahkan Alam)
    239. Jannatul Ma'wa, Banyuwangi (Awan yang Gusar)
    240. Jayalin Ali, Situbondo (Ricuh di Balik Dahsyatnya Bencana Tsunami)
    241. Jayalin Ali, Situbondo (Tangisan di Balik Letusan Gunung Berapi)
    242. Jenna Jelajah Cakrawala, Bandung (Harapan Baru Bagi Mereka)
    243. Jjea Mayang, Lahat (Bencana dan Lawakan Dunia)
    244. Jefri Prawinata, Lhokseumawe (Bencana Melanda Indonesia)
    245. Jerry Ryan Pambudi, Jombang (Kilas Balik Negeriku)
    246. Johannes Gultom, Sibolga (Pesan Pengantar Keselamatan)
    247. Kafita Dhea Ariyana, Madiun (Banjir Melanda)
    248. Karisma Sulastri, Janeponto (Bencana, Aku Merana)
    249. Karisma Sulastri, Janeponto (Bencana Membawa Derita)
    250. Khaenul Pratama, Tegal (Bencana Alam)
    251. Khairul Amin, Sumenep (Pasca Gempa Itu)
    252. Khairul Amin, Sumenep (Ku Temukan Mu di Rumah Bertanah)
    253. Khairul Fata, Sumenep (2004)
    254. Khanafi, Banyumas (Tafsir Atas Bencana)
    255. Khusnul Muthomimah, Lamongan (Api Abu Kelam)
    256. Khusnul Muthomimah, Lamongan (Kubangan Kolam Susu Coklat)
    257. Kusdiantoro, Cilacap (Lelehan Pahit)
    258. Kusdiantoro, Cilacap (Nasib Malam)
    259. Laila Khairani, Solo (Gempa)
    260. Laila Khairani, Solo (Tsunami)
    261. Laila Mujianti, Wonosobo (Tsunami dan Pelajaran)
    262. Laila Mujianti, Wonosobo (Selimut Kegelapan)
    263. Laila Zukhruf, Jember (Peringatan Akhir Zaman)
    264. Laili Hari Lestari, Gresik (Siapa yang Bersalah?)
    265. Laili Hari Lestari, Gresik (Bumiku Semakin Tua)
    266. Laily Fitriani, Malang (Sabda Alam I)
    267. Laily Fitriani, Malang (Sabda Alam II)
    268. Lathifah Roikhanah Wardani, Baturetno (Kami Derita Engkau Puas)
    269. Lathifah Roikhanah Wardani, Baturetno (Kemarahanmu Membawa Penderitaan)
    270. Latifatus Sholikah, Magetan (Badai Tak Kurindu)
    271. Lila Kodarriya, Salatiga (Bumi yang Letih)
    272. Lila Kodarriya, Salatiga (Jika Belum Selesai)
    273. Linda Meliana, Karawang (Sugro di Tanah Rencong)
    274. Linda Puspitasari, Muara Enim (Angin Kencang)
    275. Lina Rahayu, ? (Aku dan Bencana)
    276. Livia Ervita, Probolinggo (Buana Mulai Lelah)
    277. Lydia Nahkluz Petrovaskaya, Bengkalis (Di Mana Bencana Bisa Kurasa)
    278. Lydia Nahkluz Petrovaskaya, Bengkalis (Krakatau)
    279. M Azwar Azis Abd, Padang (Perjalanan Kehidupan)
    280. M Faradina Hanifa, Nganjuk (Pergilah Bencana, Datanglah Savana)
    281. M. Kholilur Rohman, Malang (Gelisah Semesta)
    282. Maina Gurinci, Singkil (Penuh Tanda Tanya)
    283. Mardiana, Palangkaraya (Si Bengis)
    284. Mardiati, Bintan (Wajah Ibu Pertiwi)
    285. Maria Tri Cahyani, Yogyakarta (Akhir)
    286. Maria Ulfa, Kalimantan Timur (Aceh, 2004)
    287. Maria Wiedyaningsih, ? (Merindu Akar)
    288. Mas Nyamuks, Ciamis (Bencana Alam)
    289. Maulana Ichsan, Jember (Derai-Derai Senja di Aceh)
    290. Maulida, Barito Timur (Bumi dan Amarahnya)
