Skip to main content

Yang Pertama Yang Kukenang


Judul: Yang Pertama Yang Kukenang
Penulis: 26 Penulis
Kategori: Kumpulan Cerpen
ISBN: 978-602-335-320-0
Terbit: Februari 2018
Tebal: viii + 254 hal; 14 x 21cm
Harga: Rp55.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Ainur Rofi'a SPd, Aksan Al-Bimawi, Anggi Wahyu Risqiani, Deby Rosselinni, Deni Umi Rahmawati, Dewi Mustasia, Diah Permana, Diana Septiani Sari, Firsta Haditswara, Gunawan, Hilmiyati, Jainal Abidin, Linda Lubi, Metamorfosis Bidadari (Della Puspitasari), Meti Sariyanti, Muhammad Nur Huda, Muhammad Saepul Amir, Rofi'ah, Siti Chaizatul M, Sofian Hadi, Vania Natassia, Wahyu Suci Rahmawati, Yesa Wijaya, Yulli Hariyani, Yusi Kurniati, Zahrotin Prasetyana

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar "cinta pertama"? Siapa yang pertama kali muncul di benak Anda? Ayah? Ibu? atau seseorang di sana? Pastinya, terlepas dari siapa dia, tentu memunculkan getaran aneh dalam dada. Dirinya yang merupakan definisi cinta pertama bagi Anda, sudah pasti merupakan orang pertama yang berhasil memunculkan virus merah jambu itu. 

Diharapkan dengan adanya buku ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi menulis bagi pembaca. 

*Buku tidak tersedia stok. Hanya cetak sesuai pesanan. 

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982  1511/081350051745, atau via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…