• Info Terkini

    Monday, March 12, 2018

    Melahirkan Generasi “Straight Edge”


    By: Agus Nurjaman, S.pd

    Straight edge begitu terdengar asing ditelinga orang awam. Istilah ini adalah sebuah gaya hidup yang bertolak belakang dengan istilah kids zaman now yang bermakna kurang baik namun begitu menjadi fenomena. Merebak seperti virus yang menyerang kekebalan tubuh, istilah tersebut seolah beralih menjadi sebuah filosofi hidup anak muda saat ini. Begitu meradang dan mewabah melanda para pelajar di setiap tingkatan mulai dari sekolah dasar sampai menengah. Straight edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan miuman beralkohol, merokok dan hubungan sex bebas (casual sex), mereka menghindari penggunaan obat secara menyeluruh dan mereka mempercayai bahwa sex tidak untuk berganti-ganti pasangan. Straight edge merupakan sebuah motivasi hidup para penggemar aliran musik hardcore dan punk untuk tidak merusak diri sendiri dengan melakukan hal negatif seperti disebutkan di atas yang dianggap berbahaya untuk diri sendiri dan penyikapan kepada kontrol individu. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di kalangan anak muda yang gaya hidupnya identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan.

    Berdasarkan beberapa penjelasan di atas maka kita bisa simpulkan bahwa straight edge adalah perilaku abstinance terhadap rokok, alkohol dan berganti pasangan. Bukan rahasia lagi pola hidup  remaja saat ini identik dengan sex bebas dan terperosok dalam penyalahgunaan obat. Implikasinya permasalahan remaja tersebut sudah menjadi masalah sosial yang cukup serius. Bahkan sudah sangat meresahkan. Di era milenial seperti sekarang ini masalah remaja seakan menjadi seperti sebuah bola salju yang semakin bergulir semakin besar. Berdasarkan hasil survey tahun 2015, sebanyak 45 persen remaja Indonesia usia 13-19 tahun sudah merokok. Bahkan kita sering melihat anak SD saja sudah banyak yang merokok. Di tahun 2014 sebanyak 22 persen pelajar dan mahasiswa merupakan pengguna narkoba. Sudah pasti hal ini sangat memprihatinkan. Padahal anak merupakan investasi dan harapan masa depan bangsa. 

    Mengajak para siswa untuk memahami gaya hidup straight edge (jalan lurus) merupakan suatu keharusan dalam rangka membantu proses pembentukan karakter bangsa di zaman sekarang. Proses pemahaman tersebut bisa dilakukan di dalam kelas ataupun di luar sekolah dalam bentuk pembinaan yang dilaksanakan secara masal. Pada prosesnya sudah tentu membutuhkan komitmen dan tanggung jawab yang besar dari seluruh stake holder sekolah. Proses yang mengarah ke sana sudah diterapkan oleh semua sekolah sejak dahulu. Namun seiring dengan perkembangan zaman, semuanya mengalami perubahan maka sistem yang dulu diterapkan harus dapat disesuaikan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses mentransfer ilmu kepada peserta didik. Dengan metode yang kekinian diharapkan mampu menggiring para siswa menuju gaya hidup straight edge. Jika mereka sudah ngeh dengan gaya hidup seperti ini, bukan sebuah keniscayaan proses pembentukan karakter bangsa akan dengan mudah diwujudkan. Gencarnya peredaran narkoba sekalipun tidak akan mampu mempengaruhi apa pun karena straight edge sudah menjadi pegangan dalam hidupnya yang mampu membentenginya dari berbagai pengaruh negatif.

    *)Agus Nurjaman. Lahir di Bandung 23 Juni 1969.  Pendidikan yang dilalui SD  1983, SMP 1986 dan STM tahun 1989, Perguruan Tinggi tahun 2001. Alamat ,Gading Tutuka 2 Blok K6. No. 29. RT.04/11.Ciluncat-Cangkuang. Bandung. Diangkat PNS (Guru) 2008. Memiliki hobi menulis berbagai genre. HP.087861284400. e-mail : nagus14@ymail.com. Fb. Agus Nurjaman.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Melahirkan Generasi “Straight Edge” Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top