    291. Maulida Khikmawati, Purbalingga (Di Atas Bukit Slimpet)
    292. Maulida Khikmawati, Purbalingga (Kita Memang Mudah Lupa)
    293. Maysarah Silitonga, Medan (Jejak Kematian)
    294. Mega Rahayu Indriyani, Paser (Tsunami Aceh)
    295. Meifiana Eka Yulianto Putri, Probolinggo (Tsunami)
    296. Meilisa Dwi Ervinda, Gresik (Peluk Mesra Sang Pesawat laut)
    297. Meilisa Indri Tiyasari, Banyumas (Banjir)
    298. Meisi Christina, Prabumulih Timur (Air Mata Bumi)
    299. Mela Listi Rohmawati, Demak (Petaka)
    300. Mela Listi Rohmawati, Demak (Semakin Menjadi)
    301. Melisa, Hulu Sungai Selatan (Runtuhnya Pasak Bumi)
    302. Meti Melianti, Ciamis (Kesalahan Manusia)
    303. Meti Melianti, Ciamis (Banjir, Kedatangan yang Tak Diinginkan)
    304. Miftakhul Ulumiyah, Pekalongan (Murka Segara di Tanah Banda)
    305. Miftakhus Sholikha, Mojokerto (Raibnya Kasih Sayang)
    306. Miftakul Khoiriyah, Madiun (Murkamu Pada sang Berpijak)
    307. Mila Fitriyana, Sumenep (Aceh)
    308. Mimin Hatul Laili, Cirebon (Ekspresi Kemuakan Alam)
    309. Mina, Bekasi (Lindu)
    310. Misbah Rajif Ibrahim, Magetan (Gunung)
    311. Mita Audin Fauziah, Garut (Kisah Tragis Murka Illahi)
    312. Moh Khozah, Pamekasn (Alam Bergoyang)
    313. Mohammad Isyroful Aqli Asshiddiqi, Sidoarjo (Bencana Alam Ulah Tangan Manusia)
    314. Mohammad Isyroful Aqli Asshiddiqi, Sidoarjo (Duka Ibu Pertiwi)
    315. Monica Kusumawati, Sragen (Bumi Menangis)
    316. Muhammad Ariezal Givtri, Gresik (Banjir di Pipimu)
    317. Muhammad Ariezal Givtri, Gresik (Gempa di Hati Alif)
    318. Muhammad Gusri, Makassar (Teguran Sang Raja Langit)
    319. Muhammad Idsan, Bone (Di Tepi Jalan Tanpa Bunga)
    320. Muhammad Iqbal Khair, ? (Kemurkaan Tuhan)
    321. Muhammad Iqbal, Bireuen (Tragedi Tsunami Aceh)
    322. Muhammad Jamalul Huda, Demak (Luapan Air Kemurkaan)
    323. Muhammad Muchlisin, Surabaya (Retorika Planet Biru)
    324. Muhammad Muchlisin, Surabaya (Undangan yang Tak Diharapkan)
    325. Muhammad Rasyid Fadlurrahman, Bandung (Kejadian Tak Terduga)
    326. Muhammad Reza Akbar, Semarang (Alam yang Tak Lagi Ramah dengan Manusia)
    327. Muhammad Rifani, Banjarmasin (Berbenah Diri)
    328. Muhammad Rizik Fajri Tsani, Cirebon (Daulat Alam)
    329. Muhammad Ulil Abshor, Wonogiri (Tangisan Alamku)
    330. Mukarrama, Parepare (Gempa)
    331. Mukarrama, Parepare (Banjir)
    332. Mulyono Herlambang, Jambi (Akibat Bencana Alam)
    333. Muthia Ipmasyari, Kalimantan Timur (Kotaku Lara)
    334. Muthia Ipmasyari, Kalimantan Timur (Peta Bencana)
    335. Mutia Wulandari, Majalengka (Gemuruh Alam)
    336. Mutia Yulwita, Batang Lawe (Malapetaka di Akhir Januari)
    337. Nabila Lulu Nurkholiza, Lampung Utara (Kemurkaan Alam)
    338. Nabila Lulu Nurkholiza, Lampung Utara (Kesenangan Berbalik Kepedihan)
    339. Nabilah Rizkiah, Palembang (Banjir Datang Lagi)
