• Info Terkini

    Friday, February 2, 2018

    Yudha Prima, Rutin Berkoordinasi Membawa FAM Surabaya Raih Cabang Teraktif


    FAMNEWS, Kediri - Dinobatkan sebagai cabang teraktif dari seluruh cabang yang ada di Indonesia-sepanjang 2017 lalu, Forum Aktif Menulis (FAM) cabang Surabaya hingga kini masih tetap eksis. Meski diakui Ketua FAM cabang Surabaya, Yudha Prima, memang tak serutin dulu kegiatannya. Dengan kesibukan masing-masing anggota, Yudha dan FAMili--sebutan anggota-- di cabang Surabaya berupaya tetap rutin menggelar kopi darat (kopdar), untuk sekadar berdiskusi terkait literasi.

    "Meski sama-sama sibuk, kami berupaya setidaknya dua bulan sekali ada pertemuan kecil ataupun besar. Setelah sebelumnya kami menggelar Parade Buku Tunggal FAM cabang Surabaya, rencananya ke depan akan ditindak lanjuti dengan kopdar dan bedah buku yang telah diikut sertakan dalam parade tersebut," tutur Yudha Prima.

    Agenda ini, lanjut Yudha, tentu bukan hanya mengupas buku tetapi juga diskusi kepenulisan dan saling berbagi motivasi untuk berkarya, khususnya dalam bentuk buku tunggal. Masih dikatakan Yudha, sementara ini agenda FAM cabang Surabaya akan dikendalikan oleh Reffi Dinnar--anggota FAM Surabaya, mengingat dirinya yang tengah fokus dengan kehamilan dan proses persalinan sang istri. "Tentu FAM Surabaya tidak ingin stagnan berkegiatan. Insyaa Allah dalam rangka milad keenam tahun, September 2018 mendatang, kami akan menyelenggarakan sayembara menulis lagi. Untuk ide konsep masih kami pikirkan," kata dia saat dihubungi TIM Media FAM.


    "FAM cabang Surabaya merasa perlu aktif berkegiatan, karena kami tidak mau menjadi perkumpulan papan nama. Ada namanya tapi tak ada kegiatannya. Seperti sosok yang hidup tapi-maaf- lumpuh," imbuhnya. Menurut dia, kegiatan seperti inilah yang dapat memacu diri anggotanya untuk terus aktif menulis. Sementara jika hanya difokuskan untuk menulis saja, tanpa ada kegiatan rutin, sudah dapat dipastikan bahwa yang akan aktif hanya yang itu-itu saja. Tidak berkembang. Sementara salah satu misinya bersama FAM ialah menularkan kecintaan untuk berkarya. 

    Tak ada kiat khusus memang, namun inilah yang diterapkan Sang Koordinator dalam mengakomodir FAMili-nya. Hingga kini mampu membawa FAM cabang 'sulung' diantara cabang lainnya di nusantara itu, sebagai cabang teraktif. "Alhamdulillah di FAM cabang Surabaya ada figur-figur hebat seperti Mbak Reffi Dinnar, Mbak Hanum, Bu Evi, Pak Agus Salim, Ryan, Mas Lihar, dengan dukungan teman-teman lainnya seperti Mas Handoko, Pak Yunus, dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Merekalah motor penggerak FAM Surabaya," ungkap penulis Kun Muhibban yang kini disibukkan dengan proyek buku terbarunya, yang akan mengangkat profil seorang ahli listrik ini.

    Keberhasilan FAM Surabaya memang patut diacungi jempol. Pasalnya, langkah mereka seperti lomba penulisan cerita anak dan juga lomba menulis bagi anak-anak, juga diikuti oleh FAM Pusat dan komunitas literasi lainnya. "Alhamdulillah, tanpa bermaksud meninggikan hati, kami senang bisa mencetuskan ide-ide tersebut. Akhirnya menjadi inspirasi yang lain untuk melakukan agenda serupa," ujarnya sembari mengungkapkan kebahagiaannya, karena anak-anak saat ini sudah memiliki pilihan cerita-cerita yang menyehatkan untuk dibaca.

    "Harapan saya untuk FAMili sederhana, semakin banyak yg berani berkarya, khususnya karya tunggal. Itu saja. Jangan mengaku suka menulis kalau karya saja tak ada," tegasnya.

    Selama 5 tahun berkiprah dan beberapa kali mengadakan lomba menulis buku, kini FAM Surabaya telah mencetak beberapa antologi cerpen diantaranya, Jembatan Merah, antologi puisi Semanggi Surabaya, antologi cerpen Meraih Impian, antologi puisi Menjadi Indonesia, antologi cerita Anak Kelingking Persahabatan, dan 4 buku tunggal.

    "Saya tidak ada tips khusus untuk menggerakkan FAM Surabaya, yang penting bagi saya bukan kibaran benderanya, tapi karyanya. Artinya, saya ingin orang mengenal dekat FAM Surabaya lewat karya-karya anggotanya. Bagi saya, tidak penting apakah publik mengenal siapa Ketua FAM Surabaya, yang terpenting mereka tahu apa itu FAM Surabaya dan bagaimana kiprahnya, serta apa saja karyanya," pungkas Yudha Prima. [TIM Media FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Yudha Prima, Rutin Berkoordinasi Membawa FAM Surabaya Raih Cabang Teraktif Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top