• Info Terkini

    Thursday, April 26, 2018

    Dari Buku Traveling ke Novelet Berlatar Budaya


    FAMNEWS, Kediri--Anak Jalur Rantau,  sebuah novelet karya Yudi Rahmatullah, mengisahkan seorang anak yang dijauhkan dari budaya daerah oleh keluarganya, karena trauma yang mendalam akibat kehilangan salah satu anggota keluarga. Kesedihan keluarga yang sulit hilanglah yang mengakibatkan anak tersebut harus mengubur dalam-dalam cita-citanya.

    Novelet ini sudah diterbitkan oleh FAM Publishing, 2018. Berlatar kehidupan di kampung yang kekeluargaan dan budaya daerahnya masih sangat kental, di buku tunggal keduanya ini, Yudi ingin mengangkat budaya  pacu jalur yang belum banyak diketahui orang.



    Yudi Rahmatullah, penulis buku traveling berjudul “Jogja in 24 Hours” ini telah  rutin menulis puisi dan artikel sejak duduk di bangku kuliah, kemudian tulisan-tulisan tersebut dikirim ke koran lokal. Beberapa puisi dan artikel diterbitkan di Radar Banten, serta Cahaya Banten. Tak berhenti di sana, Yudi Rahmatullah lalu membuat blog www.writeonpostcard.wordpress.com agar tulisannya lebih luas dibaca oleh orang lain, dan blog perjalanannya www.simplyfriendlytrip.wordpress.com.

    Pria kelahiran Bandung, 12 Oktober 1982 ini tidak ingin sekadar menuangkan pikirannya dalam karya teranyarnya ini. Lebih jauh Yudi mengungkapkan, agar orang-orang yang membacanya dapat mengetahui budaya daerah Melayu, dan lebih mengenal tentang festival lomba pacu jalur yang berasal dari daerah Kuantan Singing, Riau.



    Tidak seperti buku tunggal terdahulunya, yang lebih mengeksplorasi tempat-tempat wisata di Yogja. Yudi yang juga seorang pengajar Bahasa Inggris ini telah menerbitkan beberapa karya antologi seperti, Antologi Puisi 3 Warna (2018) oleh Gong Publishing, Antologi Puisi Tentang Hidup, Cinta, dan Hujan (2018) oleh Penerbit Perahu Litera, Antologi Cerpen Selaksa Rasa Tentang Wanita (2018) oleh Penerbit AE Publishing, Antologi Cerpen Definisi Cinta (2017) oleh Penerbit Perahu Litera, Antologi Non-Fiksi Pengalaman Mengajar Tak Terlupakan (2017) oleh Penerbit Mata Pena Depok.

    Selain itu, kiprahnya di dunia kepenulisan juga tak dapat disangsikan, menjadi 20 peserta terpilih Lomba menulis kata mutiara inspiratif bertema waktu pada  2017, 100 penulis terpilih puisi bertema ibu pada 2016, dan juara tiga penulisan buku ajar bahasa Ingris kelas 10 Provinsi Banten pada 2010. Lebih membanggakan lagi ketika Yudi diamanahi beasiswa akulturasi dan bahasa Belanda oleh Kedutaan Besar Belanda di Jakarta pada 2016.



    Kini Yudi tergabung bersama komunitas kepenulisan nasional, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dan kelas menulis Rumah Dunia, Ia juga kerap membagikan ilmu tentang menulis dan membaca melalui grup atau komunitas, baik online ataupun tatap muka.  Menurut Yudi, FAM Indonesia sendiri sudah sangat luar biasa dalam mengembangkan dunia literasi.

    “FAM secara baik merangkul penulis-penulis muda dan pemula untuk terus berkarya, dengan cara memberi wadah berupa lomba maupun acara-acara kepenulisan, didukung dengan paket penerbitan FAM Publishing dan pergerakan media daringnya yang aktif,” jelasnya, Rabu (25/04).

    “FAM Indonesia terus menghangatkan dunia kepenulisan, dengan terus aktif mengajak anak-anak muda atau penulis pemula untuk terus berkarya membangun manfaat, baik untuk diri sendiri dan dapat dibagikan kepada orang lain,” pungkasnya. [TIM Media FAM Indonesia]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dari Buku Traveling ke Novelet Berlatar Budaya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top