    340. Nadya Roihatul Jannah, Tuban (Tsunami)
    341. Nahdiyatul Fitria, Jember (Banjir)
    342. Naila Shifwah, Kudus (Tanah Longsor)
    343. Nana Yuniar, Medan (Padanya Kita Kembali)
    344. Nandar Ramdani, Ciamis (Setelah Badai)
    345. Nandar Ramdani, Ciamis (Janganlah Dulu)
    346. Nasiha Al-Shakina, Banda Aceh (Memori dalam Ingatan)
    347. Nasiha Al-Shakina, Banda Aceh (Sebuah Makna)
    348. Naurah Rayani Fakhirah, Wajo (Mari Peduli Lingkungan Hidup)
    349. Nenden Rahmawati, Banyumas (Gelombang Aceh)
    350. Nenden Rahmawati, Banyumas (Rembulan di Keruhnya Air)
    351. Neng Saniah Nur Fadilah, Bandung (Bencana)
    352. Neng Veby, ? (Pesan Singkat)
    353. Nevia Ika Utami, Lamongan (Bumiku Tergoncang)
    354. Nila Amita, Bukittinggi (Bungkus Sampah)
    355. Nila Prawesti, Yogyakarta (Suara Bumi)
    356. Nila Prawesti, Yogyakarta (Banjir)
    357. Nilna Kaesan Nafis, Banjarnegara (Kuasa Illahi)
    358. Nilna Kaesan Nafis, Banjarnegara (Guncangan Lara)
    359. Nina Herlina Fauziah, Garut (Bumi Terisak)
    360. Noor Hidayah, Kalimantan Selatan (Sajak Pilu Tanah Pertiwi)
    361. Novitasari, Bogor (Kita Tengok Lagi)
    362. Nuraisyah, Medan (Air Penghanyut)
    363. Nurbaiti, Bengkalis (Kemarau Berkepanjangan)
    364. Nurbaiti, Bengkalis (Sang Penguasa)
    365. Nuriyah Rahmawati, Mojokerto (Tuhan Murka, Salah Siapa?)
    366. Nurlaela, Cirebon (Basahan Raksasa)
    367. Nur Asia, Maros (Prahara dalam Gelap)
    368. Nur Asia, Maros (Luka di Balik Merapi)
    369. Nur Aviah Alfiana, Kediri (Amukan Sang Pembawa Berita)
    370. Nur Aviah Alfiana, Kediri (Lapindo Brantas, Brantas Lapindo)
    371. Nur Aviva, Gunungkidul (Kacau nan Berkicau)
    372. Nur Aviva, Gunungkidul (Reruntuhan Nyawa)
    373. Nur Halimah, Cirebon (Tangisan Bumi)
    374. Nurul Atikah Siregar, Medan (Goncangan Dahsyat)
    375. Nurul Badriah, Bangka (Pasak Bumi)
    376. Nurul Cancerbluesky Azizah, Bukittinggi (Ingkar)
    377. Nurul Cancerbluesky Azizah, Bukittinggi (Pilunya)
    378. Nurul Huda, Palangkaraya (Alam Menangis)
    379. Nurul Kharimah, Boyolali (Derai)
    380. Nurul Qolbi, Malaysia (Sahabat Hujan)
    381. Nurul Ramadhani, Gowa (Air dari Langit)
    382. Nurul Ramadhani, Gowa (Ada Apa dengan Negeri Ku)
    383. Nurul Roihani, Cijeruk (LGBT)
    384. Okta Putri Nengsih, ? (Kehancuran Negeri)
    385. Olivia Manthovani, Tangerang (Hujan di Kotaku)
    386. Ones Putra Hulu, Pulau Nias (Tangisan Tenda Biru)
    387. Putri Dian Wardyani, Serang (Pasukan Tuhan)
    388. Putri Mariamulia Utami, Boyolali (Banjir)
    389. Putri Mariamulia Utami, Boyolali (Gunung Menumpahkan Amarah)
    390. Qanita Nur Alfiah, Jakarta (Berdampingan)
    391. Qori' Atul Afifah, Sumenep (Ombak yang Menaburkan Kenangan)
    392. Rachmawati, Aceh Utara (Putaran Angin Beliung)
    393. Rahmadhani Triastomo, Jakarta (Terbang Bersama Guncangan)
    394. Rahmawati Uran, Sorong (Melati Purnama)
