Skip to main content

Indahnya Masa SMA


Judul: Indahnya Masa SMA
Penulis: 42 Penulis
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-335-304-0
Terbit:  Mei 2018
Tebal: x + 135 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp55.000
(Harga belum termasuk Ongkir)

Abdi Qolashoh Al Hakim, Anna Zakiah Derajat, Anggi Wahyu Rizqiani, Annisa Febria Prasetyo, Arwa Nuha Faidah, Cindy Anggraeni, Cyndi Ardila, Damay Ar-Rahman, Deny Hidayat, Dimas Andry Sugiarto, Dwi Hartanti, Ellys Mardiana, Emmy Herlina, Feliks Hatam, Fikrotul Aufa, Fithrotul Jannah, Fitriyah Retno Wulan, Frizka Arlyfia Firdha Shafara, Hardianing Trihapsari, Himatul Solekah, I Putu Restu Krisnawan, I Wayan Budiartawan, Khoirramo, Khoirun Najah, Miftahul Hanifah Qohar, Nabilah Tabriz, Nur Mahmudah El Madja, Nurmalia Ika Widiasari, Nurmaya Sari, Panggih Cahyo Setiaji, Putri Yulianingtyas, Refli Yulisda Irma, Reina Amanda Fatmawati, Rofi'ah, Salsabila Fitriana, Sintia Fitriyana, Suci Febriani, Tiara Halim Anjani, Ulis Fajar Istyaningsih, Utari Faradina Suhud, Wandri SS, Yuni Rahayu. 

"Indahnya Masa SMA" adalah kumpulan puisi yang ditulis oleh 42 penulis muda Indonesia. Puisi-puisi di dalamnya membawa kita kembali ke zaman putih abu-abu, saat cinta monyet, persahabatan, mimpi, harapan dan segala persoalan hidup remaja menghiasi hari-hari. 

Buku ini pun ditujukan selain untuk mengenang kembali masa-masa SMA yang tak terlupa, juga sebagai bentuk apresiasi FAM Indonesia akan minat menulis generasi muda saat ini. 

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982  1511/081350051745, atau via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…