Skip to main content

Dari Buku Traveling ke Novelet Berlatar Budaya


FAMNEWS, Kediri--Anak Jalur Rantau,  sebuah novelet karya Yudi Rahmatullah, mengisahkan seorang anak yang dijauhkan dari budaya daerah oleh keluarganya, karena trauma yang mendalam akibat kehilangan salah satu anggota keluarga. Kesedihan keluarga yang sulit hilanglah yang mengakibatkan anak tersebut harus mengubur dalam-dalam cita-citanya.

Novelet ini sudah diterbitkan oleh FAM Publishing, 2018. Berlatar kehidupan di kampung yang kekeluargaan dan budaya daerahnya masih sangat kental, di buku tunggal keduanya ini, Yudi ingin mengangkat budaya  pacu jalur yang belum banyak diketahui orang.



Yudi Rahmatullah, penulis buku traveling berjudul “Jogja in 24 Hours” ini telah  rutin menulis puisi dan artikel sejak duduk di bangku kuliah, kemudian tulisan-tulisan tersebut dikirim ke koran lokal. Beberapa puisi dan artikel diterbitkan di Radar Banten, serta Cahaya Banten. Tak berhenti di sana, Yudi Rahmatullah lalu membuat blog www.writeonpostcard.wordpress.com agar tulisannya lebih luas dibaca oleh orang lain, dan blog perjalanannya www.simplyfriendlytrip.wordpress.com.

Pria kelahiran Bandung, 12 Oktober 1982 ini tidak ingin sekadar menuangkan pikirannya dalam karya teranyarnya ini. Lebih jauh Yudi mengungkapkan, agar orang-orang yang membacanya dapat mengetahui budaya daerah Melayu, dan lebih mengenal tentang festival lomba pacu jalur yang berasal dari daerah Kuantan Singing, Riau.



Tidak seperti buku tunggal terdahulunya, yang lebih mengeksplorasi tempat-tempat wisata di Yogja. Yudi yang juga seorang pengajar Bahasa Inggris ini telah menerbitkan beberapa karya antologi seperti, Antologi Puisi 3 Warna (2018) oleh Gong Publishing, Antologi Puisi Tentang Hidup, Cinta, dan Hujan (2018) oleh Penerbit Perahu Litera, Antologi Cerpen Selaksa Rasa Tentang Wanita (2018) oleh Penerbit AE Publishing, Antologi Cerpen Definisi Cinta (2017) oleh Penerbit Perahu Litera, Antologi Non-Fiksi Pengalaman Mengajar Tak Terlupakan (2017) oleh Penerbit Mata Pena Depok.

Selain itu, kiprahnya di dunia kepenulisan juga tak dapat disangsikan, menjadi 20 peserta terpilih Lomba menulis kata mutiara inspiratif bertema waktu pada  2017, 100 penulis terpilih puisi bertema ibu pada 2016, dan juara tiga penulisan buku ajar bahasa Ingris kelas 10 Provinsi Banten pada 2010. Lebih membanggakan lagi ketika Yudi diamanahi beasiswa akulturasi dan bahasa Belanda oleh Kedutaan Besar Belanda di Jakarta pada 2016.



Kini Yudi tergabung bersama komunitas kepenulisan nasional, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dan kelas menulis Rumah Dunia, Ia juga kerap membagikan ilmu tentang menulis dan membaca melalui grup atau komunitas, baik online ataupun tatap muka.  Menurut Yudi, FAM Indonesia sendiri sudah sangat luar biasa dalam mengembangkan dunia literasi.

“FAM secara baik merangkul penulis-penulis muda dan pemula untuk terus berkarya, dengan cara memberi wadah berupa lomba maupun acara-acara kepenulisan, didukung dengan paket penerbitan FAM Publishing dan pergerakan media daringnya yang aktif,” jelasnya, Rabu (25/04).

“FAM Indonesia terus menghangatkan dunia kepenulisan, dengan terus aktif mengajak anak-anak muda atau penulis pemula untuk terus berkarya membangun manfaat, baik untuk diri sendiri dan dapat dibagikan kepada orang lain,” pungkasnya. [TIM Media FAM Indonesia]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…