    395. Rahmawati Uran, Sorong (Duka Lara Ibu Kota)
    396. Rahma Wati, Tangerang (Banjir yang Tak Lagi Asing di Kotaku)
    397. Rahmi Mardatillah, Janeponto (Negeri di Perulangan 1001 Duka)
    398. Rahmi Mardatillah, Janeponto (Di Mana?)
    399. Rama Tantowi, Medan (Amarah Sin(abu)ng)
    400. Rama Tantowi, Medan (Tanah Gersang)
    401. Ratri Prananingrum, Klaten (Tangan Panas)
    402. Raudhatus Sa'adah, Sumenep (Tsunami)
    403. Refly Hamdhan, ? (Tak Ada)
    404. Rhoudatul Annisa, Padang (Sore di Akhir September)
    405. Rifaah Roisati, ? (Bila)
    406. Rifa Safira, Banda Aceh (Ujian Oleh Tuhan)
    407. Rifaldi, Sampit (Saat 10 Maret Itu)
    408. Rima Noer Mala, Ciamis (Angin)
    409. Rina Nurhayati, Ciamis (Rintihan Bumi)
    410. Rindang Sabhita Najmi, Bukittinggi (Tanah Air)
    411. Rini Rahani, Magelang (Masihkah Kau Tanyakan)
    412. Riska Nur Yusnita Sari, Madiun (Tak Terduga)
    413. Risma Ulinnuha Rohmah, Ponorogo (Bencana Titipan Tuhan)
    414. Risma Ulinnuha Rohmah, Ponorogo (Metafora Tangisan Alam)
    415. Riya, Banjar (Renung)
    416. Rizal Fathurrahman, Gresik (Sujud yang Dirindukan)
    417. Rizal Fathurrahman, Gresik (Yang Gemetar di Bibirmu)
    418. Rizal Trismawan, Garut (Akhir Kalam)
    419. Rizal Trismawan, Garut (Alam Ini Lukisanku)
    420. Rizka Khairunnisa, Medan (Tak Lagi Seperti Dulu)
    421. Rizka Khairunnisa, Medan (Tanya dalam Takut)
    422. Rizki Amellia, Palembang (Tangan-Tangan Setan)
    423. Rizkina Dwike Putri Della, Pekalongan (Air Laut Menyapu Daratan)
    424. Rizky Wahyu Saputra, Bogor (Satu Langkah Seribu Duka)
    425. Rizky Wahyu Saputra, Bogor (Tegar)
    426. Robi Mustika, Padang (Gunung Talang Pertanda Tuhan Pencipta)
    427. Roihatul Jannah, Jakarta (Malaikat Saja Tak Pantas Menanyakannya!)
    428. Romini, ? (Longsor Perdana)
    429. Rosida Putri Sahara, Sidoarjo (Hutanku)
    430. Rosmiena Che Mat, Malaysia (Tsunami Membelah Bumi Aceh)
    431. Rosmiena Che Mat, Malaysia (Kekeringan di Musim Kemarau dan Kebanjiran di Musim Hujan)
    432. Royan Adi Ikhsan, Banyuwangi (Dahsyatnya Lestusan Gunung)
    433. Royan Adi Ikhsan, Banyuwangi (Ketika Bencana Datang)
    434. Rozali Jauhari Alfanani, Lombok (Catatan Duka Lara Tahun Ini)
    435. Rozali Jauhari Alfanani, Lombok (Menyambut Bencana Pagi Hari)
    436. Rufaifa Abdullah, Malaysia (Merapi Marah Berapi)
    437. Rufaifa Abdullah, Malaysia (Malapetaka Apa Kita Takutkan)
    438. Sahrul, Serang (Murka-Nya)
    439. Sahrul, Serang (Bumiku Tersiksa)
    440. Salafiah Nur Afifah, Jakarta (Luapmu Marahmu)
    441. Salfiana Ilyas, Bulukumba (Sejuta Mimpi)
    442. Salfiana Ilyas, Bulukumba (Kenangan Derita)
    443. Salsabila Novia Zahroh Ariesdiana, Lumajang (Badai)
    444. Salwa Faradisa, Lumajang (Banjir)
    445. Samuel Edward, Bandung (Dan Mereka (Yaitu “Kita”) Menamai Semua Itu “Bencana Alam”)
