• Info Terkini

    Sunday, March 18, 2018

    Menelisik Sosok Zham Sastera, Juara Pertama Lomba Puisi Bertema "Bencana Alam"


    FAMNEWS, Kediri--Zham Sastera, pria kelahiran Pandeglang, Banten 08 Januari, telah mulai menulis sejak duduk di bangku kelas dua SMP. Meski saat itu tulisan-tulisannya seperti puisi dan cerpen hanya sebatas coretan-coretan biasa yang dia bagikan kepada teman-teman sekelas. Pada akhirnya, ia mengakui bahwa sempat iseng-iseng ikut meramaikan mading sekolah..

    Secara gamblang, alumnus studi Agama--Agama di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyatakan bahwa dirinya termotivasi untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia karena untuk memenuhi target. “Saya memang menargetkan, setiap tahun harus tembus minimal 5 kali jadi juara kepenulisan terkhusus di bidang kesusasteraan,” ujar Zham yang kini mengabdi di almamaternya tersebut, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Bagi penulis yang satu ini, dipercaya menjadi juara dalam lomba cipta puisi bertema Bencana Alam yang diselenggarakan FAM Indonesia merupakan anugerah tersendiri. Sebab, secara langsung ia telah memanfaatkan dengan baik kemampuan yang Tuhan berikan. “Ketika diumumkan jadi juara, hanya ada satu kata yang tiba-tiba saya ucapkan, apalagi kalau bukan kalimat tahmid sebagai bentuk ungkapan syukur dan bahagia saya pada Sang Pencipta,” paparnya.



    Dikatakannya, sepanjang awal 2018 ini dirinya telah dua kali meraih juara 1, sisanya hanya sebagai kontributor. Terhitung sudah lebih dari 100 kali karyanya dibukukan, baik penerbit indie maupun mayor. Di tahun-tahun sebelumnya, Zham juga sering menyabet gelar juara 1 dalam berbagai lomba cipta puisi.

    Selama menggeluti dunia kenulisan, setiap hari Zham selalu tak mau ketinggalan untuk menyetorkan ide-ide dari dalam kepalanya pada keyboard laptop. Selain itu, ia juga tak bosan mengikuti bermacam perlombaan kepenulisan. Zham kerap melibatkan diri dalam pertemuan kesusasteraan, baik nasional maupun internasional.

    Penggiat komunitas sastra seperti, Lentera Sastera, Keluarga Pencinta Sastra Pandeglang, dan Komunitas Sastra Gunung Karang Pandeglang ini telah membukukan beberapa buku kumpulan puisi tunggalnya, di antaranya yaitu: Coretan Wajah Kehidupan (Penerbit Asrifa 2015), 99 Semiotika Kehidupan (Penerbit Asrifa 20m15), Romantisme Tuhan (Penerbit Asrifa 2016) Jejak Kembara Cita (Pena House 2016), Senandung Rasa (Penerbit Harasi 2017), dan Aum Nurani ( Penerbit Harasi 2018), beberapa buku antologi bersama penulis, penyair senusantara sudah terkumpul lebih dari 100 buku antologi. Tak hanya itu, Zham bahkan aktif menyuarakan pemikirannya lewat kumpulan motivasi, opini, esai, sehingga karyanya pernah di muat di beberapa media.

    Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Ciputat ini juga berpesan agar FAM Indonesia terus melahirkan penulis-penulis baru yang karya-karyanya kelak harus mendunia, “semoga FAM selalu istiqamah dan semua yang dilakukan semata mengharap ridho-Nya,” pungkasnya. [TIM Media FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menelisik Sosok Zham Sastera, Juara Pertama Lomba Puisi Bertema "Bencana Alam" Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top