    446. Samuel Edward, Bandung (Dengarlah Alam Merintih (karena Bencana yang Dialaminya)!)
    447. Samsudin Hasan, Kupang (Angkara Murka)
    448. Sandra Happy Saputra, Sidoarjo (Mengalir, Tersumbat dan Menggenang)
    449. Santi, Martapura (Banjir)
    450. Sarvitra Tiwulan Dari, Lampung (Sang Tamu Telah Tiba)
    451. Selamed Riadi, Bengkulu (Bumi Tak Lagi Muda)
    452. Shafnia Insan Kamila, Lumajang (Tsunami)
    453. Shola Aulia Wahyudina, Semarang (Supervolcano)
    454. Sholihin Abdurrahman, Lampa (Banjir Dini Hari)
    455. Sholihin Abdurrahman, Lampa (Nestapa Usai Banjir)
    456. Sidiq Pramudito, Sragen (Jeritan Wanita Tua)
    457. Sidiq Pramudito, Sragen (Genangan  Ibu Kota)
    458. Sintya Paulina, Prabumulih (Apakah Bumi Sudah Tua)
    459. Siska Ade Syahfitri, Riau (Andai Tuhan Tak Marah)
    460. Siti Aisyah. ? (Ketika Bencana Alam Mengundang Pertanda)
    461. Siti Fatimah, Banjarmasin (Kenangan Berbuah Rasa Takjub)
    462. Siti Khamairah, Sumenep (Air Mata Sepanjang Masa)
    463. Siti Nadia Styaningsih, Jakarta (Getaran yang Dipijak)
    464. Siti Nadia Styaningsih, Jakarta (Ujung Getaran)
    465. Siti Nur Komariah, Sorong (Lautan Bergumam)
    466. Siti Nur Komariah, Sorong (Puncak Kegelapan)
    467. Siti Nurbaya Sepang, Ternate (Buaian Sang Penakluk Bumi)
    468. Siti Nurjanah, Bandung (Sebuah Kesaksian)
    469. Siti Rodhotul Janah, Cirebon (Banjir Membawa Keresahan)
    470. Siti Zahroh, ? (Gempa Bumi di Alam Ini)
    471. Siti Zahroh, ? (Apa Ini Tsunami)
    472. Sitti Hajar, Parepare (Jeritan Suara Batin di Balik Reruntuhan)
    473. Sitti Nurhalizah Wulandani, Makassar (Menari Bersama Tsunami)
    474. Sitti Nurhalizah Wulandani, Makassar (Lukisan Baru)
    475. Sonny Wilson, Surabaya (Jeruyeast)
    476. Sri Ayuningsih, Samarinda (Balada Nangroe Aceh Darussalam)
    477. Sri Ayuningsih, Samarinda (Cerita Singkat)
    478. Sri Dewi Sudarsih, Surabaya (Air Mata Langit)
    479. Sri Rahayu Fatimah, Parepare (Murka Alam)
    480. Sriyanti Romadon, Banyumas (Bumi Kita Menangis)
    481. St. Nur Rahmi Idris, Gowa (Luka Duka Sang Kota Tua)
    482. St. Nur Rahmi Idris, Gowa (Luapan Amarah Sang Pencipta)
    483. St. Rahmah, Bone (Ulah Manusia)
    484. Suci Febria Marsya, Bintan (Jerebu)
    485. Suci Fuji Latul Arofah. Rembang (Bencana Alam)
    486. Suci Indah Suwanti, Garut (Akibat datang panggilan Sebab)
    487. Sucia Levia Ferra, Ciamis (Aku Melampaui Batas)
    488. Sujata Wee, Malaysia (Musibah yang Menimpa)
    489. Sujata Wee, Malaysia (Dia Datang Sepantas Kilat)
    490. Sukra Ageng Winasih, Banjarnegara (Balas Sang Tanah)
    491. Sukra Ageng Winasih, Banjarnegara (Kotaku yang Malang)
    492. Sulastri, Tulungagung (Jam)
    493. Sulistia AYu Wardani, Pati (Semesta)
    494. Surya Hardiansyah, Makassar (Kabut Asap)
    495. Surya Hardiansyah, Makassar (Topan)
    496. Sutri Handayani, Lamongan (Bencana Alam di Negeriku)
    497. Suwiatmi, Yogyakarta (Kenangan Gempa)
    498. Suzana Jumadil, Malaysia (Malapetaka)
    499. Syaiful Bahri, Bengkulu (Sore Itu)
    500. Syaiful Bahri, Bengkulu (Jelang Ramadhan)
    501. Taufik Aziz, OKUT (Banjir Dosa Mengaliri Kita)
    502. Tazkya Rosada, Pangkalpinang (Jeritan Kota Tua)
    503. Teressa Lang, Pontianak (Letusan Gunung Berapi)
    504. Teressa Lang, Pontianak (Banjir)
    505. Tesa Apriani, Bandung (Cinta)
    506. Tesa Apriani, Bandung (Negeri)
    507. Tiara Ispandrini, Boyolali (Sirine Alam)
    508. Tiara Ispandrini, Boyolali (Getir)
    509. Tika Coelogyne, Hulu Sungai Tengah (Wasiat)
    510. Tika Resti Safitri, Bandung (Terlambat Merasa)
    511. Tri Ayuningrum, Sukoharjo (Rindu Alam Telah Tumpah)
    512. Tri Elliawati, Salatiga (Jeritan Alam)
    513. Ulfiatul Jannah, Malang (Selesai)
    514. Upi Nur'aini, Jakarta (Sentilan Teguran-Mu)
    515. Valentin Nur Hakiki, Tarakan (Tsunami Kota Aceh)
    516. Valentin Nur Hakiki, Tarakan (Ulah Si Jago Merah)
    517. Vania Nariswari Wahyu Araminta, Sidoarjo (Cahaya Jingga di Desa Kecilku)
    518. Vilonia Nazwa, Lumajang (Banjir Bandang)
    519. Vista Ratu Liberty, Murung Pudak (Siklus)
    520. Vivia Dhamora, Madiun (Pertanda)
    521. Wahid Kurniawan, Lampung Selatan (Pasak Desa)
    522. Wahid Kurniawan, Lampung Selatan (Sesembahan Bumi)
    523. Wahyu Purwantoro, Bantul (Tsunami)
    524. Wahyuni, Jakarta (Tanah Lelah, Longsor Marah)
    525. Wheni Dewi Sumiratsih, Maos (Datang Lagi)
    526. Widia, Bogor (Ketika Bencana)
    527. Widiani, Bandung (Masih Ada Nikmat Dalam Bencana Alam)
    528. Widiani, Bandung (Saat Citarum Meluap)
    529. Winda Puspitasari, Yogyakarta (Jeruji Luka)
    530. WK Nasirin, Padangsidimpuan (Bahala Barzakh)
    531. Yolanda Safitri, ? (2009 Padangku Rusuh)
    532. Yetti Oktavia, Tulungagung (Ketika Alam Menumpahkan Amarahnya)
    533. Yuli Setiani, Bogor (Alam Sedang Bersedih)
    534. Yuli Yulaful, Banyumas (Gempa Bumi)
    535. Yuli Yulaful, Banyumas (Tanda Laknat)
    536. Yustisi Sianturi, Tanjungpinang (Ketika Alam Berbicara)
    537. Yulvia Zarnis, Jakarta (Usai Gempa)
    538. Yusuf Septian Nur Effendy, Sorong (Tangan–Tangan Jahil)
    539. Zahara Shovynnatus Salsabella, Tuban (Banjir Lagi)
    540. Zahara Shovynnatus Salsabella, Tuban (Bencana untuk Negriku)
    541. Zakaria Abdillah Abud, Jombang (Kerusakan Dunia)
    542. Zakia, Makassar (Kemarahan Bumi)
    543. Zham Sastera, Pandeglang (Negeri yang Terkoyak Bencana)
    544. Zubaidi, Sumenep (Banjir Mengintai Kotaku)
    545. Zuliyanti Dalimunthe, Kotapinang (Akibat Ulah Tangan Manusia)
    546. Zuraini, Bangka Belitung (Meneguk Rasa Duka)


    TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA SEMUA. SALAM LITERASI!

    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Update Final Peserta Lomba Cipta Puisi Bertema “Bencana Alam" Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top